<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4940965322862212416</id><updated>2012-01-30T16:57:01.045+07:00</updated><category term='sistem rangka'/><category term='Menyusun KTI'/><category term='Kesehatan'/><category term='sistem tubuh'/><category term='Materi Kuliah'/><category term='SBY Profile'/><category term='artikel'/><category term='materi KDK'/><category term='sistem integumen'/><category term='Dolar Gratis'/><category term='MATERI JIWA'/><category term='Free Software'/><category term='Dukung KOMODO Indonesia'/><category term='Maternitas'/><category term='Menguji Judul KTI'/><category term='info cpns 2010'/><category term='bayi'/><category term='MLM backlink'/><category term='SISTEM HORMON'/><category term='Gawat Darurat'/><category term='Askep'/><category term='Urologi'/><category term='DONASI'/><category term='Psikologi'/><category term='aneh'/><category term='Post Partum'/><category term='Asidosis tubulus renalis'/><category term='PPNI'/><category term='download'/><category term='Bagian KTI'/><category term='Langkah Penyusunan Karya Tulis Ilmiah'/><category term='sistem urin'/><category term='anak'/><category term='askeb'/><category term='Nefrologi'/><category term='sistem endokrin'/><category term='Tips Kesehatan'/><category term='Makanan Sehat'/><category term='penyakit'/><category term='Gizi'/><category term='adf.ly'/><category term='Batu Ginjal'/><category term='sistem pernafasan'/><category term='sistem pencernaan'/><category term='tips n trick'/><category term='Rasa Malas'/><category term='KTI'/><title type='text'>aSkep-askeb</title><subtitle type='html'>Download Gratis Kumpulan Asuhan Keperawatan dan Asuhan Kebidanan...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://askep-askeb.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-askeb.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>i am a Nurse</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09302649147399774978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>137</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4940965322862212416.post-8977290609532306961</id><published>2012-01-30T16:54:00.000+07:00</published><updated>2012-01-30T16:54:01.332+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penyakit'/><title type='text'>Penyakit Darah Rendah (Hipotensi)</title><content type='html'>Penyakit darah rendah atau  Hipotensi (Hypotension) adalah suatu keadaan dimana tekanan darah  seseorang turun dibawah angka normal, yaitu mencapai nilai rendah 90/60  mmHg. Telah dijelaskan pada artikel sebelumnya (&lt;a href="http://penyakit-pengobatan.blogspot.com/2008/01/penyakit-darah-tinggi-hipertensi.html"&gt;Penyakit darah tinggi&lt;/a&gt;)  bahwa nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan,  berat badan, tingkat aktifitas normal dan kesehatan secara umum adalah  120/80 mmHG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, beberapa orang mungkin memiliki  nilai tekanan darah (tensi) berkisar 110/90 mmHg atau bahkan 100/80 mmHg  akan tetapi mereka tidak/belum atau jarang menampakkan beberapa keluhan  berarti, sehingga hal itu dirasakan biasa saja dalam aktivitas  kesehariannya. Apabila kondisi itu terus berlanjut, didukung dengan  beberapa faktor yang memungkinkan memicu menurunnya tekanan darah yang  signifikan seperti keringat dan berkemih banyak namun kurang minum,  kurang tidur atau kurang istirahat (lelah dengan aktivitas berlebihan)  serta haid dengan perdarahan berlebihan (abnormal) maka tekanan darah  akan mencapai ambang rendah (hipotensi) 90/60 mmHg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="post-body"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tanda dan Gejala Tekanan Darah Rendah&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seseorang  yang mengalami tekanan darah rendah umumnya akan mengeluhkan keadaan  sering pusing, sering menguap, penglihatan terkadang dirasakan kurang  jelas (kunang-kunang) terutama sehabis duduk lama lalu berjalan,  keringat dingin, merasa cepat lelah tak bertenaga, bahkan mengalami  pingsan yang berulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pemeriksaan secara umum detak/denyut  nadi teraba lemah, penderita tampak pucat, hal ini disebabkan suplai  darah yang tidak maksimum keseluruh jaringan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Penyebab Penyakit Darah Rendah&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa faktor yang menyebabkan mengapa terjadinya penurunan tensi darah, hal ini dapat dikategorikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Kurangnya pemompaan darah dari jantung. Semakin banyak darah yang  dipompa dari jantung setiap menitnya (cardiac output, curah jantung),  semakin tinggi tekanan darah. Seseorang yang memiliki kelainan/penyakit  jantung yang mengakibatkan irama jantung abnormal, kerusakan atau  kelainan fungsi otot jantung, penyakit katup jantung maka berdampak pada  berkurangnya pemompaan darah (curah jantung) keseluruh organ tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Volume (jumlah) darah berkurang. Hal ini dapat disebabkan oleh  perdarahan yang hebat (luka sobek,haid berlebihan/abnormal), diare yang  tak cepat teratasi, keringat berlebihan, buang air kecil atau berkemih  berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kapasitas pembuluh darah. Pelebaran pembuluh darah  (dilatasi) menyebabkan menurunnya tekanan darah, hal ini biasanya  sebagai dampak dari &lt;a href="http://nurse-ocha.blogspot.com/2007/07/management-of-shock.html" target="new"&gt;syok septik&lt;/a&gt;, pemaparan oleh panas, diare, obat-obat vasodilator (nitrat, penghambat kalsium, penghambat ACE).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Penanganan dan Pengobatan Darah Rendah&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi tekanan darah renda (hipotensi), diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Minum air putih dalam jumlah yang cukup banyak antara 8 hingga 10 gelas  per hari, sesekali minum kopi agar memacu peningkatan degup jantung  sehingga tekanan darah akan meningkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mengkonsumsi makanan yang cukup mengandung kadar garam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Berolah raga teratur seperti berjalan pagi selama 30 menit, minimal 3x seminggu dapat membantu mengurangi timbulnya gejala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pada wanita dianjurkan untuk mengenakan stocking yang elastis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Pemberian obat-obatan (meningkatkan darah) hanya dilakukan apabila  gejala hipotensi yang dirasakan benar-benar mengganggu aktivitas  keseharian, selain itu dokter hanya akan memberikan vitamin  (suport/placebo) serta beberapa saran yang dapat dilakukan bagi  penderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai image masyarakat yang sebagian besar berpikir  bahwa dengan mengkonsumsi daging kambing bagi penderita hipotensi dapat  meningkatkan tensi darah sebenarnya belum jelas, Namun dibenarkan kalau  hal itu akan meningkatkan kandungan haemoglobin (Hb) dalam darah.  Sekali lagi harus dipahami bahwa tekanan darah rendah artinya suplai  darah tidak maksimal keseluruh bagian tubuh. Haemoglobin (Hb) rendah  adalah berarti bahwa kandungan Hb sebagai zat pengikat oxygen dalam  darah memiliki kadar rendah yang akibatnya penderita bisa pucat  (anemia), pusing (oxygen yang di angkut/suplai darah ke otak kurang),  merasa cepat lelah dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus Hipotensi yang  benar-benar diperlukan pemberian obat, biasanya ada beberapa jenis obat  yang biasa dipakai seperti fludrocortisone, midodrine, pyridostigmine,  nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), caffeine dan  erythropoietin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sumber : infopenyakit.com &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4940965322862212416-8977290609532306961?l=askep-askeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/8977290609532306961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/8977290609532306961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-askeb.blogspot.com/2012/01/penyakit-darah-rendah-hipotensi.html' title='Penyakit Darah Rendah (Hipotensi)'/><author><name>Rahmat Ilham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06173416520720824998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_91aqIgrZqGk/ShPSlBmspUI/AAAAAAAAACc/1nBCOqNUOe0/S220/avatar2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4940965322862212416.post-3311048423426192510</id><published>2012-01-30T16:49:00.000+07:00</published><updated>2012-01-30T16:49:33.433+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penyakit'/><title type='text'>Penyakit Asma (Asthma)</title><content type='html'>Penyakit Asma (Asthma)  adalah suatu penyakit kronik (menahun) yang menyerang saluran pernafasan  (bronchiale) pada paru dimana terdapat peradangan (inflamasi) dinding  rongga bronchiale sehingga mengakibatkan penyempitan saluran nafas yang  akhirnya seseorang mengalami sesak nafas. Penyakit Asma paling banyak  ditemukan di negara maju, terutama yang tingkat polusi udaranya tinggi  baik dari asap kendaraan maupun debu padang pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="post-body"&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Penyebab Penyakit Asma&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sampai  saat ini penyebab penyakit asma belum diketahui secara pasti meski  telah banyak penelitian oleh para ahli. Teori atau hypotesis mengenai  penyebab seseorang mengidap asma belum disepakati oleh para ahli didunia  kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian yang dapat disimpulkan adalah bahwa  pada penderita asma saluran pernapasannya memiliki sifat yang khas yaitu  sangat peka terhadap berbagai rangsangan (bronchial hyperreactivity =  hipereaktivitas saluran napas) seperti polusi udara (asap, debu, zat  kimia), serbuk sari, udara dingin, makanan, hewan berbulu, tekanan jiwa,  bau/aroma menyengat (misalnya;parfum) dan olahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu  terjadinya serangan asma sebagai akibat dampak penderita mengalami  infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) baik flu ataupun sinisitis.  Serangan penyakit asma juga bisa dialami oleh beberapa wanita dimasa  siklus menstruasi, hal ini sangat jarang sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka  peningkatan penderita asma dikaitkan dengan adanya faktor resiko yang  mendukung seseorang menderita penyakit asma, misalnya faktor keturunan.  Jika seorang ibu atau ayah menderita penyakit asma, maka kemungkinan  besar adanya penderita asma dalam anggota keluarga tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tanda dan Gejala Penyakit Asma&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tanda dan gejala penyakit asma diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Pernafasan berbunyi (wheezing/mengi/bengek) terutama saat mengeluarkan  nafas (exhalation). Tidak semua penderita asma memiliki pernafasan yang  berbunyi, dan tidak semua orang yang nafasnya terdegar wheezing adalah  penderita asma!&lt;br /&gt;- Adanya sesak nafas sebagai akibat penyempitan saluran bronki (bronchiale).&lt;br /&gt;- Batuk berkepanjangan di waktu malam hari atau cuaca dingin.&lt;br /&gt;- Adanya keluhan penderita yang merasakan dada sempit..&lt;br /&gt;- Serangan asma yang hebat menyebabkan penderita tidak dapat berbicara karena kesulitannya dalam mengatur pernafasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  usia anak-anak, gejala awal dapat berupa rasa gatal dirongga dada atau  leher. Selama serangan asma, rasa kecemasan yang berlebihan dari  penderita dapat memperburuk keadaanya. Sebagai reaksi terhadap  kecemasan, penderita juga akan mengeluarkan banyak keringat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Cara Menghindari Serangan Asma&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah  tepat yang dapat dilakukan untuk menghindari serangan asma adalah  menjauhi faktor-faktor penyebab yang memicu timbulnya serangan asma itu  sendiri. Setiap penderita umumnya memiliki ciri khas tersendiri terhadap  hal-hal yang menjadi pemicu serangan asmanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah terjadinya  serangan asma, apabila penderita sudah merasa dapat bernafas lega akan  tetapi disarankan untuk meneruskan pengobatannya sesuai obat dan dosis  yang diberikan oleh dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Penanganan dan Pengobatan Penyakit Asma&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit  Asma (Asthma) sampai saat ini belum dapat diobati secara tuntas, ini  artinya serangan asma dapat terjadi dikemudian hari. Penanganan dan  pemberian obat-obatan kepada penderita asma adalah sebagai tindakan  mengatasi serangan yang timbul yang mana disesuaikan dengan tingkat  keparahan dari tanda dan gejala itu sendiri. Prinsip dasar penanganan  serangan asma adalah dengan pemberian obat-obatan baik suntikan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hydrocortisone&lt;/span&gt;), syrup ventolin (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Salbutamol&lt;/span&gt;) atau nebulizer (gas salbutamol) untuk membantu melonggarkan saluran pernafasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  kasus-kasus yang ringan dimana dirasakan adanya keluhan yang mengarah  pada gejala serangan asma atau untuk mencegah terjadinya serangan  lanjutan, maka tim kesehatan atau dokter akan memberikan obat tablet  seperti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aminophylin&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Prednisolone&lt;/span&gt;.  Bagi penderita asma, disarankan kepada mereka untuk  menyediakan/menyimpan obat hirup (Ventolin Inhaler) dimanapun mereka  berada yang dapat membantu melonggarkan saluran pernafasan dikala  serangan terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sumber : infopenyakit.com &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4940965322862212416-3311048423426192510?l=askep-askeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/3311048423426192510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/3311048423426192510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-askeb.blogspot.com/2012/01/penyakit-asma-asthma.html' title='Penyakit Asma (Asthma)'/><author><name>Rahmat Ilham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06173416520720824998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_91aqIgrZqGk/ShPSlBmspUI/AAAAAAAAACc/1nBCOqNUOe0/S220/avatar2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4940965322862212416.post-6364098826886057906</id><published>2012-01-30T16:47:00.002+07:00</published><updated>2012-01-30T16:47:53.445+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penyakit'/><title type='text'>Penyakit Diabetes Mellitus (DM)</title><content type='html'>Penyakit Diabetes Mellitus  (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula  darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan  kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme  dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon  insulin sesuai kebutuhan tubuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insulin adalah salah satu hormon  yang diproduksi oleh pankreas yang bertanggung jawab untuk mengontrol  jumlah/kadar gula dalam darah dan insulin dibutuhkan untuk merubah  (memproses) karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi yang  diperlukan tubuh manusia. Hormon insulin berfungsi menurunkan kadar gula  dalam darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="post-body"&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tanda dan Gejala Diabetes Mellitus&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tanda  awal yang dapat diketahui bahwa seseorang menderita DM atau kencing  manis yaitu dilihat langsung dari efek peningkatan kadar gula darah,  dimana peningkatan kadar gula dalam darah mencapai nilai 160 - 180 mg/dL  dan air seni (urine) penderita kencing manis yang mengandung gula  (glucose), sehingga urine sering dilebung atau dikerubuti semut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderita kencing manis umumnya menampakkan tanda dan gejala dibawah ini meskipun tidak semua dialami oleh penderita :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria)&lt;br /&gt;2. Sering atau cepat merasa haus/dahaga (Polydipsia)&lt;br /&gt;3. Lapar yang berlebihan atau makan banyak (Polyphagia)&lt;br /&gt;4. Frekwensi urine meningkat/kencing terus (Glycosuria)&lt;br /&gt;5. Kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya&lt;br /&gt;6. Kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan &amp;amp; kaki&lt;br /&gt;7. Cepat lelah dan lemah setiap waktu&lt;br /&gt;8. Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba&lt;br /&gt;9. Apabila luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya&lt;br /&gt;10.Mudah terkena infeksi terutama pada kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi  kadar gula yang drastis menurun akan cepat menyebabkan seseorang tidak  sadarkan diri bahkan memasuki tahapan koma. Gejala kencing manis dapat  berkembang dengan cepat waktu ke waktu dalam hitungan minggu atau bulan,  terutama pada seorang anak yang menderita penyakit diabetes mellitus  tipe 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya pada penderita diabetes mellitus tipe 2,  umumnya mereka tidak mengalami berbagai gejala diatas. Bahkan mereka  mungkin tidak mengetahui telah menderita kencing manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tipe Penyakit Diabetes Mellitus&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Diabetes mellitus tipe 1&lt;br /&gt;Diabetes  tipe 1 adalah diabetes yang bergantung pada insulin dimana tubuh  kekurangan hormon insulin,dikenal dengan istilah Insulin Dependent  Diabetes Mellitus (IDDM). Hal ini disebabkan hilangnya sel beta  penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas. Diabetes tipe 1  banyak ditemukan pada balita, anak-anak dan  remaja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat  ini, Diabetes Mellitus tipe 1 hanya dapat di obati dengan pemberian  therapi insulin yang dilakukan secara terus menerus berkesinambungan.  Riwayat keluarga, diet dan faktor lingkungan sangat mempengaruhi  perawatan penderita diabetes tipe 1. Pada penderita diebetes tipe 1  haruslah diperhatikan pengontrolan dan memonitor kadar gula darahnya,  sebaiknya menggunakan alat test gula darah. Terutama pada anak-anak atau  balita yang mana mereka sangat mudah mengalami dehidrasi, sering muntah  dan mudah terserang berbagai penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Diabetes mellitus tipe 2&lt;br /&gt;Diabetes  tipe 2 adalah dimana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi  dengan semestinya, dikenal dengan istilah Non-Insulin Dependent Diabetes  Mellitus (NIDDM). Hal ini dikarenakan berbagai kemungkinan seperti  kecacatan dalam produksi insulin, resistensi terhadap insulin atau  berkurangnya sensitifitas (respon) sell dan jaringan tubuh terhadap  insulin yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada  beberapa teori yang mengutarakan sebab terjadinya resisten terhadap  insulin, diantaranya faktor kegemukan (obesitas). Pada penderita  diabetes tipe 2, pengontrolan kadar gula darah dapat dilakukan dengan  beberapa tindakan seperti diet, penurunan berat badan, dan pemberian  tablet diabetik. Apabila dengan pemberian tablet belum maksimal respon  penanganan level gula dalam darah, maka obat suntik mulai  dipertimbangkan untuk diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kadar Gula Dalam Darah&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Normalnya  kadar gula dalam darah berkisar antara 70 - 150 mg/dL {millimoles/liter  (satuan unit United Kingdom)} atau 4 - 8 mmol/l {milligrams/deciliter  (satuan unit United State)}, Dimana 1 mmol/l = 18 mg/dl. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun  demikian, kadar gula tentu saja terjadi peningkatan setelah makan dan  mengalami penurunan diwaktu pagi hari bangun tidur. Seseorang dikatakan  mengalami hyperglycemia apabila kadar gula dalam darah jauh diatas nilai  normal, sedangkan hypoglycemia adalah suatu kondisi dimana seseorang  mengalami penurunan nilai gula dalam darah dibawah normal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa  Diabetes dapat ditegakkan jika hasil pemeriksaan gula darah puasa  mencapai level 126 mg/dl atau bahkan lebih, dan pemeriksaan gula darah 2  jam setelah puasa (minimal 8 jam) mencapai level 180 mg/dl. Sedangkan  pemeriksaan gula darah yang dilakukan secara random (sewaktu) dapat  membantu diagnosa diabetes jika nilai kadar gula darah mencapai level  antara 140 mg/dL dan 200 mg/dL, terlebih lagi bila dia atas 200 mg/dl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak  alat test gula darah yang diperdagangkan saat ini dan dapat dibeli  dibanyak tempat penjualan alat kesehatan atau apotik seperti Accu-Chek,  BCJ Group, Accurate, OneTouch UltraEasy machine. Bagi penderita yang  terdiagnosa Diabetes Mellitus, ada baiknya bagi mereka jika mampu untuk  membelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pengobatan dan Penanganan Penyakit Diabetes&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderita  diabetes tipe 1 umumnya menjalani pengobatan therapi insulin  (Lantus/Levemir, Humalog, Novolog atau Apidra) yang berkesinambungan,  selain itu adalah dengan berolahraga secukupnya serta melakukan  pengontrolan menu makanan (diet).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penderita diabetes  mellitus tipe 2, penatalaksanaan pengobatan dan penanganan difokuskan  pada gaya hidup dan aktivitas fisik. Pengontrolan nilai kadar gula dalam  darah adalah menjadi kunci program pengobatan, yaitu dengan mengurangi  berat badan, diet, dan berolahraga. Jika hal ini tidak mencapai hasil  yang diharapkan, maka pemberian obat tablet akan diperlukan. Bahkan  pemberian suntikan insulin turut diperlukan bila tablet tidak mengatasi  pengontrolan kadar gula darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : infopenyakit.com&lt;a href="http://diabetes-mellitus-dm.blogspot.com/2008/02/information-about-diabetes-mellitus-dm.html" target="new"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4940965322862212416-6364098826886057906?l=askep-askeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/6364098826886057906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/6364098826886057906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-askeb.blogspot.com/2012/01/penyakit-diabetes-mellitus-dm.html' title='Penyakit Diabetes Mellitus (DM)'/><author><name>Rahmat Ilham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06173416520720824998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_91aqIgrZqGk/ShPSlBmspUI/AAAAAAAAACc/1nBCOqNUOe0/S220/avatar2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4940965322862212416.post-7564167252759747417</id><published>2012-01-30T16:44:00.002+07:00</published><updated>2012-01-30T16:44:44.747+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penyakit'/><title type='text'>Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)</title><content type='html'>Penyakit Demam Berdarah  Dengue (DBD) {bahasa medisnya disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)}  adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan  melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang mana  menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem  pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit  ini banyak ditemukan didaerah tropis seperti Asia Tenggara, India,  Brazil, Amerika termasuk di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di  tempat-tempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air  laut. Dokter dan tenaga kesehatan lainnya seperti Bidan dan Pak Mantri  ;-) seringkali salah dalam penegakkan diagnosa, karena kecenderungan  gejala awal yang menyerupai penyakit lain seperti Flu dan Tipes  (Typhoid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tanda dan Gejala Penyakit Demam Berdarah Dengue&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa  tunas / inkubasi selama 3 - 15 hari sejak seseorang terserang virus  dengue, Selanjutnya penderita akan menampakkan berbagai tanda dan gejala  demam berdarah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari (38 - 40 derajat Celsius).&lt;br /&gt;2. Pada pemeriksaan uji torniquet, tampak adanya jentik (puspura) perdarahan.&lt;br /&gt;3.  Adanya bentuk perdarahan dikelopak mata bagian dalam (konjungtiva),  Mimisan (Epitaksis), Buang air besar dengan kotoran (Peaces) berupa  lendir bercampur darah (Melena), dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;4. Terjadi pembesaran hati (Hepatomegali).&lt;br /&gt;5. Tekanan darah menurun sehingga menyebabkan syok.&lt;br /&gt;6.  Pada pemeriksaan laboratorium (darah) hari ke 3 - 7 terjadi penurunan  trombosit dibawah 100.000 /mm3 (Trombositopeni), terjadi peningkatan  nilai Hematokrit diatas 20% dari nilai normal (Hemokonsentrasi).&lt;br /&gt;7.  Timbulnya beberapa gejala klinik yang menyertai seperti mual, muntah,  penurunan nafsu makan (anoreksia), sakit perut, diare, menggigil, kejang  dan sakit kepala.&lt;br /&gt;8. Mengalami perdarahan pada hidung (mimisan) dan gusi.&lt;br /&gt;9. Demam yang dirasakan penderita menyebabkan keluhan pegal/sakit pada persendian.&lt;br /&gt;10.Munculnya bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Proses Penularan Penyakit Demam Berdarah Dengue&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebaran  penyakit DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes  albopictus, sehingga pada wilayah yang sudah diketahui adanya serangan  penyakit DBD akan mungkin ada penderita lainnya bahkan akan dapat  menyebabkan wabah yang luar biasa bagi penduduk disekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pengobatan Penyakit Demam Berdarah&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokus  pengobatan pada penderita penyakit DBD adalah mengatasi perdarahan,  mencegah atau mengatasi keadaan syok/presyok, yaitu dengan mengusahakan  agar penderita banyak minum sekitar 1,5 sampai 2 liter air dalam 24 jam  (air teh dan gula sirup atau susu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penambahan cairan tubuh  melalui infus (intravena) mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi  dan hemokonsentrasi yang berlebihan. Transfusi platelet dilakukan jika  jumlah platelet menurun drastis. Selanjutnya adalah pemberian  obat-obatan terhadap keluhan yang timbul, misalnya :&lt;br /&gt;- Paracetamol membantu menurunkan demam&lt;br /&gt;- Garam elektrolit (oralit) jika disertai diare&lt;br /&gt;- Antibiotik berguna untuk mencegah infeksi sekunder&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan  kompress dingin, tidak perlu dengan es karena bisa berdampak syok.  Bahkan beberapa tim medis menyarankan kompres dapat dilakukan dengan  alkohol. Pengobatan alternatif yang umum dikenal adalah dengan meminum  jus jambu biji bangkok, namun khasiatnya belum pernah dibuktikan secara  medik, akan tetapi jambu biji kenyataannya dapat mengembalikan cairan  intravena dan peningkatan nilai trombosit darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pencegahan Penyakit Demam Berdarah&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencegahan  dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk diwaktu pagi sampai sore,  karena nyamuk aedes aktif di siang hari (bukan malam hari). Misalnya  hindarkan berada di lokasi yang banyak nyamuknya di siang hari, terutama  di daerah yang ada penderita DBD nya. Beberapa cara yang paling efektif  dalam mencegah penyakit DBD melalui metode pengontrolan atau  pengendalian vektornya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pemberantasan Sarang Nyamuk  (PSN), pengelolaan sampah padat, modifikasi tempat. perkembangbiakan  nyamuk hasil samping kegiatan manusia, dan perbaikan desain rumah.&lt;br /&gt;2. Pemeliharaan ikan pemakan jentik (ikan adu/ikan cupang) pada tempat air kolam, dan bakteri (Bt.H-14).&lt;br /&gt;3. Pengasapan/fogging (dengan menggunakan malathion dan fenthion).&lt;br /&gt;4. Memberikan bubuk abate (temephos) pada tempat-tempat penampungan air seperti, gentong air, vas bunga, kolam, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sumber : infopenyakit.com &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4940965322862212416-7564167252759747417?l=askep-askeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/7564167252759747417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/7564167252759747417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-askeb.blogspot.com/2012/01/penyakit-demam-berdarah-dengue-dbd.html' title='Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)'/><author><name>Rahmat Ilham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06173416520720824998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_91aqIgrZqGk/ShPSlBmspUI/AAAAAAAAACc/1nBCOqNUOe0/S220/avatar2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4940965322862212416.post-5942332163697522223</id><published>2012-01-30T16:38:00.000+07:00</published><updated>2012-01-30T16:38:38.239+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penyakit'/><title type='text'>Penyakit Gagal Ginjal</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title"&gt;      &lt;/h3&gt;Penyakit Gagal Ginjal  adalah suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan  hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam hal  penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan  zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi  urine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit gagal ginjal ini dapat menyerang siapa saja yang  menderita penyakit serius atau terluka dimana hal itu berdampak langsung  pada ginjal itu sendiri. Penyakit gagal ginjal lebih sering dialamai  mereka yang berusia dewasa, terlebih pada kaum lanjut usia.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Penyebab Gagal Ginjal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadinya  gagal ginjal disebabkan oleh beberapa penyakit serius yang didedrita  oleh tubuh yang mana secara perlahan-lahan berdampak pada kerusakan  organ ginjal. Adapun beberapa penyakit yang sering kali berdampak  kerusakan ginjal diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Penyakit tekanan darah tinggi (Hypertension)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyakit Diabetes Mellitus (Diabetes Mellitus)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Adanya sumbatan pada saluran kemih (batu, tumor, penyempitan/striktur)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kelainan autoimun, misalnya lupus eritematosus sistemik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menderita penyakit kanker (cancer)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kelainan ginjal, dimana terjadi perkembangan banyak kista pada organ ginjal itu sendiri (polycystic kidney disease)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rusaknya  sel penyaring pada ginjal baik akibat peradangan oleh infeksi atau  dampak dari penyakit darah tinggi. Istilah kedokterannya disebut sebagai  glomerulonephritis.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Adapun penyakit lainnya yang juga  dapat menyebabkan kegagalan fungsi ginjal apabila tidak cepat ditangani  antara lain adalah ; Kehilangan carian banyak yang mendadak ( muntaber,  perdarahan, luka bakar), serta penyakit lainnya seperti penyakit Paru  (TBC), Sifilis, Malaria, Hepatitis, Preeklampsia, Obat-obatan dan  Amiloidosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit gagal ginjal berkembang secara perlahan  kearah yang semakin buruk dimana ginjal sama sekali tidak lagi mampu  bekerja sebagaimana funngsinya. Dalam dunia kedokteran dikenal 2 macam  jenis serangan gagal ginjal, akut dan kronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Tanda dan Gejala Penyakit Gagal Ginjal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun  tanda dan gejala terjadinya gagal ginjal yang dialami penderita secara  akut antara lain : Bengkak mata, kaki, nyeri pinggang hebat (kolik),  kencing sakit, demam, kencing sedikit, kencing merah /darah, sering  kencing. Kelainan Urin: Protein, Darah / Eritrosit, Sel Darah Putih /  Lekosit, Bakteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan tanda dan gejala yang mungkin timbul  oleh adanya gagal ginjal kronik antara lain : Lemas, tidak ada tenaga,  nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak  napas, pucat/anemi. Kelainan urin: Protein, Eritrosit, Lekosit. Kelainan  hasil pemeriksaan Lab. lain: Creatinine darah naik, Hb turun, Urin:  protein selalu positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Penentuan Diagnosa Gagal Ginjal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang  Dokter setelah menanyakan riwayat kesehatan penderita dan tanda serta  gejala yang timbul, untuk menentukan adanya/terjadinya kegagalan fungsi  ginjal maka Beliau akan melakukan pemeriksaan fisik yang difokuskan pada  kemungkinan pembesaran organ ginjal atau pembengkakan sekitar ginjal.  Apabila dicurigai terjadinya kerusakan fungsi ginjal, maka penderita  akan dikonsultasikan kepada seorang ahli ginjal (Nephrologist).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya  dilakukan pemeriksaan laboratorium baik darah ataupun urine guna  melihat kadar elektrolit sodium dan potassium/kalium. Pada kasus-kasus  tertentu tim medis mungkin melakukan pemasangan selang kateter kedalam  kantong urine (bladder) untuk mengeluarkan urine. Bila diperlukan, Tim  medis akan menyarankan pemeriksaan pengambilan gambar struktur ginjal  dengan metode Ultrasound, Computed tomography (CT) scans atau dengan  cara Magnetic Resonance Imaging (MRI) scans. Bahkan ada kemungkinan  dilakukannya tindakan biopsy, yaitu pengambilan contoh (sample) jaringan  ginjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Pengobatan dan Penanganan Gagal Ginjal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanganan  serta pengobatan gagal ginjal tergantung dari penyebab terjadinya  kegagalan fungsi ginjal itu sendiri. Pada intinya, Tujuan pengobatan  adalah untuk mengendalikan gejala, meminimalkan komplikasi dan  memperlambat perkembangan penyakit. Sebagai contoh, Pasien mungkin perlu  melakukan diet penurunan intake sodium, kalium, protein dan cairan.  Bila diketahui penyebabnya adalah dampak penyakit lain, maka dokter akan  memberikan obat-obatan atau therapy misalnya pemberian obat untuk  pengobatan hipertensi, anemia atau mungkin kolesterol yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang  yang mengalami kegagalan fungsi ginjal sangat perlu dimonitor pemasukan  (intake) dan pengeluaran (output) cairan, sehingga tindakan dan  pengobatan yang diberikan dapat dilakukan secara baik. Dalam beberapa  kasus serius, Pasien akan disarankan atau diberikan tindakan pencucian  darah {Haemodialisa (dialysis)}. Kemungkinan lainnya adalah dengan  tindakan pencangkokan ginjal atau transplantasi ginjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Tindakan Pencegahan Terserang Penyakit Ginjal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita  yang dalam kondisi "merasa sehat" setidaknya diharapkan dapat melakukan  pemeriksaan kedokter/kontrol/laboratorium. Sedangkan bagi mereka yang  dinyatakan mengalami gangguan Ginjal, baik ringan  atau sedang  diharapkan berhati-hati dalam mengkonsumsi oabat-obatan seperti obat  rematik, antibiotika tertentu dan apabila terinfeksi segera diobati,  Hindari kekurangan cairan (muntaber), Kontrol secara periodik. Semoga  artikel ini berguna bagi Anda yang membutuhkan, Terima kasih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sumber : infopenyakit.com &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4940965322862212416-5942332163697522223?l=askep-askeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/5942332163697522223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/5942332163697522223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-askeb.blogspot.com/2012/01/penyakit-gagal-ginjal.html' title='Penyakit Gagal Ginjal'/><author><name>Rahmat Ilham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06173416520720824998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_91aqIgrZqGk/ShPSlBmspUI/AAAAAAAAACc/1nBCOqNUOe0/S220/avatar2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4940965322862212416.post-7247054199259044984</id><published>2012-01-30T16:05:00.000+07:00</published><updated>2012-01-30T16:05:13.114+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penyakit'/><title type='text'>Penyakit Malaria</title><content type='html'>Penyakit Malaria adalah  penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa parasit yang merupakan  golongan Plasmodium, dimana proses penularannya melalui gigitan nyamuk  Anopheles. Protozoa parasit jenis ini banyak sekali tersebar di wilayah  tropik, misalnya di Amerika, Asia dan Afrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada empat type  plasmodium parasit yang dapat meng-infeksi manusia, namun yang  seringkali ditemui pada kasus penyakit malaria adalah Plasmodium  falciparum and Plasmodium vivax. Lainnya adalah Plasmodium ovale dan  Plasmodium malariae.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="post-body"&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tanda dan Gejala Penyakit malaria&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Masa  tunas / inkubasi penyakit ini dapat beberapa hari sampai beberapa bulan  yang kemudian barulah muncul tanda dan gejala yang dikeluhkan oleh  penderita seperti demam, menggigil, linu atau nyeri persendian, kadang  sampai muntah, tampak pucat / anemis, hati serta limpa membesar, air  kencing tampak keruh / pekat karena mengandung Hemoglobin  (Hemoglobinuria), terasa geli pada kulit dan mengalami kekejangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun  demikian, tanda yang klasik ditampakkan adalah adanya perasaan  tiba-tiba kedinginan yang diikuti dengan kekakuan dan kemudian munculnya  demam dan banyak berkeringat setelah 4 sampai 6 jam kemudian, hal ini  berlangsung tiap dua hari. Diantara masa tersebut, mungkin penderita  merasa sehat seperti sediakala. Pada usia anak-anak serangan malaria  dapat menimbulkan gejala aneh, misalnya menunjukkan gerakan / postur  tubuh yang abnormal sebagai akibat tekanan rongga otak. Bahkan lebih  serius lagi dapat menyebabkan kerusakan otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Penggolongan Manifestasi Penyakit Malaria&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa bentuk manifestasi penyakit malaria, antara lain :&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Malaria tertiana&lt;/span&gt;, disebabkan oleh Plasmodium vivax, dimana penderita merasakan demam muncul setiap hari ketiga.&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Malaria quartana&lt;/span&gt;, disebabkan oleh Plasmodium malariae, penderita merasakan demam setiap hari keempat.&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Malaria serebral&lt;/span&gt;,  disebabkan oleh Plasmodium falciparum, penderita mengalami demam tidak  teratur dengan disertai gejala terserangnya bagian otak, bahkan memasuki  fase koma dan kematian yang mendadak.&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Malaria pernisiosa&lt;/span&gt;, disebabkan oleh Plasmodium vivax, gejala dapat timbul sangat mendadak, mirip Stroke, koma disertai gejala malaria yang berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Menegakkan Diagnosa Penyakit Malaria&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  adanya tanda dan gejala yang dikeluhkan serta tampak oleh Tim  kesehatan, maka akan segera dilakukan pemeriksaan laboratorium  (khususnya pemeriksaan darah) untuk memastikan penyebabnya dan diagnosa  yang akan diberikan kepada penderita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pengobatan Penyakit Malaria&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan  pemeriksaan, baik secara langsung dari keluhan yang timbul maupun lebih  berfokus pada hasil laboratium maka dokter akan memberikan beberapa  obat-obatan kepada penderita. Diantaranya adalah pemberian obat untuk  menurunkan demam seperti paracetamol, vitamin untuk meningkatkan daya  tahan tubuh sebagai upaya membantu kesembuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan obat antimalaria biasanya yang dipakai adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Chloroquine&lt;/span&gt;,  karena harganya yang murah dan sampai saat ini terbukti efektif sebagai  penyembuhan penyakit malaria di dunia. Namun ada beberapa penderita  yang resisten dengan pemberian Chloroquine, maka beberapa dokter akan  memberikan antimalaria lainnya seperti  Artesunate-Sulfadoxine/pyrimethamine, Artesunate-amodiaquine,  Artesunat-piperquine, Artemether-lumefantrine, dan  Dihidroartemisinin-piperquine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pencegahan Penyakit Malaria&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencegahan  penyakit malaria dapat dilakukan dengan Pembersihan Sarang Nyamuk  (PSN), berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk, atau upaya  pencegahan dengan pemberian obat Chloroquine bila mengunjungi daerah  endemik malaria.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4940965322862212416-7247054199259044984?l=askep-askeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/7247054199259044984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/7247054199259044984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-askeb.blogspot.com/2012/01/penyakit-malaria.html' title='Penyakit Malaria'/><author><name>Rahmat Ilham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06173416520720824998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_91aqIgrZqGk/ShPSlBmspUI/AAAAAAAAACc/1nBCOqNUOe0/S220/avatar2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4940965322862212416.post-731309276509743505</id><published>2012-01-25T12:36:00.000+07:00</published><updated>2012-01-25T12:37:12.910+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DONASI'/><title type='text'>DONASI</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Assalamualaikum, wr.wb&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Demi kemajuan blog  Askep-askeb.blogspot.com kami mohon donasi teman-teman, se ikhlasnya  saja :) ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;bagi  teman-teman yang ingin mengirimkan donasi bisa langsung kirim dana ke  rekening BCA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Nama    : RAHMAT ILHAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bank    : BCA (Bank Central Asia)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;No rek  : 1170 7253 91 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Terimakasih atas dukungan teman-teman  semua&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4940965322862212416-731309276509743505?l=askep-askeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/731309276509743505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/731309276509743505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-askeb.blogspot.com/2012/01/donasi.html' title='DONASI'/><author><name>i am a Nurse</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09302649147399774978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4940965322862212416.post-4681143197432239473</id><published>2012-01-19T11:00:00.001+07:00</published><updated>2012-01-19T11:04:26.281+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Bahaya Oral Sex</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-hk3Hw0jWnfM/TaGhPwOvVpI/AAAAAAAAAJk/WDf9tSF8HIU/s1600/Oral+Sex.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 192px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-hk3Hw0jWnfM/TaGhPwOvVpI/AAAAAAAAAJk/WDf9tSF8HIU/s1600/Oral+Sex.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bahaya Oral Sex. Ada artikel kesehatan  yang menarik pagi tadi saat saya membuka sebuah situs ternama. Rasanya  ini penting untuk saya ketahui dan sekaligus saya share kepada siapapun.  Dari judulnya saja sudah menarik : Oral Sex Memicu Kanker Mulut dan  Tenggorokan. &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saya yakin bahwa masih minimnya  pengetahuan akan hal ini, pelaku atau orang yang melakukan oral sex  kurang menyadari ada bahaya yang mengintip di balik aktifitas sex  langsung tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Istilah oral sex sendiri sudah banyak  yang salah kaprah, menurut artikel kesehatan tersebut pengertian oral  sex itu adalah hubungan langsung antara mulut dengan vagina yang disebut  cunnilingus, sedangkan kontak antara mulut dengan penis sisebut  fellatio.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bintang film Jaime Winstone kepada BBC  dalam sebuah presentasi mengatakan bahwa oral sex bisa menimbulkan  gangguan kesehatan. Jaime  mengutip hasil penelitian para ahli di pusat  penelitian kanker di Inggris yang meneliti kebiasaan kaum muda Inggris  yang doyan oral seks. Kebiasaan melakukan oral sex bisa menyebabkan  kanker mulut dan tenggorokan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebanyak 50 % laki laki yang melakukan  oral sex menderita kanker mulut sedangkan kaum wanita yang terkena  kanker mulut rata-rata 3% akibat menghisap rokok. Hasil penelitian itu  juga menyebutkan, 1800 orang meninggal setiap tahun karena suka oral  seks.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Melihat prosentase yang tidak kecil  tersebut sangat disayangkan justru banyak yang tidak menyadarinya akan  resiko yang diakibatkan oleh oral sex tersebut seperti herpes di mulut  atau alat kelamin, chlamydia dan gonorrhea menyerang bagian tenggorkan,  HIV, HPV, sipilis, dan Hepatitis A. Mengerikan !&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lembaga penelitian ini juga menyarankan  menghindari  luka di bagian mulut dan alat vital ketika melakukan oral  seks agar terhindar dari infeksi. Atau bisa juga dengan menggunakan  cairan tertentu. Hanya tidak dijelaskan cairan yang dimaksud itu apa dan  bagaimana menggunakannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;sumber : Oktayana.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4940965322862212416-4681143197432239473?l=askep-askeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/4681143197432239473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/4681143197432239473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-askeb.blogspot.com/2012/01/bahaya-oral-sex.html' title='Bahaya Oral Sex'/><author><name>i am a Nurse</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09302649147399774978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-hk3Hw0jWnfM/TaGhPwOvVpI/AAAAAAAAAJk/WDf9tSF8HIU/s72-c/Oral+Sex.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4940965322862212416.post-4327317658598074233</id><published>2012-01-19T10:53:00.001+07:00</published><updated>2012-01-19T10:54:42.182+07:00</updated><title type='text'>Daftar Texas Poker.cc</title><content type='html'>Texas Poker.cc adalah permainan poker seperti di facebook, bedanya texas poker.cc menggunakan uang sungguhan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang ingin melakukan pendaftaran texaspoker.cc silahkan &lt;a href="http://real-chips.blogspot.com"&gt;klik disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4940965322862212416-4327317658598074233?l=askep-askeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/4327317658598074233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/4327317658598074233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-askeb.blogspot.com/2012/01/daftar-texas-pokercc_19.html' title='Daftar Texas Poker.cc'/><author><name>i am a Nurse</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09302649147399774978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4940965322862212416.post-5823609254461367771</id><published>2012-01-17T08:43:00.001+07:00</published><updated>2012-01-17T08:43:55.287+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Serba-Serbi Stroke</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Times New Roman, Times, serif;font-size:100%;color:#FFCC99;"   &gt;&lt;b&gt;&lt;a name="Serba-Serbi Stroke"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;          Apakah stroke itu ?&lt;/b&gt;                           &lt;p&gt;Penyakit stroke adalah gangguan fungsi otak akibat                          aliran darah ke otak mengalami gangguan (berkurang).                          Akibatnya, nutrisi dan oksigen yang dbutuhkan otak tidak                          terpenuhi dengan baik. Penyebab stroke ada 2 macam,                          yaitu adanya sumbatan di pembuluh darah                          &lt;b&gt;(trombus)&lt;/b&gt;, dan adanya pembuluh darah yang pecah.                                                   &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Umumnya stroke diderita oleh orang tua, karena proses                          penuaan menyebabkan pembuluh darah mengeras dan                          menyempit &lt;b&gt;(arteriosclerosis)&lt;/b&gt; dan adanya lemak                          yang menyumbat pembuluh darah &lt;b&gt;(atherosclerosis)&lt;/b&gt;.                          Tapi beberapa kasus terakhir menunjukkan peningkatan                          kasus stroke yang terjadi pada usia remaja dan usia                          produktif (15 - 40 tahun). Pada golongan ini, penyebab                          utama stroke adalah stress, penyalahgunaan narkoba,                          alkohol, faktor keturunan, dan gaya hidup yang tidak                          sehat.                           &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Penyebab stroke&lt;/b&gt;                           &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada kasus stroke usia remaja, faktor genetika                          (keturunan) merupakan penyebab utama terjadinya stroke.                          Sering ditemui kasus stroke yang disebabkan oleh                          pembuluh darah yang rapuh dan mudah pecah, atau kelainan                          sistem darah seperti penyakit &lt;b&gt;hemofilia&lt;/b&gt; dan                          &lt;b&gt;thalassemia&lt;/b&gt; yang diturunkan oleh orang tua                          penderita. Sedangkan jika ada anggota keluarga yang                          menderita diabetes (penyakit kencing manis), hipertensi                          (tekanan darah tinggi), dan penyakit jantung,                          kemungkinan terkena stroke menjadi lebih besar pada                          anggota keluarga lainnya.                           &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penyebab serangan stroke lainnya adalah makanan                          dengan kadar kolesterol jahat &lt;b&gt;(Low Density                          Lipoprotein)&lt;/b&gt; yang sangat tinggi. Koleserol jahat ini                          banyak terdapat pada &lt;b&gt;junk food&lt;/b&gt;, atau makanan                          cepat saji. Selain itu, penyebab terjadinya serangan                          stroke lainnya adalah kebiasaan malas berolah raga dan                          bergerak, banyak minum alkohol, merokok, penggunaan                          narkotika dan zat adiktif, waktu istirahat yang sangat                          kurang, serta stress yang berkepanjangan. Pecahnya                          pembuluh darah juga sering diakibatkan karena penyakit                          tekanan darah tinggi (hipertensi).                           &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Gejala terjadinya serangan stroke&lt;/b&gt;                                                   &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gejala awal stroke umumnya pusing, kepala serasa                          berputar (seperti penyakit vertigo), kemudian disusul                          dengan gangguan berbicara dan menggerakkan otot mulut.                          Gejala lainnya adalah tergangguanya sensor perasa (tidak                          bisa merasakan apapun , seperti dicubit atau ditusuk                          jarum) dan tubuh terasa lumpuh sebelah, serta tidak                          adanya gerakan refleks. Sering juga terjadi buta                          mendadak atau kaburnya pandangan (karena suplai darah                          dan oksigen ke mata berkurang drastis), terganggunya                          sistem rasa di mulut dan otot-otot mulut (sehingga                          sering dijumpai wajah penderita menjadi mencong),                          lumpuhnya otot-otot tubuh yang lain, dan terganggunya                          sistem memory dan emosi. Sering dijumpai penderita tidak                          dapat menghentikan tangisnya karena lumpuhnya kontrol                          otak pada sistem emosinya. Hal itu membuat penderita                          stroke berlaku seperti penderita penyakit kejiwaan,                          padahal bukan. Hal-hal seperti ini yang perlu dimengerti                          oleh keluarga penderita.                           &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Proses penyembuhan&lt;/b&gt;                                                   &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada 2 proses penyembuhan utama yang harus dijalani                          penderita. Pertama adalah penyembuhan dengan obat-obatan                          di rumah sakit. Kontrol yang ketat harus dilakukan untuk                          menjaga agar kadar kolesterol jahat dapat diturunkan dan                          tidak bertambah naik. Selain itu, penderita juga                          dilarang makan makanan yang dapat memicu terjadinya                          serangan stroke seperti &lt;b&gt;junk food&lt;/b&gt; dan garam                          (dapat memicu hipertensi).                           &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Proses penyembuhan kedua adalah &lt;b&gt;fisiotherapy&lt;/b&gt;,                          yaitu latihan otot-otot untuk mengembalikan fungsi otot                          dan fungsi komunikasi agar mendekati kondisi semula.                          Fisiotherapi dilakukan bersama instruktur fisiotherapi,                          dan pasien harus taat pada latihan yang dilakukan. Jika                          fisiotherapi ini tidak dijalani dengan sungguh-sungguh,                          maka dapat terjadi kelumpuhan permanen pada anggota                          tubuh yang pernah mengalami kelumpuhan.                           &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kesembuhan pada penderita stroke sangat bervariasi.                          Ada yang bisa sembuh sempurna (100 %), ada pula yang                          cuma 50 % saja. Kesembuhan ini tergantung dari parah                          atau tidaknya serangan stroke, kondisi tubuh penderita,                          ketaatan penderita dalam menjalani proses penyembuhan,                          ketekunan dan semangat penderita untuk sembuh, serta                          dukungan dan pengertian dari seluruh anggota keluarga                          penderita. Seringkali ditemui bahwa penderita stroke                          dapat pulih kembali, tetapi menderita depresi hebat                          karena keluarga mereka tidak mau mengerti dan merasa                          sangat terganggu dengan penyakit yang dideritanya                          (seperti sikap tidak menerima keadaan penderita,                          perlakuan kasar karena harus membersihkan kotoran                          penderita, menyerahkan penderita kepada suster yang juga                          memperlakukan penderita dengan kasar, dan sebagainya).                          Hal ini yang harus dihindarkan jika ada anggota keluarga                          yang menderita serangan stroke.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4940965322862212416-5823609254461367771?l=askep-askeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/5823609254461367771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/5823609254461367771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-askeb.blogspot.com/2012/01/serba-serbi-stroke.html' title='Serba-Serbi Stroke'/><author><name>i am a Nurse</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09302649147399774978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4940965322862212416.post-6305324886704495781</id><published>2012-01-17T08:41:00.001+07:00</published><updated>2012-01-17T08:41:29.091+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Apa Itu Hipertensi?</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"  &gt;&lt;p&gt;           &lt;span style="font-family:Times New Roman, Times, serif;"&gt;&lt;b&gt;           &lt;a name="Apa Itu Hipertensi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Secara sederhana, seseorang dikatakan menderita                          hipertensi atau tekanan darah tinggi jika tekanan darah                          sistolik lebih besar daripada 140 mmHg atau tekanan                          diastolik lebih besar daripada 90 mmHg. Tekanan darah                          ideal adalah 120 mmHg untuk sistolik dan 80 mmHg untuk                          diastolik. Dalam banyak kasus, kedua tekanan itu                          mengalami kenaikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;           &lt;p&gt;Tekanan darah sistolik (angka atas) adalah tekanan                          puncak yang tercapai ketika jantung berkontraksi dan                          mempompakan darah keluar melalui arteri. Sementara                          tekanan darah diastolik (angka bawah) diambil ketika                          tekanan jatuh ke titik terendah saat jantung rileks dan                          mengisi darah kembali.&lt;/p&gt;                         &lt;p&gt;Peningkatan tekanan pada hipertensi erat kaitannya                          dengan tidak tepatnya penyimpanan garam dan air, atau                          meningkatnya tekanan dari dalam tubuh pada sirkulasi                          pembuluh darah lembut (periferal). Meski faktor                          penyebabnya bermacam-macam, tapi pusatnya adalah                          ketidakseimbangan sistem renin-angio-tensin, yang                          berperan penting dalam pengaturan tekanan darah.&lt;/p&gt;                         &lt;p&gt;Hipertensi, yang umumnya berkembang saat umur paruh                          baya, lebih banyak menyerang pria dan wanita                          pascamenopause. Sejarah keluarga yang memiliki                          hipertensi mempertinggi risiko; sama seperti merokok,                          dislipidemia, diabetes mellitus, kegemukan, pendidikan,                          dan status sosioekonomi yang rendah.&lt;/p&gt;                         &lt;p&gt;Anda perlu curiga menderita hipertensi jika secara                          konsisten tekanan darah menunjuk angka 140/90 mmHg atau                          lebih. Bagi mereka yang sehat (umur 18 ke atas), tabel                          di bawah bisa memandu apa yang harus Anda lakukan                          berdasarkan pemeriksaan tekanan darah awal.&lt;/p&gt;                         &lt;p&gt;Rekomendasi tersebut sangat tergantung pada pembacaan                          tekanan darah Anda yang telah lewat, faktor risiko                          kardiovaskular lainnya, dan adanya penyakit lain.                          Konsultasi dokter jika perlu.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4940965322862212416-6305324886704495781?l=askep-askeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/6305324886704495781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/6305324886704495781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-askeb.blogspot.com/2012/01/apa-itu-hipertensi.html' title='Apa Itu Hipertensi?'/><author><name>i am a Nurse</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09302649147399774978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4940965322862212416.post-5825130811461329693</id><published>2012-01-17T08:40:00.002+07:00</published><updated>2012-01-17T08:42:00.912+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Sekilas Tentang Asma</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"  &gt;&lt;p&gt;           &lt;span style="font-family:Times New Roman, Times, serif;"&gt;&lt;b&gt;           &lt;a name="Sekilas Tentang Asma"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;b&gt;Asma&lt;/b&gt; adalah suatu gejala yang ditimbulkan oleh                          kelainan saluran nafas yang berupa &lt;b&gt;&lt;i&gt;kepekaan yang                          meningkat terhadap rangsangan dari lingkungan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;                          sebagai pemicu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;           &lt;p&gt;&lt;b&gt;Pemicu&lt;/b&gt; gejala ini dapat berupa &lt;i&gt;kelelahan                          pikiran&lt;/i&gt; (gangguan emosi), &lt;i&gt;kelelahan jasmani,                          perubahan lingkungan hidup&lt;/i&gt; yang tidak diharapkan                          (cuaca, kelembaban, temperatur, asap (terutama                          &lt;i&gt;rokok&lt;/i&gt;) dan bau-bauan yang merangsang), &lt;i&gt;infeksi                          saluran nafas&lt;/i&gt; terutama penyakit influenza tertentu,                          dan &lt;i&gt;reaksi alergi&lt;/i&gt; dari bahan yang terhirup atau                          dimakan.&lt;/p&gt;                         &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Tingkat gejala kepekaan saluran nafas&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;                          ini diawali dari gejala yang ringan (berupa                          &lt;b&gt;pilek/bersin&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;batuk&lt;/b&gt; yang sering                          berulang/kambuh) sampai dengan gejala yang berat berupa                          serangan &lt;b&gt;&lt;i&gt;asma&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (kesulitan bernafas).                          Keadaan ini sebenarnya ditandai adanya &lt;i&gt;latar belakang                          reaksi alergi.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;                         &lt;p&gt;Timbulnya beberapa tingkatan gejala kepekaan yang                          terekam/bisa diutarakan oleh penderita biasanya diawali                          sejak masa kanak. Sekitar 50% gejala akan sembuh dengan                          sendirinya, walaupun pada suatu saat gejala ini akan                          muncul lagi pada tingkat gejala yang lebih berat yang                          sering diberi istilah asma. Sekitar 55-6-% penyakit                          alergi pernafasan in dapat diturunkan ke anak atau cucu                          dan sisanya diakibatkan karena adanya polusi lingkungan                          hidup yang kurang atau masih belum mendapatkan                          perhatian, karena itu gejala baru muncul setelah dewasa                          bukan karena merupakan hal yang aneh.&lt;/p&gt;                         &lt;p&gt;&lt;b&gt;Penyebab&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;                         &lt;p&gt;Dasar permasalah pada penyakit asma terletak pada                          kelainan saluran nafas yang berpa &lt;i&gt;proses                          reaksi/keradangan (akibat reaksi alergi)&lt;/i&gt; yang                          disebabkan oleh paparan bahan-bahan antara lain:&lt;/p&gt;                         &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Debu yang ada di dalam rumah&lt;/i&gt; yaitu debu                            yang berasal dari kasur kapuk (terutama yang sudah                            lama), karpet, sofa, pakaian yang disimpan lama di                            dalam lemari, langit-langit atap rumah,                            buku-buku/kertas arsip yang lama, dll.                             &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Bahan makanan&lt;/i&gt; terutama jenis ikan laut,                            susu sapi, telur, coklat, kacang-kacangan, dll.                            (sedang kelompok bahan makann yang mempunyai ciri yang                            mengiritasi a.l. pedas, dingin, bergetah, rasa                            manis/asam, asin, dll. bukan penyebab tapi pemicu).                                                       &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Lingkungan hidup&lt;/i&gt; antara lain bulu yang                            berasal dari bahan pertanian (tepung sari, jerami,                            rumput-rumputan, ampas tebu, dll.), bahan yang berasal                            dari bulu dan kotoran unggas serta binatang piaraan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4940965322862212416-5825130811461329693?l=askep-askeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/5825130811461329693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/5825130811461329693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-askeb.blogspot.com/2012/01/sekilas-tentang-asma.html' title='Sekilas Tentang Asma'/><author><name>i am a Nurse</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09302649147399774978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4940965322862212416.post-5379180489772815265</id><published>2012-01-17T08:39:00.002+07:00</published><updated>2012-01-17T08:40:19.576+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Kandungan Gizi Kacang Merah</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;           &lt;span style="font-family:Times New Roman, Times, serif;font-size:100%;"&gt;&lt;a name="Kandungan Gizi Kacang Merah"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kacang merah ternyata memiliki kemampuan untuk                          mengatasi bermacam-macam penyakit, di antaranya mampu                          mengurangi kerusakan pembuluh darah, mampu menurunkan                          kadar kolesterol dalam darah, mengurangi konsentrasi                          gula darah, serta menurunkan resiko kanker usus besar                          dan kanker payudara. &lt;/span&gt;                          &lt;/p&gt;                         &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;kandungan gizi pada kacang merah sangat bagus bagi                          kesehatan tubuh manusia. Kacang merah kering merupakan                          sumber protein nabati, karbohidrat kompleks, serat,                          vitamin B, folasin, tiamin, kalsium, fosfor, dan zat                          besi. &lt;b&gt;Folasin&lt;/b&gt; adalah zat gizi esensial yang mampu                          mengurangi resiko kerusakan pembuluh darah. &lt;/span&gt;                          &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kacang merah memiliki kandungan lemak dan natrium                          yang sangat rendah, nyaris bebas lemak jenuh, serta                          bebas kolersterol. Di samping itu, kacang merah juga                          merupakan sumber serat yang baik. Dalam 100 gram kacang                          merah kering, dapat menghasilkan 4 gram serat yang                          terdiri dari serat yang larut air dan serat yang tidak                          larut air. Serat yang larut air secara nyata mampu                          menurunkan kadar kolesterol dan kadar gula darah. &lt;/span&gt;                          &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk mendapatkan khasiat yang sempurna dari kacang                          merah, ada beberapa hal yang perlu dilakukan dalam                          mengolahnya. Sehabis direndam, buanglah air rendaman                          kacang merah. Kemudian rebuslah kacang merah dalam panci                          tertutup selama 3 menit, dan diamkan selama 2 jam agar                          airnya mengendap. Gantilah air rendaman itu dengan air                          yang matang, dan diamkan selama semalam. Esok harinya,                          kacang merah siap untuk dimasak menjadi makanan yang                          lezat. Hal ini perlu dilakukan untuk menghilangkan                          kemampuan kacang merah untuk memproduksi gas dalam usus                          yang akan membuat perut terasa kembung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4940965322862212416-5379180489772815265?l=askep-askeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/5379180489772815265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/5379180489772815265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-askeb.blogspot.com/2012/01/kandungan-gizi-kacang-merah.html' title='Kandungan Gizi Kacang Merah'/><author><name>i am a Nurse</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09302649147399774978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4940965322862212416.post-7316070138597660876</id><published>2012-01-17T08:39:00.001+07:00</published><updated>2012-01-17T08:39:43.120+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Teh Minuman Kesehatan</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;           &lt;span style="font-family:Times New Roman, Times, serif;font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;           &lt;a name="Teh Minuman Kesehatan"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;Teh merupakan tanaman daerah tropis dan subtropis                          yang secara ilmiah dikenal dengan &lt;b&gt;&lt;i&gt;Camellia                          Sinensis&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Dari kurang lebih 3000 jenis teh hasil                          perkawinan silang, didapatkan 3 macam teh hasil proses,                          yaitu teh hijau, teh &lt;b&gt;&lt;i&gt;oolong&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, dan teh                          hitam. Cara pengolahan teh yaitu dengan merajang daun                          teh dan dijemur di bawah sinar matahari sehingga                          mengalami perubahan kimiawi sebelum dikeringkan.                          Perlakuan tersebut akan menyebabkan warna daun menjadi                          coklat dan memberi cita rasa teh hitam yang khas.                           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"  &gt;                         &lt;p&gt;Teh hijau, jenis teh tertua, amat disukai terutama                          oleh masyarakat Jepang dan Cina. Di sini daun teh                          mengalami sedikit proses pengolahan, hanya pemanasan dan                          pengeringan sehingga warna hijau daun dapat                          dipertahankan. Sedangkan teh oolong lebih merupakan                          jenis peralihan antara teh hitam dan teh hijau. Ketiga                          jenis teh masing-masing memiliki khasiat kesehatan                          karena mengandung ikatan biokimia yang disebut                          &lt;b&gt;&lt;i&gt;polyfenol&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, termasuk di dalamnya                          &lt;b&gt;&lt;i&gt;flavonoid&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Flavonoid merupakan suatu                          kelompok antioksidan yang secara alamiah ada di dalam                          sayur-sayuran, buah-buahan, dan minuman seperti teh dan                          anggur.                           &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Subklas polifenol meliputi flavonol, flavon,                          flavanon, antosianidin, katekin, dan biflavan. Turunan                          dari katekin seperti &lt;b&gt;&lt;i&gt;epi-cathecin (EC)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;,                          &lt;b&gt;&lt;i&gt;epigallo-cathecin (EGC)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;,                          &lt;b&gt;&lt;i&gt;epigallo-cathecin gallate (EGCg)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, dan                          &lt;b&gt;&lt;i&gt;quercetin&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; umumnya ditemukan di dalam teh.                          EGCg dan &lt;b&gt;&lt;i&gt;quercetin&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; merupakan anti oksidan                          kuat dengan kekuatan hingga 4-5 kali lebih tinggi                          dibandingkan vitamin E dan C yang juga merupakan                          antioksidan potensial. Antioksidan diketahui mampu                          menghindarkan sel dari kerusakan mengingat setiap                          kerusakan sel akan menyumbang lebih dari 50 penyakit.                                                   &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teh hijau mengandung EGCg, demikian juga teh hitam,                          demikian dikatakan seorang ahli biokimia. Dalam sebuah                          studi yang dilakukan peneliti Belanda menyebutkan,                          mengkonsumsi 4-5 cangkir teh hitam setiap hari akan                          menurunkan resiko stroke hingga 70% dibanding dengan                          mereka yang mengkonsumsi teh 2 cangkir sehari atau                          kurang. Laporan lainnya menyebutkan lebih banyak                          mengkonsumsi teh hitam berhubungan dengan rendahnya                          kasus serangan jantung. John Folts, Direktur Sekolah                          Medis, Pusat Penelitian dan Pencegahan Arteri Trombosis,                          Universitas Wisconsin, AS menemukan kunci khasiat dalam                          teh yaitu &lt;b&gt;&lt;i&gt;flavonoid&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Hasil penelitiannya                          menunjukkan, flavonoid dalam teh hitam mampu menghambat                          penggumpalan sel-sel platelet darah sehingga mencegah                          penyumbatan pembuluh darah pada penyakit hantung koroner                          dan stroke. Studi lain menyebutkan bahwa peminum teh                          fanatik memiliki kadar kolesterol dan tekanan darah yang                          rendah, meskipun masih belum jelas apakah semuanya itu                          langsung disebabkan karena teh.                           &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para peneliti di Universitas Case Western Reserve,                          Cleveland, AS menemukan pengaruh penggunaan teh hijau                          pada kulit hingga 90 %. Ternyata teh sangat efektif                          melindungi kulit dari sinar matahari yang dapat                          mengakibatkan kanker kulit. Teh juga diketahui                          mengandung &lt;b&gt;&lt;i&gt;fluoride&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yang dapat menguatkan                          email gigi dan membantu mencegah kerusakan gigi. Dalam                          suatu studi laboratorium di Jepang, para ahli menemukan                          bahwa teh membantu mencegah pembentukan plak gigi dan                          membunuh bakteri mulut penyebab pembengkakan gusi.                                                   &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penelitian di Jepang menunjukkan, daerah penghasil                          teh yang pendudukanya terkenal sebagai peminum teh                          fanatik, sangat rendah angka kematiannya yang disebabkan                          oleh kanker. Hasil studi lainnya, dilakukan kerjasama                          antara tim peneliti Oguni dan pusat penelitian kanker di                          Beijing untuk mempelajari pengaruh ekstrak teh hijau                          pada tikus yang telah diberi ransum makanan karsinogenik                          (zat pemicu kanker). Dilaporkan, angka rata-rata kanker                          pada tikus yang memperoleh ekstrak teh hijau setengah                          dari tikus yang tidak memperoleh ekstrak teh hijau.                                                   &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para peneliti yakin bahwa polifenol yang dikenal                          sebagai &lt;b&gt;&lt;i&gt;cathecin&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yang terdapat pada teh                          hijau, membantu tubuh manusia melawan sel kanker. Studi                          lainnya dilakukan oleh Oguni dan Dr. Masami Yamada dari                          Hamamatsu Medical Center menemukan                          &lt;b&gt;&lt;i&gt;cathecin&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; membunuh &lt;b&gt;&lt;i&gt;Helicobator                          pylori&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, bakteri pemicu kanker lambung. &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4940965322862212416-7316070138597660876?l=askep-askeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/7316070138597660876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/7316070138597660876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-askeb.blogspot.com/2012/01/teh-minuman-kesehatan.html' title='Teh Minuman Kesehatan'/><author><name>i am a Nurse</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09302649147399774978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4940965322862212416.post-1274879808234586535</id><published>2012-01-17T08:38:00.002+07:00</published><updated>2012-01-17T08:38:56.119+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Khasiat Bawang Putih</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;           &lt;span style="font-family:Times New Roman, Times, serif;font-size:100%;"&gt;           &lt;a name="Khasiat Bawang Putih"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Dr. Yongxiang Zhang&lt;/b&gt; dari &lt;b&gt;University of                          Tokyo, Jepang&lt;/b&gt; menyatakan bahwa kemampuan bawang                          putih menghambat kemerosotan otak dan sistem kekebalan                          pada hewan percobaan sangat mengesankan. Hal itu memang                          tidak berarti bahwa bawang putih mampu memulihkan masa                          muda atau sama sekali menghambat proses penuaan. Tetapi                          setidaknya manfaat bawang putih membantu menghambat                          proses penuaan.                           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"  &gt;                         &lt;p&gt;Di samping itu, menurut penelitian &lt;b&gt;Memorial Sloan                          Kettering Cancer Center&lt;/b&gt;, bahan kimia &lt;b&gt;SAMC&lt;/b&gt;                          yang terdapat pada bawang putih dapat menghambat                          pertumbuhan sel kanker. Dengan mengkonsumsi bawang                          putih, resiko terkena kanker dapat dikurangi.                           &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kadar kolesterol yang tinggi biasanya menjadi                          pertanda proses penuaan. Bawang putih yang dikonsumsi                          secara rutin dalam jangka waktu tertentu dapat membantu                          menurunkan kadar kolesterol. Zat anti-kolesterol dalam                          bawang putih yang bernama &lt;b&gt;&lt;i&gt;ajoene&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; menolong                          mencegah penggumpalan darah.                           &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Dr. Gilles Fillion&lt;/b&gt; dari &lt;b&gt;Institute                          Pasteur&lt;/b&gt; di Perancis menduga, bawang putih dapat                          membantu meredakan stress, kecemasan, dan depresi.                          Tentunya dengan efek yang lebih lembut. Ia menemukan                          bahwa bawang putih bermanfaat untuk membantu melepaskan                          &lt;b&gt;serotonin&lt;/b&gt;, yakni bahan kimia yang terlibat dalam                          pengaturan serangkaian luas suasana hati dan tingkah                          laku termasuk kecemasan, murung, rasa sakit, agresi,                          stress, kurang tidur dan ingatan. Kadar serotonin yang                          tinggi dalam otak cenderung berfungsi sebagai obat                          penenang yang menentramkan Anda, memudahkan tidur, dan                          meringankan kemurungan. Bawang putih menolong                          menormalkan sistem serotonin tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4940965322862212416-1274879808234586535?l=askep-askeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/1274879808234586535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/1274879808234586535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-askeb.blogspot.com/2012/01/khasiat-bawang-putih.html' title='Khasiat Bawang Putih'/><author><name>i am a Nurse</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09302649147399774978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4940965322862212416.post-8600400351004430973</id><published>2011-10-28T17:55:00.001+07:00</published><updated>2011-10-31T22:51:22.251+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gizi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>PENYAKIT GIZI SALAH</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Latar   belakang &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Masalah kurang gizi memang suda&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_jGbPuTPvE5I/TG3rDfWNGII/AAAAAAAAAR4/UUgYLdYiIBk/s1600/anak+kurus.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 248px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_jGbPuTPvE5I/TG3rDfWNGII/AAAAAAAAAR4/UUgYLdYiIBk/s1600/anak+kurus.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;h banyak  terjadi di beberapa Negara berkembang termasuk di Indonesia. Melihat  sumber dana yang terbatas yang tersedia pada Negara-negara berkembang  dan menumpuknya kebutuhan yang digunakan untuk mencukupi kebutuhan.  Masalah kurang gizi juga telah dinyatakan sebagai masalah utama  kesehatan dunia dan berkaitan dengan lebih banyak kematian dan penyakit  yang disebabkan oleh masalah kurang gizi tersebut.walaupun. telah banyak  dilakukan penyuluhan tentang masalah kurang gizi namun masih banyak  masyarakat yang mengalami masalah masalah gizi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Menurut Alan Berg, 1986. Gizi yang kurang  mengakibatkan terpengaruhnya perkembangan mental, perkembangan jasmani,  dan produktifitas manusia karena semua itu mempengaruhi potensi ekonomi  manusia.&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Keadaan gizi dapat dikelompokkan menjadi tiga  tingkat, yaitu keadaan gizi lebih, keadaan gizi baik, dan keadaan gizi  kurang. Keadaan gizi lebih terjadi apabila gizi yang dibutuhkan melebihi  standart kebutuhan gizi. Gizi baik akan dicapai dengan memberi makanan  yang seimbang dengan tubuh menurut kebutuhan. Sedang gizi kurang  menggambarkan kurangnya makanan yang dibutuhkan untuk memenuhi standar  gizi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Konsumsi gizi makanan pada seseorang  dapat menentukan tercapainya tingkat kesehatan atau sering disebut  status gizi. Apabila tubuh berada dalam tingkat kesehatan gizi optimum  dimana jaringan jenuh oleh semua zat gizi maka disebut status gizi  optimum. Dalam kondisi demikian tubuh terbebas dari penyakit dan  mempunyai daya tahan yang setinggi-tingginya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Apabila konsumsi gizi makanan pada  seseorang tidak seimbang dengan kebutuhan tubuh maka akan terjadi  kesalahan akibat gizi (malnutrition). Malnutrisi ini mencakup kelebihan  nutrisi / gizi disebut gizi lebih (overnutrition) dan kekurangan gizi  atau gizi kurang (undernutrition).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Penyakit kurang gizi kebanyakan ditemui  pada masyarakat golongan rentan terutama pada anak-anak yaitu golongan  yang mudah sekali mengalami penyakit akibat kekurangan gizi dan  kekurangan zat makanan (deficiency) misalnya kwarsiorkor, busung lapar,  marasmus, beri-beri, dll. Dan penyakit gizi berlebih yang disebabkan  karena kelebihan makanan. Contonya obesitas, kelebihan berat badan (over  weigh), diabetes militus, dll.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Kedudukan gizi seseorang atau golongan pendudukj , ialah suatu tingkat kesehatan yang merupakan akibat dari &lt;em&gt;intake&lt;/em&gt;  dan penggunaan semua nutrient yang terdapat dalam makanan sehari-hari.  Maka kasus inilah yang menyebabkan kasus utama kematian di massa  kanak-kanak. Dan dalam masyarakat industri merupakan sindrom malabsorbsi  dan gangguan fungsi ginjal yang menahun.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;1.2 Rumusan Masalah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Apa  saja klasifikasi penyakit gizi salah ?&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Apa  saja Faktor- Faktor yang Menyebabkan Penyakit Gizi salah?&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Apa  saja contoh penyakit yang disebabkan karena kesalahan gizi?&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Apa  saja contoh kasus masalah penyakit gizi salah di Indonesia ?&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bagaimana  Upaya  Perbaikan Gizi Masyarakat?&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tujuan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Agar  dapat mengetahui klasifikasi penyakit gizi salah&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Agar dapat mengetahui Faktor- Faktor yang Menyebabkan Penyakit Gizi  salah&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Agar  dapat mengetahui contoh penyakit yang disebabkan karena      kesalahan gizi&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Agar  dapat mengetahui contoh kasus masalah penyakit gizi salah di  Indonesia&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Agar  Mengetahui Upaya  Perbaikan Gizi Masyarakat&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;PEMBAHASAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;2.1 Klasifikasi Penyakit Gizi Salah &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Penyakit-penyakit kekurangan gizi yang  paling rentan adalah kelompok bayi dan anak balita. Oleh sebab itu,  indikator yang paling baik untuk mengukur status gizi masyarakat adalah  melalui status gizi balita (bayi dan anak balita). Selama ini telah  banyak dihasilkan berbagai pengukuran status gizi tersebut dan  masing-masing ahli mempunyai argumentasi sendiri dalam mengembangkan  pengukuran tersebut. (Anonymous,2008)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Berdasarkan data statistik kesehatan  Departemen Kesehatan RI tahun 2005 dari 241.973.879 penduduk Indonesia,  enam persen atau sekira 14,5 juta orang menderita gizi buruk. Penderita  gizi buruk pada umumnya anak-anak di bawah usia lima tahun  (balita).Depkes juga telah melakukan pemetaan dan hasilnya menunjukkan  bahwa penderita gizi kurang ditemukan di 72% kabupaten di Indonesia.  Indikasinya 2-4 dari 10 balita menderita gizi kurang.Gizi buruk  merupakan salah satu dari tiga tingkatan status gizi selain gizi lebih  dan gizi baik.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Berdasarkan klasifikasi dari Standard  Harvard menurut Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo, 2003. Yaitu standar yang  dikembangkan untuk mengukur status gizi anak disesuaikan dengan kondisi  anak-anak dari negara-negara Asia dan Afrika. Termasuk Indonesia,  klasifikasi status gizi anak didasarkan pada 50 percentile dari 100%  standar Harvard.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Dibawah ini akan diuraikan 4 macam cara pengukuran yang sering dipergunakan di bidang gizi masyarakat serta klasifikasinya :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;1. Berat Badan Per Umur&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Gizi  baik adalah apabila berat badan bayi / anak menurut umurnya lebih  dari 89% standar Harvard.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Gizi  kurang adalah apabila berat badan bayi / anak menurut umur berada  diantara 60,1-80 % standar Harvard.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Gizi  buruk adalah apabila berat badan bayi / anak menurut umurnya 60%  atau kurang dari standar Harvard.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;2. Tinggi Badan Menurut Umur&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Pengukuran status gizi bayi dan anak  balita berdasarkan tinggi badan menurut umur, juga menggunakan  modifikasi standar Harvard dengan klasifikasinya adalah sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Gizi  baik yakni apabila panjang / tinggi badan bayi / anak menurut  umurnya lebih dari 80% standar Harvard.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Gizi  kurang, apabila panjang / tinggi badan bayi / anak menurut umurnya  berada diantara 70,1-80 % dari standar Harvard.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Gizi  buruk, apabila panjang / tinggi badan bayi / anak menurut umurnya  kurang dari 70% standar Harvard.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;3. Berat Badan Menurut Tinggi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Pengukuran berat badan menurut tinggi  badan itu diperoleh dengan mengkombinasikan berat badan dan tinggi badan  per umur menurut standar Harvard juga. Klasifikasinya adalah sebagai  berikut :&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Gizi  baik, apabila berat badan bayi / anak menurut panjang / tingginya  lebih dari 90% dari standar Harvard.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Gizi  kurang, bila berat bayi / anak menurut panjang / tingginya berada  diantara 70,1-90 % dari standar Harvard.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Gizi  buruk apabila berat bayi / anak menurut panjang / tingginya 70% atau  kurang dari standar Harvard.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;4. Lingkar Lengan Atas (LLA) Menurut Umur&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Klasifikasi pengukuran status gizi bayi /  anak berdasarkan lingkar lengan atas yang sering dipergunakan adalah  mengacu kepada standar Wolanski. Klasifikasinya sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Gizi  baik apabila LLA bayi / anak menurut umurnya lebih dari 85% standar  Wolanski.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Gizi  kurang apabila LLA bayi / anak menurut umurnya berada diantara  70,1-85 % standar Wolanski.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Gizi  buruk apabila LLA bayi / anak menurut umurnya 70% atau kurang dari  standar Wolanski.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Menurut Moh. Agus Krisno Budianto, 2004.  Penyakit gizi yang salah dapat digolongkan ke dalam tiga kelompok besar  yaitu penyakit-penyakit bawaan, penyakit berdasarkan ketidakseimbangan  antara &lt;em&gt;intake&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;requirement&lt;/em&gt; dan zat-zat gizi dan penyakit- penyakit keracunan makanan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt; 2.1.1 Penyakit Bawaan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Berdasarkan kesalahan susunan genetik  yang dapat menyebabkan kelainan sintesa enzim, yang dimulai dari  kesalahan genetik, metabolisme (dengan perantara enzim), sehingga  menyebabkan terjadinya penyakit. Penyakit ini disebut juga dengan &lt;em&gt;inbornerrors of metabolism&lt;/em&gt;. Penyakit gizi akibat masalah genetik dapat menyebabkan :&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Enzim  tertentu menurun sehingga mengakibatkan penderita akan mengalami  glukosa, intoleransi fruktosa dll.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Penyakit  gangguan metabolisme.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Penyakit  degeneratif (penurunan)&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Contoh penyakit akibat kesalahan genetic  dapat menyebabkan produksi insulin menurun sehingga dapat mengakibatkan  gangguan metabolisme glukosa rusak (diabetes mellitus).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;2.1.2 Penyakit Akibat Ketidakseimbangan Antara &lt;em&gt;Intake &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;Requirement&lt;/em&gt; dan Zat-zat Gizi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Dilihat dari intake dan requirement ada dua kemungkinan yaitu penyakit gizi lebih dan dan penyakit kurang gizi.&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Penyakit  gizi lebih, contohnya : obesitas yang berkembang menjadi diabetes  mellitus, jantung koroner, dll.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Penyakit  kurang gizi, penyakit defisiensi komplek, contohnya :&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;ul style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kwarshiorkhor  (yang disebabkan karena kekurangan kalori dan protein.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Marasmus  (yang disebabkan karena kekurangan kalori)&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Busung  lapar (yang disebabkan karena kekurangan protein)&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Berdasarkan sebab yang mengakibatkan gizi salah dibedakan menjadi dua :&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Gizi  salah primer, kelainan terletak pada intake dan pada makanan, baik  merupakan kelebihan maupun kekurangan.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Gizi  salah sekunder, intake mencukupi  tetapi  terdapat rintangan pada  rangkaian prosos pencernaan, penyerapan,  transportasi dan  utilization pada zat-zat makanan. Gangguannya yaitu :&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Terjadi   suatu keadaan defisiensi dalam efektifitas zat-zat makanan.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Mempertinggi   desrtuksi atau ekskresi zat-zat makanan sehingga persediaan untuk   penggunaan dalam tubuh menjadi berkurang.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;2.1.3 Penyakit keracunan makanan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Penyakit- penyakit  yang terjadi setelah memakan makanan yang tercemar bakteri dan bahan-bahan kimia.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;2.2 Faktor-faktor yang Menyebabkan penyakit gizi salah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pola  makan, Protein (dan asam amino) adalah zat yang  sangat dibutuhkan  anak untuk tumbuh dan berkembang. Meskipun intake  makanan mengandung  kalori yang cukup, tidak semua makanan mengandung  protein/ asam  amino yang memadai. Contoh : Bayi yang masih menyusui  umumnya  mendapatkan protein dari ASI yang diberikan ibunya, namun bagi  yang  tidak memperoleh ASI protein dari sumber-sumber lain (susu, telur,   keju, tahu dan lain-lain) sangatlah dibutuhkan. Gaya  hidup modern  dengan perkembangan IPTEK dimana terjadinya arus  moderenisasi yang  membawa banyak perubahan pada pola hidup  masyarakat&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Faktor  social, Hidup di negara dengan tingkat  kepadatan penduduk yang  tinggi, keadaan sosial dan politik tidak  stabil, ataupun adanya  pantangan untuk menggunakan makanan tertentu dan  sudah berlansung  turun-turun dapat menjadi hal yang menyebabkan  terjadinya  kwashiorkor.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Factor  pendidikan, kurang adanya pengetahuan tentang pentingnya gizi  dikalangan masyarakat yang pendidikannya relative rendah.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Faktor  ekonomi, Kemiskinan keluarga penghasilan yang  rendah yang tidak  dapat memenuhi kebutuhan berakibat pada keseimbangan  nutrisi anak  tidak terpenuhi, saat dimana ibunya pun tidak dapat  mencukupi  kebutuhan proteinnya.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Faktor  infeksi dan penyakit lain, Telah lama  diketahui bahwa adanya  interaksi sinergis antara MEP (Malnutrisi energi  protein) dan  infeksi. Infeksi derajat apapun dapat memperburuk keadaan  gizi. Dan  sebaliknya MEP, walaupun dalam derajat ringan akan  menurunkan  imunitas tubuh terhadap infeksi.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;2.3 Beberapa Jenis Penyakit &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Penyakit-penyakit atau gangguan-gangguan  kesehatan akibat dari kelebihan atau kekurangan zat gizi dan yang telah  merupakan masalah kesehatan masyarakat, khususnya di Indonesia, antara  lain sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;2.3.1 Penyakit Kurang Kalori dan Protein (KKP)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Penyakit ini terjadi karena  ketidakseimbangan antara konsumsi kalori atau karbohidrat dan protein  dengan kebutuhan energi atau terjadinya defisiensi atau defisit energi  dan protein. Pada umumnya Anak Balita  merupakan kelompok umur yang  paling sering menderita akibat kekurangan gizi. Hal ini disebabkan anak  Balita dalam periode transisi dari makanan bayi ke makanan orang dewasa,  sering kali tidak lagi begitu diperhatikan dan pengurusannya sering  diserahkan kepada orang lain, dan belum mampu mengurus dirinya sendiri  dengan baik terutama dalam hal makanan. Hal ini juga di karenakan pada  umur tersebut anak mengalami pertumbuhan yang pesat. Apabila konsumsi  makanan tidak seimbang dengan kebutuhan kalori maka akan terjadi  defisiensi tersebut (kurang kalori dan protein).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;Dijelaskan dalam Firman Allah QS  Al An’aam (140)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;” &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sesungguhnya rugilah orang yang membunuh anak-anak mereka, karena kebodohan lagi tidak mengetahui&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;sup&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;[513]&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/sup&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;  dan mereka mengharamkan apa yang Allah telah rezki-kan pada mereka  dengan semata-mata mengada-adakan terhadap Allah. Sesungguhnya mereka  telah sesat dan tidaklah mereka mendapat petunjuk”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Penyakit ini dibagi dalam tingkat-tingkat, yakni :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;a. KPP ringan, kalau berat badan anak mencapai 84-95 % dari berat badan menurut   standar Harvard.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;b. KKP sedang, kalau berat badan anak hanya mencapai 44-60 % dari berat badan menurut standar Harvard.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;c. KKP berat (gizi buruk), kalau berat badan anak kurang dari 60% dari berat adan   menurut standar Harvard.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Beberapa ahli hanya membedakan antara 2  macam KKP saja, yakni KKP ringan atau gizi kurang dan KKP berat (gizi  buruk) atau lebih sering disebut marasmus (kwashiorkor). Anak atau  penderita marasmus ini tampak sangat kurus, berat badan kurang dari 60%  dari berat badan ideal menurut umur, muka berkerut seperti orang tua,  apatis terhadap sekitarnya, rambut kepala halus dan jarang berwarna  kemerahan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Penyakit KKP pada orang dewasa memberikan  tanda-tanda klinis : oedema atau honger oedema (HO) atau juga disebut  penyakit kurang makan, kelaparan atau busung lapar. Oedema pada  penderita biasanya tampak pada daerah kaki.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;Dijelaskan dalam Firman Allah QS. Ar Ra’d (13)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;‘&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Dan di bumi ini terdapat  bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman  dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami  dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas  sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian  itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Jenis KKp atau PCM di kenal dalam 3 bentuk yaitu :&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kwarshiorkor&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Kata “kwarshiorkor” berasal dari bahasa  Ghana-Afrika yang berati “anak yang kekurangan kasih sayang ibu”.  Kwashiorkor adalah salah satu bentuk malnutrisi protein berat yang  disebabkan oleh intake protein yang inadekuat dengan intake karbohidrat  yang normal atau tinggi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Etiologi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Kekurangan protein menyebabkan manusia  menderita penyakit yang disebut kwashiorkor atau busung lapar. Penyebab  terjadinya kwashiorkor adalah inadekuatnya intake protein yang  berlansung kronis.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;Epidemiologi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Kasus ini sering dijumpai di daerah  miskin, persediaan makanan yang terbatas, dan tingkat pendidikan yang  rendah. Penyakit ini menjadi masalah di negara-negara miskin dan  berkembang di Afrika, Amerika Tengah, Amerika Selatan dan Asia Selatan.  Di negara maju sepeti Amerika Serikat kwashiorkor merupakan kasus yang  langka.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Berdasarkan SUSENAS (2002), 26% balita di  Indonesia menderita gizi kurang dan 8% balita menderita gizi buruk  (marasmus, kwashiorkor, marasmus-kuarsiorkor).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Tanda-tanda Tanda-tanda yang sering dijumpai pada pada penderita Kwashiorkor yaitu :&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Gagal untuk menambah berat badan&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;wajah membulat dan sembap&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Rambut pirang, kusam, dan mudah dicabut&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pertumbuhan linear terhenti&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Endema general (muka sembab, punggung kaki,  dan perut yang membuncit).&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Diare yang tidak membaik&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dermatitis perubahan pigmen kulit&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Perubahan warna rambut yang menjadi kemerahan  dan mudah dicabut&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Penurunan masa otot&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Perubahan mentak seperti lathergia,  iritabilitas dan apatis yang terjadi&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Perlemakan hati, gangguan fungsi ginjal, dan  anemia&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pada keadaan akhir (&lt;em&gt;final stage&lt;/em&gt;) dapat  menyebabkan shok berat, coma dan berakhir dengan kematian.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;Cara mengatasi kwarshiorkor&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Dalam mengatasi kwashiorkor ini secara  klinis adalah dengan memberikan makanan bergizi secara bertahap.  Contohnya : Bila bayi menderita kwashiorkor, maka bayi tersebut diberi  susu yang diencerkan. Secara bertahap keenceran susu dikurangi, sehingga  suatu saat mencapai konsistensi yang normal seperti susu biasa kembali.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;Fakta  terjadinya kwarshiorkor&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Bandung, Kompas – Sedikitnya 95 anak  balita di 10 kabupaten/kota di Jawa Barat menderita busung lapar, dua  anak balita kwashiorkor dan satu anak balita menderita komplikasi busung  lapar kwashiorkor .Angka itu diperkirakan hanya angka awal dari  fenomena gunung es karena seluruhnya ada 25 kabupaten/kota. Diduga  jumlah ini sekitar 50 persen dari jumlah keseluruhan penderita sebab  belum semua ibu melaporkan kondisi anaknya yang kurang gizi karena  kendala jarak ke pos pelayanan kesehatan setempat atau karena tidak bisa  meninggalkan pekerjaan.&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Marasmus&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Marasmus adalah berasal dari kata Yunani  yang berarti kurus-kering. Sebaliknya walau asupan protein sangat  kurang, tetapi si anak masih menerima asupan hidrat arang (misalnya nasi  ataupun sumber energi lainnya). Marasmus disebabkan karena kurang  kalori yang berlebihan, sehingga membuat cadangan makanan yang tersimpan  dalam tubuh terpaksa dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan yang sangat  diperlukan untuk kelangsungan hidup.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Penderita marasmus yaitu Penderita  kwashiorkor yang mengalami kekurangan protein, namun dalam batas  tertentu ia masih menerima “zat gizi sumber energi” (sumber kalori)  seperti nasi, jagung, singkong, dan lain-lain. Apabila baik zat  pembentuk tubuh (protein) maupun zat gizi sumber energi kedua-duanya  kurang, maka gejala yang terjadi adalah timbulnya penyakit KEP lain yang  disebut marasmus.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Tanda-tanda yang sering dijumpai pada pada penderita marasmus yaitu :&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sangat kurus, tinggal tulang terbungkus kulit  bahkan sampai berat badan dibawah waktu lahir.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Wajahnya seperti orang tua&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kulit keriput,&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;pantat kosong, paha kosong,&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;tangan kurus dan iga nampak jelas.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Gejala marasmus adalah seperti gejala  kurang gizi pada umumnya (seperti lemah lesu, apatis, cengeng, dan  lain-lain), tetapi karena semua zat gizi dalam keadaan kekurangan, maka  anak tersebut menjadi kurus-kering.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Jumlah anak balita gizi buruk di  Indonesia, menurut laporan Unicef tahun 2006, menjadi 2,3 juta jiwa. Ini  berarti naik sekitar 500.000 jiwa dibandingkan dengan data tahun  2004/2005 sejumlah 1,8 juta jiwa (Kompas, 27 September 2006).&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Marasmus-Kwashiorkor&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Gambaran dua jenis gambaran penyakit gizi  yang sangat penting. Dimana ada sejumlah anak yang menunjukkan keadaan  mirip dengan marasmus yang di tandai dengan adanya odema, menurunnya  kadar protein (Albumin dalam darah), kulit mongering dan kusam serta  otot menjadi lemah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Menurut Dr. Magdalena, sampai 28 Mei 2005  jumlah gizi buruk dari Kabupaten/Kota P. Lombok berjumlah 559 kasus  termasuk 51 kasus yang dirawat di RSU Mataram. Diantara kasus gizi buruk  tersebut 8 anak diantaranya meninggal dunia. Kasus gizi buruk tersebut  masing-masing tersebar di Kota Mataram sebanyak 23 kasus ( 2 diantaranya  meninggal), Kab. Lombok Barat 133 kasus ( 5 diantaranya meninggal  dunia), Kab. Lombok Tengah 25 kasus ( 1 diantaranya meninggal dunia) dan  Kab. Lombok Timur 178 kasus.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Dari kasus gizi buruk tersebut, tergolong  gizi buruk dengan gejala klinis yaitu Marasmus 16 kasus, Kwashiorkor 1  kasus dan Marasmus + Kwashiorkor 4 kasus.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;2.3.2 Busung Lapar&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Busung lapar atau bengkak lapar dikenal  jiga dengan istilah Honger Oedeem (HO). Adalah kwarshiorkor pada orang  dewasa. Busung lapar disebabkan karena kekurangan makanan, terutama  protein dalam waktu yang lama secara berturut-turut. Pada busung lapar  terjadi penimbunan cairan dirongga perut yang menyebabkan perut menjadi  busung (oleh karenanya disebut busung lapar).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Tanda-tanda yang terjadi yaitu :&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kulit  menjadi kusam dan mudah terkelupas&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Badan  kurus&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Rambut  menjadi merah kusam dan mudah dicabut&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sekitar  mata bengkak dan apatis&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;anak  menjadi lebih sering menderita bermacam penyakit dan lain-lain.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Penderita busung lapar biasanya menderita  penyakit penyerta. Misalnya dari 12 anak balita di Kabupaten Cirebon,  tiga di antaranya menderita tuberkulosis, satu hydrocephalus (kepala  besar), dan satu meningitis (radang selaput otak).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Dari data tersebut, jumlah penderita  busung lapar terbanyak ada di Kabupaten Cianjur, yaitu 70 orang, lalu  Kabupaten Cirebon dan Majalengka masing-masing 12 orang dan lima orang.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;2.3.3 Penyakit Kegemukan (Obesitas)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Penyakit ini terjadi ketidakseimbangan  antara konsumsi kalori dan kebutuhan energi, yakni konsumsi kalori  terlalu berlebih dibandingkan dengan kebutuhan atau pemakaian energi.  Kelebihan energi di dalam tubuh ini disimpan dalam bentuk lemak.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Pada keadaan normal, jaringan lemak ini  ditimbun di tempat-tempat tertentu diantaranya dalam jaringan subkutan  dan didalam jaringan tirai usus. Seseorang dikatakan menderita obesitas  bila berat badannya pada laki-laki melebihi 15% dan pada wanita melebihi  20% dari berat badan ideal menurut umurnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Bila masukan energi (suapan makanan) sama  dengan pengeluaran  energi untuk metabolisme basal dan kegiatan fisik  berat badan akan tetap konstan. Bila masukan energi lebih besar   daripada pengeluaran, kelibahan makanan akan diubah menjadi lemak dan  mengakibatkan kegemukan. Patokan umum, orang dikatakan kegemukan bila  bila berat badannya 10% lebih tinggi dari berat standart/ideal.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Pada orang yang menderita obesitas ini  organ-organ tubuhnya dipaksa untuk bekerja lebih berat karena harus  membawa kelebihan berat badan. Oleh sebab itu pada umumnya lebih cepat  gerah, capai dan mempunyai kecenderungan untuk membuat kekeliruan dalam  bekerja. Akibat dari penyakit obesitas ini, para penderitanya cenderung  menderita penyakit-penyakit kardiovaskuler, hipertensi, dan diabetes  melitus. (Anonymous,2008)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;Hal tersebut telah di terangkan dalam Firman Allah QS. Al A’raaf (31). &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;“…&lt;em&gt;&lt;strong&gt;makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan[535]. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;” &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;Penyebab&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit obesitas antara lain sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Keturanan, Stuktur dan tipe tubuh cenderung menurun  orang tua gemuk   sering mempunyai anak-anak yang gemuk, tetapi dapat  diperolehkan   bahwa ini lebih disebabkan oleh kebiasaan makanan  daripada oleh   sifat yang diturunkan.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kurangnya Kegiatan Fisik, kegemukan jarang dijumpai  pada orang yang   menjalani kehidupan aktif dan mempunyai pekerjaan yang  melibatkan   kerja fisik berat. Pada orang yang tidak aktif, pusat  nafsu makan   di hipotalamus cenderung berfungsi pada tingkat yang  rendah dan   keseimbangan yang normal antara masukan dan pengeluaran  energi   tidak lagi dipertahankan, ini mengakibatkan lebih besarnya  suapan   makanan daripada yang dibutuhkan.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kebiasaan makanan, Orang yang sering makan melebihi  kebutuhannya,   ini berlaku terutama untuk makanan kaya akan gula yang  sangat   lezat, seperti coklat. dan es krim yang mempunyai nilai energi    tinggi. Kebiasaan makan pada awal kehidupan mempunyai dampak pada    berat badan sewaktu dewasa, bila suapan makanan bagi bayi dan    anak-anak kecil melebihi kebutuhan jumlah sel-sel jaringan lemak   akan  meningkatkan untuk menyimpan kelebihan lemak. Faktor   Psikologis, Orang  dengan permasalah psikologis/emosional cenderung   menemukan pelipur  lara dalam makana yang dan sering makanan   berlebihan.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Faktor Endokrin, Banyak orang gemuk menyalahkan  kelenjar mereka.   Padahal, kelainan endokrin jarang menyebabkan  kegemukan. Adakala   kegemukan diakibatkan oleh produksi hormon yang  cacat oleh tiroid,   pituitari atau kelenjar kelamin. Kegemukan lebih  disebabkan oleh   kelainan hipotalamus, yang pada gilirannya akan  mempergaruhi fungsi   kelenjar endokrin.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;Penyembuhan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Pengobatan obesitas dapat dilakukan dengan cara :&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Diet dengan cara puasa, diet rendah kalori&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;latihan  fisik, dapat menurunkan berat badan dan dibatasi dengan pembatasan  masukan kalori.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pembedahan&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Farmakologi&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;2.3.4 Defisiensi  Iodium&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Beberapa akibat defisiensi Iodium antara lain :&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;pembesaran  Kelenjar Tiroid (gondok)&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kreatin  yaitu kekurangan Iodium berlanjut ditandai  ukuran tubuh  pendek,kulitkasar berwarna kekuningan, raut muka seperti  orang  bodoh, mulut terbuka dan hidung besar.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Myxdema  ditandai dengan pertumbuhan tulang yang  terhambat sehingga pendek,  perut buncit, kulit kering dan rambut rontok  dan banyak lemak yang  tertimbun pada kulit.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Abortus  (Kematian ibu dan Anak). Pada ibu hamil  memiliki gangguan retardasi,  aborsi, gangguan perkembangan, kelainan  congenital yang dapat  mematikan fetus yang ada di kandungan.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Fungsi iodin yang diketahui ialah sebagai  bahagian perlu kepada hormon tairod. Hormon tairod mengatur banyak  aktiviti berlainan termasuk tumbesaran, pembiakan , fungsi  neuromuskular, pertumbuhan kulit dan rambut, metabolisma selular, dan  menolong melepaskan tenaga ke dalam sel. Badan kita biasanya  mengandungi  20 – 30mgs iodin. Lebih kurang  60% daripadanya terdapat  dalam kilang tairod, selebihnya didapati pada keseluruhan tisu badan ,  terutamanya dalam ovari, otot dan darah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Pencegahan Defisiensi Iodium dapat dilakukan dengan upaya sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Fortifikasi&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;ul style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Fortifikasi   Iodium dalam garam Dapur&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Fortifikasi   Iodium pada cokelat&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Fortifikasi   Iodium pada air minum&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Fortifikasi   Iodium pada Roti&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Fortifikasi   Iodium pada  Gula Kelapa&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ol style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Penyuntikan  Lipiodol&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Lapiodol merupakan larutan Iodium dalam minyak dalam 40 % yang diberikan dalam bentuk suntikan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Iodine terjadi dalam jumlah yang berbeda  yang terdapat dalam makanan dan air minuman. Makanan laut seperti udang  kara, tiram, sarden, dan sampai rumput laut adalah sumber iodine yang  baik.Jumlah iodin yang terkandung dalam susu dan telur adalah ditentukan  oleh jumlah iodine yang terdapat dalam makanan termakan tersebut.  Kandungan iodin yang terdapat dalam sayur-sayuran adalah berbeda  mengikuti jumlah kandungan iodin yang terdapat dalam tanah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;2.3.5 Xerophthalmia (Defisiensi Vitamin A)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Penyakit ini disebabkan karena kekurangan  konsumsi vitamin A didalam tubuh. Gejala-gejala penyakit ini adalah  kekeringan epitel biji mata dan kornea karena glandula lakrimalis  menurun. Terlihat selaput bola mata keriput dan kusam bila biji mata  bergerak. Fungsi mata berkurang menjadi hemeralopia atau noctalmia yang  oleh awam disebut buta senja atau buta ayam, tidak sanggup melihat pada  cahaya remang-remang. Pada stadium lanjut maka mengoreng karena  sel-selnya menjadi lunak yang disebut keratomalasia dan dapat  menimbulkan kebutaan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Fungsi vitamin A sebenarnya mencakup 3  fungsi yakni fungsi dalam proses melihat, dalam proses metabolisme, dan  proses reproduksi. Gangguan yang diakibatkan karena kekurangan vitamin A  yang menonjol, khususnya di Indonesia adalah gangguan dalam proses  melihat yang disebut xerophthalmia ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Oleh sebab itu penanggulangan defisiensi  kekurangan vitamin A yang penting disini ditujukan kepada pencegahan  kebutaan pada anak balita. Program penanggulangan xerophthalmia  ditujukan pada anak balita dengan pemberian vitamin A secara cuma-cuma  melalui puskesmas dan / atau posyandu. Disamping itu program pencegahan  dapat dilakukan melalui penyuluhan gizi masyarakat tentang  makanan-makanan sebagai sumber vitamin&lt;/p&gt;  &lt;dl&gt;&lt;dd&gt; &lt;table border="1" cellpadding="7" cellspacing="0" width="457"&gt; &lt;colgroup&gt;&lt;col width="313"&gt; &lt;col width="115"&gt; &lt;/colgroup&gt;&lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td height="18" width="313"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bahan makanan&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="115"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Mg tiamin per 100 g&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td height="9" width="313"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Minyak      hati ikan jenis halibut&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Minyak      hati ikan cod&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Hati      lembu jantan&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Margarin&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Mentega&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Keju      ceader&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Telur&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Iakn      jenis haering&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Susu&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="115"&gt; &lt;p align="justify"&gt;900.000&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;18.000&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;16.500&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;900&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;825&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;350&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;140&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;45&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;30&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Data Departemen Kesehatan menunjukkan, 5  juta anak balita mengalami gizi kurang, 8,1 juta anak balita menderita  anemia gizi, dan 10 juta anak balita mengalami kurang vitamin A  subklinis&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;2.3.6 Defisiensi thiamine ( vitamin B&lt;sub&gt;1&lt;/sub&gt;)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Vitamin ini adalah zat berupa kristal,  tersusun dari unsur-unsur karbon, hidrogen, oksigen dan belerang, mudah  larut dalam air dan sedikit melarut dalam alkohol. Vitamin ini selain  disebut theamin, lazim pula disebut aneurin atau anti beri-beri.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Penyakit beri-beri yang disebabkan kekurangan theamin ditandai dengan :&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;kurangnya sesuatu yang dapat dirasakan atau   gatal pada ibu jari kaki serta telapak kaki.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;lutut terasa seakan-akan kaku dan refleknya   tidak  ada, nyeri, kejang, sulit berjalan yang dapat menimbulkan   kelumpuhan  kaki dengan atrofi otot kaki.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;sebagai tingkat lanjutannya berbagai urat   saraf mengalami gangguan, termasuk gangguan pada fungsi jantung.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;pada beri-beri basah ditandai oleh udema yang   khusus pada kaki, sedang pada beri-beri kering dijumpai atrofi otot   yang umum.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Vitamin B&lt;sub&gt;1&lt;/sub&gt; atau theamin sangat  diperlukan tubuh, tersedianya dalam tubuh karena diserap usus dari  makanan, selanjutnya diangkut bersama darah kejaringa-jaringan tubuh.  Theamin ditemukan sebagai cadangan dalam jumlah terbatas didalam hati,  buah, pinggang, jantung, otot dan otak, sebagai cadangan diperlukan  untuk sekedar dapat memelihara fungsi alat-alat tubuh tadi dalam waktu  yang singkat. Sel jaringan mewujudkan/menjadikan tersedianya zat yang  mengandung thiamin, zat mana demikian membantu dalam pembakaran  karborhidrat dan diangkat didalam darah oleh sel darah putih yang  mempunyai inti dengan thiamin yang bebas dalam plasma. Koenzim tersebut  berfungsi memungkinkan karboksilase memisahkan karbnioksida dari asam  piruvat, sedangkan sisanya selanjutnya dirombak menjadi karbondioksida  dan air.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;Fungsi thiamin ( B&lt;/strong&gt;&lt;sub&gt;&lt;strong&gt;1&lt;/strong&gt;&lt;/sub&gt;&lt;strong&gt;) adalah&lt;/strong&gt; :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;1. metabolsime karbohidrat&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;2. mempergaruhi keseimbangan air didalam tubuh&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;3. mempergaruhi penyerapan zat lemak dalam usus&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Sumber vitamin B&lt;sub&gt;1 &lt;/sub&gt;( theamin ) adalah hati, ginjal, jantung, otak, susu, kuning telur, kuliut ari padi dan gandum, wortel dan ragi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Dalam hal menentukan besarnya kebutuhan  thiamin ini, bagi anak yang sedang meningkatkan pertumbuhanya dapat agak  mudah menentukannya dibandingkan dengan orang dewasa :&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;bagi anak-anak yang sedang meningkatkan   pertumbuhanya memerlukan thiamin perkilogram berat badanya, dan  umunnya  relatif lebih besar dibandingkan dengan orang dewasa.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;bagi orang dewasa penentuan kebutuhanya memang  agak  sulit karena harus dipertimbangkan dengan besar tubuhnya,  kegiatan,  kebiasa makan dan perbedaan pemanfaatan dan kemanfaatan  dalam tubuhnya.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;bagi ibu yang sedang hamil atau menyusui sudah  tentu akan memerlukan thiamin lebih banyak daripada biasanya.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;Tabel. Kandungan Tiamin pada beberapa makanan&lt;/strong&gt; .&lt;/p&gt;  &lt;dl&gt;&lt;dd&gt; &lt;table border="1" cellpadding="7" cellspacing="0" width="445"&gt; &lt;colgroup&gt;&lt;col width="301"&gt; &lt;col width="115"&gt; &lt;/colgroup&gt;&lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td height="18" width="301"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bahan makanan&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="115"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Mg tiamin per 100 g&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td height="123" width="301"&gt; &lt;p align="justify"&gt;“Flake”      jagung&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;kapri&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Roti      tawar asal tepung gandum pecah kulit&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Roti      tawar&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kentang&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Daging      kambing&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Daging      sapi&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Susu&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="115"&gt; &lt;p align="justify"&gt;1,8&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;0,32&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;0,26&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;0,18&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;0,11&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;0,09&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;0,05&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;0,04&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;2.3.7  Defisiasi Vitamin B&lt;sub&gt;2 &lt;/sub&gt;( Riboflavin )&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Riboflavin mempunyai sifat larut dalam  air dan tahan panas didalam larutan netral atau asam, akan tetapi kalau  dipanaskan dalam larutan basa ataupun kalau kena sinar matahari maka  vitamin tersebut akan rusak. Pada putih telur kadungan riboflavin  ternyata lebih banyak dari kandungan thiaminya. Mikro  organisme—-bakteri—-dalam usus pada umunya sangat menunjang pembentukan  riboflavin.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Fungsi riboflavin yaitu :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;a. berguna untuk pemindahan rangsangan sinar ke syaraf mata.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;b. berperan dalam berbagai enzim dalam  proses oksidasi dalam sel-sel, dalam proses oksidasi jaringan ( teruama  di bagian luar dari tubuh, seperti : kulit, mata dan syaraf perifer ).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Kekurangan vitamin B2( riboflavin ) yaitu :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;1. pengelihatan menjuadi kabur—-katarak dan keratitis pada mata—, hampir semacam buta senja.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;2. keilosis—-radang atau luka pada bagian sudut bibir, hidung&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;3. gangguan pada proses pertumbuhan, pada pencernaan dan urat syaraf.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;4. berat badan menurun sedangkan aktivitasnya menjadi berkurang.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Riboflavin dalam bentuk yang  diperdangankan merupakan kristal, berwarna kuning orage, mudah larut  dalam suasana basa, tidak stabil terhadap pemanasan, larut dalam pH  riboflavin tidak stabil terhadap sinar tampak dan sinar iltraviolet.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Kebutuhan normal orang dewasa akan vitamin B&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;  yaitu 1.6 mg perhari, namun kebutuhan tersebutsecara berlebihan  tepatnya tergantung pada umur, berat badan, konsumsi energi dan protein,  kebutuhan vutamin ini bagi anak-anak, wanita hamil dan menyusui   tentunya lebih tinggi daripada biasanya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;Tabel .kandungan Riboflavin pada beberapa makanan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt; &lt;table border="1" cellpadding="7" cellspacing="0" width="469"&gt; &lt;colgroup&gt;&lt;col width="278"&gt; &lt;col width="162"&gt; &lt;/colgroup&gt;&lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td height="24" width="278"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bahan makanan&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="162"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Mg riboflavin per 100gram&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td height="133" width="278"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Khamir     bir yang dikeringkan&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Hati&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Ginjal&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Jantung&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Keju&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Telur&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Daging     sapi&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Susu&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kubis&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kentang&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Roti tawar&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="162"&gt; &lt;p align="justify"&gt;3,68&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;3,10&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;2,10&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;1,60&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;0,50&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;0,47&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;0,20&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;0,19&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;0,05&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;0,04&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;0,03&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;2.3.8  Defisiensi vitamin B&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Vitamin B3 atau dikenali juga dengan nama  Niacin diperlukan oleh badan kita untuk peredaran darah dan kulit yang  sihat. Niacin adalah penting dalam menghasilkan tenaga daripada gula  darah (blood sugar) dan dalam pembuatan lemak. Ia membantu dalam fungsi  sistem saraf ; dalam metabolisma karbohidrat, lemak dan protin dan dalam  pengeluaran asid hidroklorik untuk sistem penghadaman.  Ia juga  terlibat dalam pengeluaran cecair hempedu dan perut yang normal dan  sitesis hormon seks. Niacin merendahkan paras kolestrol dan membaiki  peredaran darah. Ia membantu dalam penyakit mental seperti  schizophrenia  dan ia juga sebagai menambah ingatan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;Sumber :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Niacin dan niacinamide didapati daripada  hati lembu, ragi yang ditapai, kobis bunga, lobak merah, keju, tepung  jagung, buah kurma,  telur, fish, susu, kacang tanah, ubi kentang,   tomato, gandum, dan hasil gandum.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kekurangan :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;1. Keletihan, lemah badan&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;2. Pellegra,sejenis penyakit dengan  gejala bengkak; kulit merekah atau pecah; bengkak mulut dan lidah;  cirit; gangguan mental; pening; lemah badan; sakit kepala; lemah otot;  rendah gula dalam darah&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;Tabel. kandungan asam nikotianat dari beberapa makanan&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt; &lt;table border="1" cellpadding="7" cellspacing="0" width="462"&gt; &lt;colgroup&gt;&lt;col width="211"&gt; &lt;col width="221"&gt; &lt;/colgroup&gt;&lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td height="29" width="211"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bahan makanan&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="221"&gt; &lt;p align="justify"&gt;Mg asam     nikotianat ekivalen per 100 g&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td height="371" width="211"&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Khamir     bir yang dikeringkan&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kacang     garing&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Hati&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Daging     sapi&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Keju     cieader&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Roti     tawar  asam tepung gandum pecah kulit&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Telur&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kapri&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Roti     tawar&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kentang&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Susu&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bir&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="221"&gt; &lt;p align="justify"&gt;62,9&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;21,3&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;17,9&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;7,2&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;6,2&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;5,6&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;4,9&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;3,7&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;3,4&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;3,0&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;1,7&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;0,9&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;0,6&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;2.3.9  Defisiensi Vitamin B&lt;/strong&gt;&lt;sub&gt;&lt;strong&gt; 12&lt;/strong&gt;&lt;/sub&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Vitamin B&lt;sub&gt; 12  ­&lt;/sub&gt;berfungsi dalam  stimulus pada jaringan. Sianokobalamin dapat dikatakan demikian  mendasari pembentukan bentukan vitamin B12.hasil penelitian menyatakan  bahwa sianokobalamin mengandung suatu kelompok sianida dan terikat pada  kobalat pusat B12 berbentuk kristal berwarna merah tua.dapat larut dalam  air dan alkohol,stabil dalam bentuk larutan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Vitamin B12 sumbernya yaitu hati,fungsinya dalam tubuh yaiu&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sebagai  koenzim yang pentig dalam metabolisme asam amino&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Berperan  dalam pembentukan eritrosit&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Diperkirakan  berperan dalam sintesis asm nukleat&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Berperan  pula dalam pembentukan darah merah&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Makan vitamin dan zat gizi lain ada  aturan bakunya. Tidak boleh kurang, juga jangan berlebihan. Kalau ini  dilanggar, apalagi sampai berlangsung lama, dapat mengganggu kesehatan.  Kekurangan vitamin B12, misalnya, mengganggu pertumbuhan pada anak dan  sistem saraf sehingga muncul gejala kebodohan, gampang marah, atau  tersinggung.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Ada sejumlah faktor penyebab defisiensi  vitamin B12. Misalnya karena asupan vitamin lewat makanan kurang. Jumlah  yang ditelan sedikit, atau kurang memenuhi standar yang ditetapkan. Ini  bisa terjadi pada mereka yang “alergi” makanan hewani, yang notabene  merupakan sumber kobalamin (nama lain vitamin B12).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Pola makan vegetarian (hanya makan dari  sumber nabati) juga dapat menjadi faktor penyebab kekurangan vitamin  ini. Sebab, vitamin B12 ditemukan dalam produk hewan, dan jarang  terdapat pada makanan nabati, kecuali kalau bahan itu berasal dari  rumput laut atau yang terkontaminasi oleh feses. Beberapa rumput laut  mengandung kobalamin kecuali spirulina karena hampir seluruh vitamin B12  pada spirulina merupakan analog.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Banyak sekali fungsi kobalamin dalam  tubuh. Vitamin ini dikenal sebagai penjaga nafsu makan dan mencegah  terjadinya anemia (kurang darah) dengan membentuk sel darah merah.  Karena peranannya dalam pembentukan sel, defisiensi kobalamin bisa  mengganggu pembentukan sel darah merah, sehingga menimbulkan  berkurangnya jumlah sel darah merah. Akibatnya, terjadi anemia.  Gejalanya meliputi kelelahan, kehilangan nafsu makan, diare, dan murung.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Defisiensi berat B12 potensial  menyebabkan bentuk anemia fatal yang disebut Pernicious anemia. Soalnya,  vitamin B12 bisa disimpan dalam tubuh (hati dan ginjal), dan hanya  dibutuhkan dalam jumlah sedikit, timbulnya gejala defisiensi berat itu  perlu waktu lima tahun atau lebih. Ketika gejalanya muncul ke permukaan,  biasanya pada usia pertengahan, defisiensi itu lebih karena penyakit  pencernaan atau gangguan penyerapan daripada karena menu yang miskin  B12, kecuali bagi yang vegetarian berat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Vitamin B12 juga merupakan koenzim  penting yang dibutuhkan untuk sintesa DNA yang mengontrol pembentukan  sel-sel baru. Pun B12 vital dalam mencegah kerusakan sistem saraf dengan  membantu pembentukan mielin pada urat saraf.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Karena berperan dalam melindungi fungsi  saraf, defisiensi kobalamin bisa menimbulkan pembentukan sel saraf  terganggu, dan mengakibatkan kerusakan sistem saraf. Gejalanya,  kehilangan daya ingat dan orientasi, gampang bingung, delusi  (berkhayal), kelelahan, kehilangan keseimbangan, refleks menurun, mati  rasa, geli di tangan dan kaki, serta pendengaran terganggu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Kekurangan vitamin ini juga sering  ditandai dengan timbulnya gejala kebodohan karena sistem saraf  terganggu, dan demielinasi (kerusakan asam lemak mielin pada akson  saraf) yang menyebar dan progresif. Pengaruh defisiensi B12 pada anak  adalah terganggunya pertumbuhan. Suatu penelitian membuktikan bahwa  anak-anak yang vegetarian mengalami gangguan pertumbuhan (kerdil) karena  asupan B12 tidak memadai. Selain meningkatkan pertumbuhan dan  perkembangan anak secara normal, vitamin B12 juga memelihara kesuburan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Di samping mengganggu pertumbuhan dan  sistem saraf, kekurangan vitamin B12 juga menjadikan mereka gampang  marah dan tersinggung. Sementara itu penyebab kerusakan sistem saraf  kemungkinan karena defisiensi gugus metil lantaran tidak mampu  mensintesis metionin (salah satu asam amino) dan S-adenosil metionin.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;2.3.10  Difesiensi Vitamin C&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Bahan bahan makanan yang mengandung  vitamin C adalah hati,ginjal,sayur sayuran dan buah buahan segar  terutama jeruk yang dapat mengandung zat zat sitrin dan rutrin(zat zat  ini yang membantu dalam menghentikan pendarahan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Vitamin C pemula isolasinya dilakukan  oleh seorang pakar yang bernama SZENT GYORGY(1912)dari jeruk kol,dan  adrenal korteks,yang pada waktu itu dinamakanya sebagaia asam  heksuronika sehubungan dengan molekulnya 6 atom karbon serta bersifat  mereduksi.vitamin C ini jelasnya merupakan derivat heksoso cocok  digolongkan sebagai suatu karbohidrat,dalam bentuk klristal berwarna  putih,demikian larut dalam alkohol,stabil dalam keadaan kering tetapi  mudah teroksidasi dalam keadaan larutan basa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Vitamin C mudah rusak oleh panas sehingga sayuran dimasak akan berkurang    kadar vitamin C nya:&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sebagai aktivator macam macam fermen perombak protein dan lemak&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Penting bagi dehidrasi dan oksidasi dalam sel&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Mempengarui kerja anak ginjal&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Penting dalam prmbentukan trobsit&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Dalam keadaan tubuh dalam waktu mengalami kekurangan vitamin C dapat menimbulkan:&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kerusakan  sel sel endotel&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pembuluh  kapiler kurang permeabel dan mengakibatkan timbulnya pendarahan  dalam sum sum tulang serta kerusakan tulang&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Gejala  awal ditandai dengan pendarahan pada gus, dibawah kulit ‘karies  gigi dan mudah menderita sakit gigi disebut skrobutum.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;2.3.11 Defisensi Vitamin D&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Senyawa kolkalsiferol berwarna putih, berbentuk kristal yang larut dalam minyak dan olemak tetapi tidak larut dalam air.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Ada dua bentuk vitamin D yang amt berbeda :&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;kolkalsiferol  ( vitamin D &lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;) adalah bentuk alami dari vitamin ini dalam  makanan. Vitamin D &lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; dapat terbentuk dibawah kulit oleh  pengaruh sinar matahari ( radiasi ultra violet ).&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;ergokalsiferol  ( vitamin D &lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; ) adalah bentuk sintetik dari vitamin ini  mempunyai aktivitas yanf sama dengan vit alami. Vitamin D&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;  dihasilakan dengan irradiasi ultra violet dari ergosterol,   suatunsenyawa yang dapat di ekstraksi khamir. Bentuk inilah yang   ditambah dalam berbagai komoditi seperti margarin dan makanan bayi.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;Sumber :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;makanan,  minyak hati ikan, ikan yang berminyak, telur, mentega, hati dan  keju.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;sinar  matahari&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;vitamin  D terbentuk dalam kulit yang terkena sinar matahari.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;Fungsi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Vitamin D diperlukan untuk pertumbuhan  dan pemeliharaan tulang dan gigi. Vitamin D dibutuhkan untuk absobsi  kalsium dari usus dan unytuk pengambilan kalsium dan fosfor oleh tulang  dan gigi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt; Kekurangan vitamin D&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;1. Menyebabkan penyakit rakhitis ( tulang  panjang akan membengkok pada bagian yang menderita beban tubuh,  lututgemetar dan kaki pengkar ).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;2. Menyebabkan gangguan absobsi kalsium dan pelunakan tulang.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;3. Gigi keluart terhambat&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;4. Panggul menjadi kecil dan sempit&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Penyebab penyakit rakhitis adalah susunan  makanan yang murah, yamg terutama terdiri dari segi makanan sereal  tanpa vit D dan kuramganya sinar matahari didaerah kota yang penuh asap.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kelebihan vitamin D&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pengedapan   kalsium pada jaringan lunak dalam tubuh&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Keracunan&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Pengambilan secara berlebihan boleh  menyebabkan seseorang itu mengalami pengumpulan kalsium pada organ  tubuh, tulang rapuh dan kerosakan pada sistem renal dan kardiovaskular.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;2.3.12 Defisiensi vitamin E&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Vitamin E adalah aktioksidan alam. Dalam  minyak nabativitaminE membantu pengurangan ketengikan dengan mencengahan  oksidasi terhadap asam lemak tidak jenuh. Vitamin E juga berperan  melindungi asam askorbat terhadap oksidasi dalam sayuran dan  buah-buahan.Vitamin E mempergaruhi kesuburan manusia.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt; Sumber vitamin E&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;a. Gandum&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;b. Minyak nabati&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;c.    Telur dan susu&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Vitamin E banyak terdapat pada beberapa  makanan , Minyak jagung atau biji kapas, mentega, beras perang, minyak  kacang soya, minyak sayuran lain seperti minyak kacang dan sebagainya.  Mengandungi antioksidan. Membantu membina sel darah merah, otot-otot dan  tisu tubuh. Menyimpan asid berlemak. Antioksidan juga boleh  mengurangkan risiko sesetengah kanser.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Kekurangan vitamin ini jarang berlaku  tetapi membabitkan kelahiran tidak cukup bulan, bayi tidak cukup berat  atau kanak-kanak yang sistem tubuhnya tidak menyerap bahan berlemak  dengan sempurna. Juga menyebabkan kecacatan sistem saraf.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;Fungsi vitamin E yaitu :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;mencegah  keguguran atau pendarahan pada ibu hamil&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;diperlukan  pada saat sel sedang membelah.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;2.3.13 Difesiensi vitamin K&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Vitamin K terdapat dalam sayuran hijau dan berbagai pangan lain. Vitamin K adalah ensensial untuk pembekuaan   darah yang biasa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kekurangan vitamin K&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Jarang terjadi, karena vitamin K ini  terdapat dalam  susunan makanan yang normal dan disentesis oleh bakteri  yang ada diusus,masalah pembekuan darah yang tidak normal atau  pendarahan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Viamin K dibentuk dalam usus tebal (  kolon ) dengan bantuan bakteri Escherica coli, viamin ini hanya dapat  diserap apabila bersama-sama empedu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;Fungsi vitamin K yaitu&lt;/strong&gt; :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;pembentukan prototrombin, jelasnya  penting dalam proseskoagulasi          ( pengumpalan ) darah. Peranan  empedu dalam penyerapan usus adalah sangat menentukan, dalam hal ini  apabila sekresi empedu terganggu maka penyerapan vitaminK ternyata akan  terganggu pula. Pda seseorang menderita penyakit kuning atau penyakit  saluran empedu, kekurangan vitamin K akan mengalami cukup besar,  sungguhpun tersedianya vitamin ini dalam makanan cukup banyak, sehingga  penderita ini mengalami kesulitan dalam pembekuan/pengumpalan darahnya  pada bagian yang terluka. Kadar protombin yang rendah dalam tubuh  sebagai akibat kurangnya vitamin K yang diserapm oleh tubuh  kadang-kadang pada ibu yang melahirkan atau pada bayi terjadi pendarahan  yang cukup hebat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;2.3.14 Defisensi  Calsium&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Kalsium banyak terdapat dalam  susu,  telur dan sayuran, Kalsium Susu, dadih, keju, sardin, brokoli dan daun  lobak putih.  Membantu membina tulang dan gigi yang kuat. Mengingkatkan  fungsi otot dan saraf. Membantu darah membeku. Menggiatkan enzim-enzim  yang diperlukan tubuh untuk menukarkan makanan kepada tenaga.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt; Kekurangan kalsium adalah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Penyakit rachitis dan penghambat pada  pertumbuhan Kekurangan phosphorus edan vitamin D, Mengalami sembelit,  karang, ginjal, pengumpulan kalsium pada tisu-tisu badan. Menghalang  penyerapan zat besi dan mineral-mineral lain.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;Sumber yaitu&lt;/strong&gt; :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Dada ayam, susu, kekacang, kuning telur  dan keju.  Ia bergantung dengan kalsium dalam pembinaan tulang dan gigi  yang sihat. Diperlukan untuk metabolisme, kimia tubuh, fungsi saraf dan  otot.  Kekurangan:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Walaupun jarang berlaku, ia dapat menyebabkan seseorang itu mengalami lemah-lemah tubuh, sakit tulang dan kurang selera makan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;Fungsi kalsium :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;1. pembentukan tulang dan gigi&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;2. pada proses fisiologik dan biokimiawi  didalam tubuh ( pada pembekuan darah, eksitabilitas syaraf otot,  kerekatan seluler, transmisi impul-impul syaraf, memelihara dan dan  meningkatkan fungsi membran sel, mengaktifkan reaksi enzim dan  pengeluaran hormon).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;2.3.15 Defisensi  Besi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;Fungsi yaitu :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Zat besi atau iron adalah nutrien penting  untuk badan manusia. Seorang lelaki dewasa yang sihat mempunyai 40  hingga 50 mg iron per kilogram berat badan manakala bagi wanita dewasa  mempunyai 35 hingga  50 mgs per kilogram berat badan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Iron memainkan peranan penting dalam  pengangkutan oksigen daripda paru-paru ke tisu. Iron bergabung dengan  oksigen di dalam paru-paru dan melepaskan oksigen dalam tisu-tisu yang  memerlukan. Iron digunakan dalam pembuatan haemoglobin.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Iron juga berperanan penting dalam fungsi normal imuniti. Kekurangan iron telah menunjukkan badan kita mudah mendapat jangkitan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;Sumber yaitu :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Sumber terbaik zat besi berasaska makanan  ialah hati, tiram, kerang, buah pinggang, daging tanpa lemak, ayam/itik  dan ikan. Kacang dan sayur yang dikeringkan adalah sumber iron yang  baik daripada tumbuhan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kekurangan yaitu :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt;Keletihan, lemah badan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berdebar, sakit dada&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sukar bernafas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;anemia&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;2.3.16 Penyakit-penyakit keracunan makanan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Keracunan makanan ialah penyakit yang  terjadi setelah memakan makanan yang tercemar dengan kuman atau bahan  kimia. Terdapat banyak kesalahan makan atau keracunan makanan yang  terjadi dan bahkan dapat menyebabkan kematian.&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Keracunan  HCN (asam Biru), disebabkan oleh asam biru  (HCN). Misalnya pada  singkong yang mengandung suatu glukosarida oleh  pengaruh enzim akan  menghasilkan HCN. Gejala keracunan singkong ialah  mual dan muntah,  sesak nafas dan koma.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Aflatoxin,  merupakan racun yang dihasilkan oleh jamur &lt;em&gt;aspergillus falfus&lt;/em&gt; yang dapat mencemari kacang tanah.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Asam  bongkrek, merupakan senyawa yang diproduksi oleh &lt;em&gt;pseudomonas  cocovenenans&lt;/em&gt;. terbentuknya  toksin pada tempe bongkrek&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Ada beberapa hal yang menyebabkan meningkatnya kasus keracunan pangan :&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Meningkatnya jumlah makanan yang dimakan  diluar  rumah                  ( dalam kantin, resteurant, dll ),  jika makan  yang dikelolah oleh pengusaha catering tercemar oleh  bakteri penyebab  kerancunan pangan, sejumlah besar orang akan  dirancuni.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pengusaha catering sekarang menyiapakan lebih  banyak  variasi menu yang sering melakukan penyimpanan sajian dalam  kondisi  yang tetap hangat, sampai diperlukan.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Meningkatnya jumlah penjualan ” take away  meal “,  makanan ini sering dipanaskan kembali dan mungkkin  dipanasi lagi di  rumah pelanggan.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Intensifikasi pertanian mengakibatkan lebih  banyak bahan pangan terkontaminasi oleh bakteri penyebab keracunan  makanan.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Bakteri yang sering menyebabkan kerancunan makanan adalah :&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Oraganisme dari kelompok &lt;em&gt;Salmonella&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Staphylococcus aureus&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Clostridium perfringens ( welchii )&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Bacillus cereus&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Vibrio parahaemolyticus&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Terdapat tiga tipe utama keracunan makanan karena bakteri:&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tipe infektif yang disebabkan karena  memakan makanan  yang mengandung sejumlah besar bakteri hidup. Stelah  dimakan, bakteri  tersebut menetap dalam saluran pencernaan dan jika  mati, mereka  melepaskan endotoksin ( misalnya kerasunan &lt;em&gt;Salmonella&lt;/em&gt; ).&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tipe keracunan yang disebabkan karena  memakan  makanan yang ensotoksin. Toksin tersebut dilepaskan  kemakanan selama  bakteri itu tumbuh dan memperbanyak diri dalam  makanan. Bakteri  sendirinya sendiri mungkin mati jika makanan  tersebut dimakan (  keracunan &lt;em&gt;Staphylococcus&lt;/em&gt; ).&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tipe ini disebabkan oleh toksin, toksin  ini tidak  diproduksi didalam makanan, tetapi dilepaskan selama  pertumbuhannya  didalam sallurang pencernaan, setelah bakteri   tersebut dimakan (  misalnya keracunan &lt;em&gt;Clostridium perfringes)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;Tanda-tanda Kerancunan Makanan&lt;/strong&gt; :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;- lemas dan muntah&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;- mulas dan sakit perut&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;- Diare&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;- kadangkala demam dan kesejukan&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;- Sesak napas&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;- Koma&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;Puncak utama ialah makan makanan yang&lt;/strong&gt; :&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Mengandungi  toksin atau racun semulajadi seperti setengah jenis kulat, cendawan,  ‘shellfish’ dan sebagainya.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tercemar  oleh kuman yang erbahaya&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tercemar  oleh bahan- bahan kimia&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tercemar  oleh lalat, habuk dan sebagainya&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;Cara-cara untuk mencegah keracunan makanan seperti:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Basuh  tangan selepas ke tandas dan sebelum mengendali, menyedia dan   menyentuh makanan.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Jangan  ambil makanan dengan tangan. Gunakanlah penceduk, garpu, sudu atau  penyepit yang bersih.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Gunakanlah  alat- alat yang bersih untuk menyediakan  makanan. Jangan gunakan  alat- alat yang sama bagi makanan mentah dan  yang dimasak.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Simpan  atau tudung makanan supaya terlindung dari lalat, serangga.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Simpan  semua bahan makanan yang mudah rosak seperti daging, ikan, ayam,  sayur dan susu didalam peti sejuk sehingga diperlukan.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;2.4&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Upaya Mengatasi Penyakit Gizi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Kegiatan upaya perbaikan &lt;strong&gt;gizi&lt;/strong&gt; masyarakat sampai bulan Desember 2006, berdasarkan hasil pemantauan pertumbuhan balita melalui :&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;pengukuran baret badan menurut umur mencapai 84,8%  dari target  80%, dengan 76,0% Berat badan balita naik, 0,5 % BGM&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Balita &lt;strong&gt;gizi&lt;/strong&gt; buruk yang mendapat perawatan sebanyak 100%&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;cakupan MP-ASI pada BGM dari masyarakat miskin mencapai 100% dari 17  sasaran&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;cakupan  ibu hamil yang mendapat 90 tablet Fe adalah 98,79 %&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pemberian  vitamin A pada balita sebanyak100%.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pemberiaan ASI Eklusif mencapai 10% sedang target 80%&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Penggunaan garam beryodium dari target 85%  mencapai 89,75%.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify;"&gt;Untuk diwilayah Puskesmas Banjarangkan II status &lt;strong&gt;gizi&lt;/strong&gt; tahun 2006 adalah sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Status &lt;strong&gt;gizi&lt;/strong&gt; baik      :  94,98%&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Status &lt;strong&gt;gizi&lt;/strong&gt; lebih      :  0,11%&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Status &lt;strong&gt;gizi&lt;/strong&gt; kurang  : 4,69%&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Status &lt;strong&gt;gizi&lt;/strong&gt; buruk    : 0,22%&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;PENUTUP&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;3.1 Kesimpulan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;- Penyakit gizi yang salah dapat digolongkan ke dalam  tiga kelompok     besar yaitu penyakit-penyakit bawaan, penyakit  berdasarkan     - ketidakseimbangan antara &lt;em&gt;intake&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;requirement&lt;/em&gt; dan     zat-zat gizi dan penyakit- penyakit keracunan makanan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;- faktor-faktor yang menyebabkan adanya penyakit gizi  salah     diantaranya : pola makan yang salah, faktor ekonomi, faktor      sosial, faktor pendidikan, faktor infeksi.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;- berbagai jenis penyakit gizi salah dapat  dikelompokkan menjadi :     under nitrition (defisiensi kalori protein,  busung lapar,     defisiensi vitamin, defisiensi kalsium, besi, iodium),  over     nutrition (penyakit obesitas yang mrnyrbabkan hipertensi, DM,      hiperkolesterol, dll) dan penyakit keracunan makanan (asam HCN      dan asam Bongkrek dll)&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;- Berdasarkan SUSENAS (2002), 26% balita di      Indonesia menderita gizi kurang dan 8% balita menderita gizi     buruk  (marasmus, kwashiorkor, marasmus-kuarsiorkor).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;- upaya pemerintah dalam mengatasi penyakit gizi  salah dilakukan     dengan penyuluhan terhadap daerah yang diindikasikan  adanya     penyakit tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Anonymous, 2008. &lt;em&gt;WASPADAI ANAK-ANAK DARI KWASHIORKOR &lt;/em&gt;&lt;span style="text-decoration:underline;"&gt;&lt;a href="http://health.allrefer.com/health/kwashiorkor-info.htlm"&gt;http://health.allrefer.com/health/kwashiorkor-info.htlm&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;.  diakses tanggal 22 april 2008.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Berg, alan. 1985. &lt;em&gt;Peranan Gizi Dalam Pembangunan Nasional&lt;/em&gt;. CV. Rajawali. Jakarta.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Budianto, MAK. 2001. &lt;em&gt;Dasar-dasar Ilmu Gizi.&lt;/em&gt; UMM Press. Malang.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;DepKes R.I.1991. &lt;em&gt;Informasi tentang Peranan Pembangunan Kesehatan dalam Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia&lt;/em&gt;. Pusat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). &lt;em&gt;Malnutrisi energi protein. Dalam : Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak.&lt;/em&gt; Edisi I. Jakarta : 2004 ; 217-222&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Magdalena, Dr. 2005. &lt;em&gt;Sedikitnya 95 Balita di Jabar Menderita Busung Lapar&lt;/em&gt;. Kompas. Bandung.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;Yayan Akhyar Israr. &lt;/strong&gt; 2008. &lt;em&gt;Malnutrisi Energi Protein (MEP) - Kwashiorkor.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU. RSUD ARIFIN ACHMAD PEKANBARU PROVINSI RIAU.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4940965322862212416-8600400351004430973?l=askep-askeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/8600400351004430973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/8600400351004430973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-askeb.blogspot.com/2011/10/penyakit-gizi-salah.html' title='PENYAKIT GIZI SALAH'/><author><name>i am a Nurse</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09302649147399774978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_jGbPuTPvE5I/TG3rDfWNGII/AAAAAAAAAR4/UUgYLdYiIBk/s72-c/anak+kurus.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4940965322862212416.post-9192202107502063882</id><published>2011-10-25T11:12:00.006+07:00</published><updated>2011-10-25T11:25:24.065+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adf.ly'/><title type='text'>Skip Adf.ly</title><content type='html'>jika teman-teman membuka salah satu link dari blog ini, teman-teman akan menemukan sebuah advertiser (periklanan dalam dunia maya), cara menghilngkannya sangat simpel cukup klik tombol SKIP AD  seperti gambar dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-UuOvDShTIq0/TqY4xqctLLI/AAAAAAAAAB4/OgvuREsK1Vc/s1600/adf.ly.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 209px; height: 124px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-UuOvDShTIq0/TqY4xqctLLI/AAAAAAAAAB4/OgvuREsK1Vc/s320/adf.ly.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5667279606951783602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Apakah Adf.ly itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adf.ly merupakan tool untuk cloaking url atau URL shortening, dan  enak nya kita akan mendapatkan bayaran jika link kita itu dikunjungi.  Buat sebagian ‘orang awam’ ini dianggap sebagai penipuan tapi tidak  begitu adanya. Karena si pengunjung tetap mendapatkan informasi yang  dibutuhkan dan si pemilik link dihargai jasanya oleh adf.ly &lt;p&gt;Cara kerjanya kurang lebih seperti ini:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Kita memiliki url yang bisa kita sebarkan lewat blog, forum, comment area, dan sebagaianya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Persingkat/cloaking nama URL tersebut melalui adf.ly, anda harus memiliki user publisher adf.ly terlebih dahulu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Dari adf.ly anda akan mendapatkan url baru hasil cloaking yang bisa anda sebarkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Jika url cloaking tersebut dikunjungi, akan menampilkan iklan  dalam bentuk tertentu tanpa menghilangkan atau menyembunyikan  tampilan/halaman utama yang sebenarnya dari URL tersebut&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Setiap kunjungan bernilai beda-beda untuk tiap negara pengunjung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6. Publisher menerima bayaran tiap tanggal 7 bila ke paypal atau alertpay jika account sudah terisi minimal 5$.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bayaran yang diberikan per-kunjungan ditentukan oleh asal pengunjung,  disini seperti diberlakukan negara premium dan non premium, contoh saja  pengunjung dari Indonesia yang buka link tersebut paling bayaran yang  kita dapatkan cuman 50 perak karena Indonesia tidak masuk dalam kategori  negara premium. Kalau USA, baru lebih mantap bayarannya namun  pengalaman saya tetep ga nyampe 1000 perak per kunjungan. Memang  sedikit, ini sebagai imbalan saja atas link ‘bermanfaat’ yang kita  sebarkan di ranah maya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Contoh link adf.ly : &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://adf.ly/3OFCk"&gt;http://adf.ly/3OFCk&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;jika teman-teman ingin mencoba menuai dollar lewat adf.ly silahkan klik gambar dibawah ini untuk mendaftar di adf.ly&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://adf.ly/?id=1006192"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 95px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-JblZIuKvgww/TqY4ESA653I/AAAAAAAAABs/5dwteVoo3Qs/s320/adfly.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5667278827298678642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4940965322862212416-9192202107502063882?l=askep-askeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/9192202107502063882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/9192202107502063882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-askeb.blogspot.com/2011/10/skip-adfly.html' title='Skip Adf.ly'/><author><name>i am a Nurse</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09302649147399774978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-UuOvDShTIq0/TqY4xqctLLI/AAAAAAAAAB4/OgvuREsK1Vc/s72-c/adf.ly.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4940965322862212416.post-1490228125053184407</id><published>2011-10-01T22:23:00.002+07:00</published><updated>2011-11-02T10:28:02.197+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Manfaat Pengolahan Pernafasan</title><content type='html'>PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum alam adalah hukum Allah yang berlaku di alam ini. Betapapun tinggi ilmu dan teknologi yang dapat dikembangkan manusia, tidak mungkin dapat mengubah alam itu. Apa yang dapat dilakukan manusia tidak lain adalah menelusuri dan mencoba memahami hukum-hukum alam tersebut sehingga dengan izinnya, manusia kemudian dapat memanfaatkan hukum itu untuk meningkatkan derajat kehidupan yang semakin baik. Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang paling sempuma, tetapi justru sering dilupakan oleh manusia itu sendiri. Manusia dapat berjalan, berbicara, bergerak, jantung berdenyut serta berbagai aktifitas hidup lainnya di dalam tubuh merupakan peristiwa yang erat hubungannya dengan masalah listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua alat tubuh manusia, khususnya syaraf dan otot dalam menjalankan fungsinya selalu berkaitan dengan peristiwa listrik. Dengan demikian sebenarnya manusia merupakan satu sistem biolistrik yang sangat menarik untuk diamati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia disusun oleh lebih dari 1 triliun sel, yang masing-masing sel mempunyai muatan listrik lebih kurang 90 mV dengan muatan positip diluar membran sel dan muatan negatip didalamnya. Cukup hanya dengan hubungan seri menggunakan 3.000 sel saja akan dihasilkan beda potensial sebesar 270 volt, lebih besar dari tegangan listrik 220 volt milik PLN. Padahal kita memiliki lebih dari 1 triliun sel. Itulah gambaran betapa dahsyatnya manusia andaikata hal itu dapat terjadi dalam tubuh manusia. Ada jenis ikan tertentu seperti belut listrik (Electric Eel) yang dapat mengembangkan perbedaan potensial cukup besar antara bagian kepala dan ekor, sehingga dapat digunakan untuk menyengat lawan atau mangsanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan manusia yang semakin kompleks, disertai dengan adanya polusi dalam segala bidang kehidupan, baik yang bersifat fisik (air, udara, gelombang) maupun yang bersifat mental (stress, frustasi), menimbulkan berbagai macam problematika hidup yang menyebabkan banyak manusia menjadi sakit. Penyakit dapat menimbulkan gangguan listrik dalam tubuh dan sebaliknya gangguan listrik pada suatu organ dapat menimbulkan gejala penyakit. Dalam dunia kedokteran, peristiwa listrik dalam tubuh ini sudah dimanfaatkan antara lain untuk mendiagnosa gelombang otak dengan alat EEG, mengamati listrik jantung dengan ECG, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat hidup, manusia butuh bernafas. Tentu saja bernafas biasa berbeda dengan bernafas untuk sehat dan mengembangkan tenaga dalam. Bernafas biasa dikerjakan secara refleks, sedangkan bernafas untuk tujuan kesehatan dan pengolahan tenaga dalam dikerjakan secara sadar dan teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehat adalah modal dasar untuk menjaga kelestarian kualitas sumber daya manusia Tanpa kesehatan tidak ada gunanya segalanya. Satria Nusantara dengan metode khusus mencoba mengembangkan satu sistem olah raga pernafasan tenaga dalam melalui nafas, gerak dan kosentrasi sehingga menghasilkan olahraga sekaligus olahmental dan olahsosial yang diharapkan akan menghasilkan kualitas sumber daya manusia seutuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CARA LATIHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan dilakukan dengan mengolah pernafasan, yang dilakukan dalam 3 tahap:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pernafasan duduk awal&lt;br /&gt;    Pernafasan bergerak&lt;br /&gt;    Pernafasan duduk akhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERNAFASAN DUDUK DAN MANFAATNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernafasan duduk awal dilakukan sebagai pemanasan (warming-up) bagian dalam tubuh sebelum melakukan pernafasan bergerak. Pernafasan duduk akhir dilakukan untuk pendinginan (cooling down) dan pengendapan tenaga hasil latihan. Pernafasan duduk juga dikerjakan diluar latihan bersamaan dengan nafas gerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Latihan Pernafasan Duduk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara latihan pernafasan duduk adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Duduk dengan kaki melipat ke belakang, telapak kaki dengan ujung jari kaki melingkar ke arah pantat. Tulang ekor menyentuh lantai dan punggung diluruskan. Tangan dengan jempol digenggam diletakkan pada lutut, pandangan lurus ke depan ke satu titik.&lt;br /&gt;    Bila peserta lebih dari satu orang dan sejenis, maka peserta duduk merapat kiri kanan sehingga lutut saling bersentuhan.&lt;br /&gt;    Bernafas teratur sambil berkonsentrasi dzikir Laa ilaha illallah bagi muslirn. Keluar masuk nafas melalui bidung, dengan diantaranya menekan nafas dibawah perut (abdominal pressing). Selang waktu tarik, tekan/tahan dan keluar nafas adalah sama yakni 10-30 detik. Pernafasan duduk dilakukan selama 10 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat Latihan Pernafasan Duduk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat latihan pernafasan duduk sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan sistem pernafasan yaitu dengan meningkatnya kapasitas vital paru-paru. Kapasitas vital merupakan salah satu tolok ukur bagi kemampuan fungsional sistem pernafasan. Latihan pernafasan duduk akan menyebabkan seluruh gelembung paru (alveoli) mengembang dan menjadi aktif dalam proses pernafasan, suatu cara pelatihan yang baik untuk kesehatan pernafasan. Pada olah raga biasa, pernafasan memang juga menjadi lebih dalam dan cepat, tetapi bertambah dalamnya pernafasan tidak pemah mencapai maksimal seperti halnya pada latihan pernafasan duduk ini.&lt;br /&gt;    Dengan pola pernafasan duduk yang melakukan ekspirasi maksimal, inspirasi maksimal dan abdominal pressing, maka tidak hanya otot-otot pernafasan biasa yang dilatih, tetapi juga otot-otot pernafasan pembantu dan bahkan juga otot-otot dinding perut dan dasar panggul, khususnya pada saat abdominal pressing. Otot-otot pernafasan pembantu ialah otot-otot tubuh (togok) yang akan menjadi aktif membantu pernafasan bila terjadi kesulitan bernafas seperti misalnya pada penderita Asma Bronkial yang sedang mendapat serangan. Dengan latihan pernafasan demikian maka cukup banyak otot-otot tubuh (togok) ikut dalam latihan ini, sehingga wajar bila latihan pernafasan duduk saja sudah menyebabkan tubuh menjadi hangat dan bahkan berkeringat.&lt;br /&gt;    Mekanisme pernafasan, khususnya pernafasan perut memperlancar aliran darah balik dari vena-vena di daerah perut menuju ke jantung. Hal ini disebabkan karena pada waktu inspirasi (tarik nafas) tekanan di rongga perut meningkat sedangkan tekanan di rongga dada menurun, sehingga darah dari arah perut ditekan, sedangkan dari arah dada dihisap. Dengan semakin tingginya tekanan di dalam perut dengan abdominal pressing maka terjadi semacam massage/pijatan terhadap alat-alat disekitar perut, sehingga aliran darah dalam alat-alat tubuh di rongga perut dan juga aliran darah balik ke jantung akan semakin lancar, yang akan lebih menjamin pemeliharaan kesehatan alat-alat dalam perut tersebut, serta juga meningkatkan kelancaran peredaran darah sistemik pada umumnya. Tekanan-tekanan yang terjadi pada alat-alat dalam perut itu, khususnya terhadap pencemaan makanan, akan merupakan rangsangan mekanik yang akan memperbaiki gerakan peristaltik saluran pencemaan makanan, sehingga dapat menyembuhkan penyakit-penyakit gangguan motilitas misalnya meteorismus (perut kembung) dan obstipasi (sembelit, susah buang air besar),&lt;br /&gt;    Meningkatkan derajat kesehatan fisik dan mental sekaligus. Bila kita perhatikan diri kita atau orang lain di sekeliling kita, ada satu fenomena menarik yang berhubungan dengan ritrne pernafasan. Orang dalam keadaan marah, mengamuk, stress, ketakutan, sikap tak sabaran dan sikap mental negatif lainnya, ternyata menunjukkan ritme pernafasan yang tidak teratur, kacau-balau, tersengal-sengal. Bila dalam keadaan ini gelombang otaknya direkam dengan alat EEG, hasilnya adalah gelombang otak yang tidak normal, kacau tidak teratur. Jadi sebenamya ada korelasi antara mental, ritme pernafasan dan gelombang otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah penelitian tentang Meditation dan EEG telah dilakukan, dilihat korelasi antara ritme pernafasan dan hasil rekaman listrik otak serta hubungannya dengan kesehatan fisik dan mental seseorang. Dari hasil penelitian itu dapat dikemukakan beberapa hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia biasa bemafas sekitar 16-20 kali per menit. Hasil rekaman EEG menampilkan pola gelombang otak orang yang mudah terserang stress, gampang tersinggung, suka marah dan sikap mental negatif lainnya. Secara fisik, orang demikian mudah terserang penyakit disfungsional organ tubuh seperti tekanan darah tidak normal, kolesterol tingggi, Hb darah rendah, gangguan maag, ganggguan fungsi jantung, diabetes mellitus, sesak nafas, alergi dan sebagainya. Dengan pusat kontrol yang kacau dan tidak bekerja baik, otomatis fungsi kontrol terganggu sehingga organ dan bagian tubuh menjadi disfungsional, tidak menjalankan fungsi sebagaimana mestinya. Pada kelompok manusia yang dapat bemafas hanya 4 kali per menit, hasil rekaman gelombang otak adalah sangat teratur, yang disebut sebagai gelombang alfa. Temyata secara mental orang tersebut tidak mudah terserang stress, tidak mudah tersinggung, mempunyai rasa percaya diri yang besar, sabar dan mempunyai sikap positif lainnya. Secara fisik, tidak dijumpai penyakit disfungsional. Dengan pusat kontrol yang baik dan teratur, otomatis dapat mengontrol semua organ dan bagian tubuh bekerja dengan baik pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta latihan pernafasan Satria Nusantara dilatih untuk bernafas dengan ritme yang teratur, pelan dan dalam disertai konsentrasi dzikir. Siklus waktunya antara 10-30 detik untuk tarik tekan/tahan dan keluar napas, artinya ritme pernafasan diperlambat dari 2 kali per menit sampai I kali dalam waktu satu setengah menit. Bila dalam latihan pernafasan sudah bisa mencapai frekuensi 2 kali per menit, maka akan menghasilkan refleks pernafasan 4-6 kali per menit. Sedangkan bagi yang sudah mampu hanya bemafas 1 kali per menit dalam latihan, akan memiliki refleks pernafasan 3-4 kali per menit. Sama dengan hasil penelitian diatas. Itulah sasaran latihan pernafasan duduk Satria Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan bernafas pelan dan dalam disertai selalu ingat kepada Sang Pencipta dalam kehidupan sehari-hari akan menghasilkan ketenangan jiwa, mental yang stabil, sehingga akan memberikan pengaruh terhadap stabilitas fungsi syaraf otonom dengan semakin meningkatnya fungsi syaraf parasimpatik. Fungsi syaraf parasimpatik berhubungan erat dengan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anabolisme yaitu metabolisme yang bersifat membangun, yang mengarah kepada perbaikan-perbaikan terhadap kerusakan jaringan dan gangguan fungsional. Pengahambatan fungsi sistem jantung-pembuluh darah yang cenderung menyebabkan melambatnya denyut jantung dan melemasnya pembuluh darah, khususnya arterioale sehingga menyebabkan tekanan darah menurun. Peningkatan fungsi sistem lambung-usus sehingga akan memperbaiki fungsi pencernaan dan penyerapan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Telapak kaki penuh dengan simpul-simpul saraf selalu siap memancarkan gelombang elektromegnetik dari tubuh ketika sedang latihan pernafasan. Dengan kedua ujung kaki berhadapan, diharapkan pemancaran getaran dari telapak kaki yang satu akan masuk ke telapak kaki lainnya sehingga membentuk satu siklus peredaran elektromagnetik di dalam tubuh.&lt;br /&gt;    Telapak tangan yang penuh dengan simpul-simpul syaraf dan satu generator listrik yang terletak diantara ibu jari dan telunjuk, siap memancarkan getaran dari tubuh ketika sedang latihan pernafasan. Dengan ibu jari tergenggam, dapat dicegah pemancaran getaran yang sia-sia, tidak diinginkan.&lt;br /&gt;    Tulang ekor menyentuh lantai akan menghubungkan kumparan syaraf di dalamnya, yang merupakan salah satu generator listrik, dengan listrik bumi secara langsung sehingga diharapkan terjadi interaksi Isitrik bumi terhadap listrik tubuh melalui generator listrik tersebut.&lt;br /&gt;    Punggung diluruskan akan menyebabkan aliran listrik dari syaraf pusat ke selurah organ tubuh berjalan lancar.&lt;br /&gt;    Pandangan mata lurus kedepan ke satu titik akan melatih otot-otot mata dan agar otot mata keadaannya seirama dengan otot bagian lain dalam latihan pernafasan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERNAFASAN BERGERAK DAN MANFAATNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernafasan bergerak adalah pengolahan pernafasan yang dilakukan bersamaan dengan melakukan gerak tertentu/jurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Latihan Pernafasan Bergerak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernafasan bergerak dikerjakan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Gerakan tungkai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tungkai membentuk posisi kuda-kuda rendah, kedua kaki sejajar, ujung kaki kesamping berlawanan arah. Telapak kaki digesekkan ke bumi dan kedua tumit ditemukan satu sama lain pada setiap gerakan kaki maju sejengkal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Gerakan tangan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurus untuk tingkat Dasar, 10 jurus untuk tingkat Pengendalian 1, 6 jurus untuk tingkat Gabungan Dasar. Untuk tingkat Dasar, pada awal gerakan, nafas ditarik sebanyak mungkin melalui hidung, kemudian ditekan dan ditahan dibawa perut sambil menggesek telapak kaki maju sejengkal yang disebut satu langkah kuda-kuda, seiring seirama denga gerakan tangan. Untuk I kali menekan dan menahan nafas minimal dilakukan 15 langkah, setelah itu nafas dikeluarkan, juga melalui hidung. Kemudian atur nafas dengan tarik dan keluar nafas 2 atau 3 kali, lalu dilanjutkan dengan latihan tagi. Latihan dilakukan selama 90 menit dan ditutup dengan latihan pernafasan duduk akhir selama 10 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat Latihan Pernafasan Bergerak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat pernafasan bergerak dapat ditinjau dari 2 sudut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A . Biolistrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan posisi kuda-kuda rendah, kedua telapak kaki sejajar, dengan ujung jari kaki kesamping berlawanan arah akan memberikan pengaruh tedadinya interaksi gaya Newton yang semakin besar, sehingga semakin mengaktifkan pusat energi manusia dan interaksi antara medan listrik bumi dengan medan listrik tubuh juga diharapkan akan terjadi semaksimal mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gesekan pada telapak kaki saat kuda-kuda maju sejengkal, dimaksudkan untuk polarisasi sehingga tedadi pengaturan muatan positif dan negatif dalam tubuh semakin teratur, seperti pada peristiwa gesekan listrik bahan tidak berinuatan dan yang ben-nuatan menjadi teratur positif dan negatifnya sehingga menghasilkan suatu medan bio-elektromagnetik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inspirasi (tarik nafas) memberikan oksigen kepada darah sehingga darah (arteri) bersifat basa. Setelah lama ditahan maka carbon dioksida menumpuk, suasana menjadi asam. Asam dan Basa merupakan katalisator dalam reaksi organik. Pada katalisa asam umum, biasanya efektifitas sebagai katalisator sesuai dengan kekuatan asamnya. Penahanan nafas yang semakin lama menyebabkan suasana darah semakin asam sehingga reaksi-reaksi organik dalam darah semakin dipacu dan meningkat, maka energi akhir yang dihasilkan semakin besar. Dalam keadaan larutan asam, elektron-elektron akan diserap dari lingkungan (asam merupakan akseptor pasangan elektron) sehingga elektron-elektron juga akan banyak dihasilkan dengan latihan pernafasan ini. Dengan gerakan jurus-jurus, energi dan elektron yang dihasilkan diarahkan keseluruh organ, kelenjar dan jaringan tubuh lain sehingga seluruh generator listrik yang terdapat dalam jaringan akan mendapat suplai energi dan elektron (charged) yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timbulnya penyakit tidak lain disebabkan energi listrik yang disuplai kejaringan tubuh kurang memadai, tidak semestinya, akibat adanya ketidakberesan atau kekurangan pada sistem generator listrik jaringan, kelenjar atau organ yang bersangkutan. Dengan memiliki sistem generator listrik yang baik, akan menjamin kerja jaringan, kelenjar atau organ lain dengan baik pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Fisiologis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penahanan dan penekanan nafas di bawah perut sambil bergerak menyebabkan keadaan hipoksik (kekurangan oksigen) pada paru, berlanjut ke darah dan berakhir pada seluruh sel jaringan tubuh, terutama pada sel-sel otot yang aktif. Dengan demikian akan melatih dan merangsang seluruh sel tubuh melalui mekanisme hipoksia agar tetap tegar dalam menghadapi kemiskinan akan oksigen, tidak hanya sel-sel ototnya saja. Sel adalah satuan terkecil dari tubuh manusia. Secara biologis, kehidupan manusia tergantung pada kehidupan sel, dan kesehatan manusia juga tergantung pada kesehatan sel-selnya. Dengan tetap dapat bertaban tegar dalam kemiskinan oksigen, maka tentu saja fungsi sel-sel akan menjadi semakin baik dalam keadaan oksigen normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia dapat bertahan hidup tanpa makan sampai 10 hari asalkan masih dapat minum, sedangkan puasa yang biasa dilakukan berkisar 14-18 jam. Demikian pula sel-sel tubuh manusia dapat bertahan tanpa oksigen sekitar 5-8 menit. Dalam latihan Satria Nusantara, sel-sel itu dipuasakan dari oksigen selama melakukan jurus yaitu 30-45 detik. Dengan demikian dari sudut Ilmu Faal dapat dikemukakan bahwa manipulasi oksigen yakni membuat sel-sel tubuh kekurangan akan oksegen adalah cara yang sangat fisiologis untuk merangsang sel-sel tubuh meningkatkan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa manfaat langsung dapat diperoleh dari mekanisme ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bertambahnya jumlah haemoglobin darah. Hal ini bisa ditemukan pada pemukim di pegunungan, dengan suasana oksigen tipis, jumlah Hb mereka lebih tinggi. Penderita anaemia dapat sembuh dengan mekanisme ini.&lt;br /&gt;    Penelitian dapat menunjukkan bahwa olah raga biasa meningkatkan IgG, IgM dan netrofil yang merupakan sebagian dari elemen-elemen ketahanan tubuh. Tentu saja diharapkan latihan yang secara fisiologis mampu merangsang seluruh sel-sel tubuh dengan mekanisme hipoksianya akan memberikan hasil yang lebih dalam meningkatkan elemenelemen ketahanan tubuh tersebut. Penderita yang mengidap virus hepatitis B tetapi tidak disertai gejala penyakit dan tanpa kelainan pada tes fungsi hatinya dapat menggunakan mekanisme ini sebagai upaya altematif yang sangat fisiologis untuk merangsang sel-sel tubuhnya agar mengadakan perlawanan dan membentuk zat antinya.&lt;br /&gt;    Latihan hipoksia Satria Nusantara juga akan menyebabkan orang menjadi lebih tahan terhadap akibat dari serangan penyakit kardio-vaskular khususnya yang bersifat ischamic. Ischamic artinya ialah kekurangan oksigen bagi sel-sel jaringan yang bersangkutan akibat dati kurangnya pasokan darah. Misalnya ischamic stroke (otak) dan ischamic miokard Jantung). Pada orang-orang yang telah berlatih dengan latihan hipoksida tentulah akan mendapat akibat yang lebih ringan karena sel-seinya telah terbiasa dan terlatih terhadap kekurangan oksigen.&lt;br /&gt;    Melatih sel-sel dengan menghadapkannya pada kemiskinan oksigen tidak mustahil dapat mencegah dan bahkan menyembuhkan penyakit-penyakit keganasan (tumor, kanker), oleh karena sel-sel ganasnya pada umumnya mempunyai tingkat metabolisme yang sangat tinggi sehingga membutuhkan oksigen lebih banyak untuk pertumbuhan ganasnya. Sel-sel demikian lebih peka terhadap kekurangan oksigen sehingga akan lebih dahulu terganggu sampai ke tingkat yang fatal, sementara sel-sel normal belum sampai ke tingkat itu. Sifat rakus sel-sel ganas mengambil lebih banyak zat-zat bagi pertumbuhan ganasnya inilah yang dipergunakan sebagai dasar bagi Kemoterapi keganasan di Kedokteran Barat. Akan tetapi bila cara Kemoterapi ini dibandingkan dengan manipulasi oksigen, jelas bahwa manipulasi oksigen jauh lebih aman dan praktis tanpa resiko, karena memang merupakan cara yang sangat fisiologis sehingga tidak ada resiko overdoses. Bagi mereka yang didiagnosa atau pemah didiagnosa mengidap keganasan, selagi masih mampu bergerak, sangat dianjurkan untuk secepatnya mengikuti olahraga pernafasan tenaga dalam ini, sebagai upaya penyembuhan dan pencegahan altenatif, di samping upaya konvensional melalui jalur Ilmu Kedokteran. Dalam tubuh manusia terdapat berrnacam-macam sel sesuai dengan banyaknya macam jaringan yang menyusun tubuh manusia. Semua sel tubuh manusia mempunyai potensi untuk menjadi ganas. Dengan Kemoterapi keganasan maka harus dipilih jenis obat yang paling baik diserap oleh sel-sel ganas itu. Sedangkan dengan hipoksida, manipulasi oksigen, maka semua sel-sel tubuh manusia memerlukan oksigen, sehingga oleh karenanya manipulasi oksigen merupakan cara yang universal dan aman bagi terapi keganasan. Tentu saja untuk itu diperlukan latihan yang lebih intensif yaitu frekuensi latihan lebih banyak serta waktu latihan yang lebih lama. Pada dasamya pertumbuhan ganas itu barns sebanyak mungkin diganggu.&lt;br /&gt;    Normalnya fungsi sel-sel tubuh dan ketegaran serta ketahanannya dalam menghadapi berbagai keadaan yang kurang menguntungkan merupakan wujud dari derajat kesehatan dan kemampuan fungsionalnya yang lebih tinggi dari tubuh secara keseluruhan. Dengan demikian maka ditinjau dari sudut Fisiologi, Tenaga Dalam adalah ketegaran, ketangguhan dan vitalitas sel-sel tubuh yang diperoleh melalui latihan hipoksia anaerobik. Latihan dengan mekanisme hipoksia anaerobik membuat sel-sel tubuh memjadi pandai dan efisien menggunakan oksigen, yang berarti meningkatnya kemampuan fungsional dan kesehatan sel, serta merupakan cara yang sangat fisiologis pula dalam merarigsang sel-sel tubuh untuk melakukan penyembuhan bagi dirinya. Pada olah raga kesehatan umumnya adalah latihan untuk membuat sel-sel tubuh mudah dan banyak dapat memperoleh oksigen. Bila kedua latihan tersebut digabungkan, maka manfaatnya bagi kesehatan dan kemampuan fungsional jelas sangat besar. Yang satu pandai mencari oksigen, yang satu lagi pintar dan efisien menggunakan oksigen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat Lain Yang Tidak Kalah Menarik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Untuk membela diri secara defensif reaktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan prinsip gesekan-gesekan kuda-kuda dan jurus, biolistrik tubuh dibuat menjadi aktif memancarkan medan bio-elektromagnetik, Energi akhir dan elektron yang dihasilkan diarahkan dengan gerakan jurus untuk disimpan (charged) dalam generator-generator organ tubuh, yang sementara ini masih bersifat acak. Dengan istilah "dibuka" (lebih tepat dengan kata "adjusment") maka terjadi pengaturan generator-generator listrik organ yan semula mempunyai frekuensi/level energi yang tidak sama menjadi satu kesatuan yang kompak (sinkron). Akibatnya akan sangat menguatkan pemancaran getaran medan bio-elektromagnetik tubuh ke luar sekeliling tubuh, yang bekerja sangat aktif dan sensitif terhadap rangsangan gangguan getaran asing (tidak searah) dari luar. Medan bio-elektromagnetik tubuh ini sebenarnya merupakan antibodi getaran manusia. Kerjanya sama dengan antibodi fisik didalam tubuh menghadapi serangan penyakit. Bekerja spontan, otomatis secara reaktif dan defensif tanpa harus diperintahkan lagi, asalkan ada rangsangan getaran asing yang datang dan mengganggu keseimbangan getaran tubuh. Semakin besar serangan getaran yang datang semakin besar pula reaksi balasannya. Salah satu serangan getaran dalam kehidupan sehari-hari adalah niat jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Meningkatkan kuat ikat molekul otot dan konsentrasi energi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan latihan gerakan jurus yang teratur, lengkap dan berulang-ulang akan menghasilkan otot-otot semakin liat dan kenyal. Atiran energi teriatih untuk dikosentrasikan pada bagian-bagian tubuh yang dikehendaki, sehingga dengan latihan yang baik tubuh yang dikehendaki, tubuh akan terlatih dan tahan mendapat benturan atau pukulan benda keras tanpa terjadi cedera yang berarti. Bila digunakan untuk memukul, konsentrasi energi pada alat pukul akan cukup baik sehingga bisa menghasilkan pukulan yang keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Meningkatkan rasa sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedudukan yang sama seluruh peserta seperti cara latihan, serangan tanpa tanda tingkatan, perhatian dalam latihan, baik pernafasan duduk maupun pernafasan bergerak akan mengurangi rasa egosentris seseorang sehingga rasa kebersamaan. kekeluargaan akan semakin meningkat. Hal ini otomatis akan mengurangi penyebab stress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tekanan napas dibawah perut yang dilakukan dimaksudkan untuk menghimpun dan mengkonsentrasikan semua energi hasil latihan agar tersimpan dan tetap terpusat dengan baik di pusat energi tersebut. Setelah menyelesaikan latihan tingkat pradasar, energi hasil latihan sudah dapat dimanfaatkan untuk menolong orang lain terutama untuk mengobatiorang lain yang sakit.Penyakit apapun yang diderita seseorang, baik itu penyakit daridalam dirinya sendiri maupun dari luar, pada prinsipnya disebabkan oleh gangguan atau ketidak-harrnonisan listrik dalam tubuh. Dengan memanfaatkan himpunan energi aktif yang diperoleh selama latihan, dapat digunakan untuk membantu mengobati orang lain yang sakit yaitu dengan cara memancarkan energi tersebut kepada pasien (induksi) sehingga akan mengaktifkan dan menormalkan kembali fungsi listrik tubuh pasien tersebut. Untuk menjadi seorang pamancar (penghusada) yang baik harus dipenuhi syarat tenang/konsentrasi, niat dan nafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memahami dan menelusuri Sunnatullah untuk diri manusia dan memanfaatkannya, sebenamya merupakan perwujudan rasa syukur kita kepada Allah bahwa kita dijadikan makhluk yang sempurna. Kalau mau kita syukuri nikmat Allah itu, tentu nikmat akan ditambah. Kesehatan bukan segalanya, tetapi tanpa kesehatan tidak ada artinya segalanya. Sumber daya manusia hanya akan berarti bila dilandasi oleh kesehatan yang prima. Satria Nusantara dengan caranya yang khas mencoba memberikan satu sumbangan latihan yang mencakup semua aspek pengolahan; olahraga, olahmental dan olahsosial, dengan harapan Ketenangan dan kebahagiaan hidup seseorang tergantung kepada kesehatan fisik, mental dan sebagainya. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://www.angelfire.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4940965322862212416-1490228125053184407?l=askep-askeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/1490228125053184407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/1490228125053184407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-askeb.blogspot.com/2011/10/manfaat-pengolahan-pernafasan.html' title='Manfaat Pengolahan Pernafasan'/><author><name>i am a Nurse</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09302649147399774978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4940965322862212416.post-8376309064884465511</id><published>2010-12-21T09:49:00.001+07:00</published><updated>2010-12-21T09:52:34.802+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Sehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sistem pencernaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sistem tubuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips n trick'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sistem pernafasan'/><title type='text'>Warna Makanan dan Manfaatnya</title><content type='html'>&lt;table border="0" cellpadding="3" cellspacing="0" id="AutoNumber3"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="row" width="61%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dikutip dari &lt;i&gt;http://www.conectique.com &lt;/i&gt;Menurut &lt;b&gt;David Heber, MD, Ph.D&lt;/b&gt;., penulis&lt;i&gt; What Color is Your Diet?&lt;/i&gt;&amp;nbsp;  Jenis sayuran dan buah-buahan&amp;nbsp;yang dikonsumsi menentukan keberhasilan  seseorang yang sedang menjalankan program pengendalian berat badan.  Selain bermanfaat bagi kesehatan, buah dan sayuran tersebut juga dapat  mencegah kanker.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Gagasan utama program diet ini adalah bahwa setiap  bahan makanan memiliki warna khas, yang melambangkan kandungan nutrisi  di dalamnya. Ditengarai, semakin nyata warna sayur dan buah, semakin  tinggi kandungan nutrisinya.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="row" width="39%"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.conectique.com/i/art/adved_1136272283.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border="0" cellpadding="3" cellspacing="0" id="AutoNumber3"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td bgcolor="#fcca1b" class="row" width="100%"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;Menurut Heber kode warna diet makanan adalah sebagai berikut:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td bgcolor="#faedc0" class="row" width="100%"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;div align="justify"&gt;Merah.&amp;nbsp; Contoh: Tomat dan Semangka. Sayuran dan  buah-buahan berwarna merah diketahui mengandung likopen, zat yang  berperan menjaga kesehatan sel, dan mampu mengurangi risiko kanker.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div align="justify"&gt;Jingga. Contoh: Wortel dan Mangga. Warna jingga  yang dimiliki buah dan sayuran menandakan adanya kandungan alfa dan  betakaroten. Dua jenis unsur nutrisi ini jika dikonsumsi cukup, akan  bermanfaat&amp;nbsp; menghambat pertumbuhan sel kanker. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div align="justify"&gt;Kuning.&amp;nbsp; Contoh: Jeruk dan Pepaya. Buah-buahan yang  berwarna kuning diketahui mengandung vitamin C yang baik untuk  melindungi sel tubuh. Selain itu juga mengandung betacryptoxanthin,  salah satu komponen karotenoid.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div align="justify"&gt;Hijau. Contoh: Sayuran brokoli, kubis, bok choi,  serta kubis brussel. Warna hijau pada sayuran menandakan kandungan  sulforaphane, isothiocyanate, dan indoles, yang menurut Heber dapat  merangsang lever untuk membuat komponen yang dapat memecah unsur kimiawi  penyebab kanker. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Putih kehijauan. Contoh:&amp;nbsp; bawang&amp;nbsp; putih, bawang  bombai, seledri, dan pir. Makanan berwarna putih banyak mengandung  flavonoid yang&amp;nbsp; dapat melindungi membran sel. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4940965322862212416-8376309064884465511?l=askep-askeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/8376309064884465511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/8376309064884465511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-askeb.blogspot.com/2010/12/dikutip-dari-httpwww.html' title='Warna Makanan dan Manfaatnya'/><author><name>Rahmat Ilham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02475630976015993209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_43hIOHquY0w/SoVxX4wMoiI/AAAAAAAAADk/xD3I8pJqg-0/S220/biodata.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4940965322862212416.post-4983288492000364020</id><published>2010-12-21T09:23:00.001+07:00</published><updated>2011-09-02T01:41:30.709+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sistem integumen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips n trick'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sistem pernafasan'/><title type='text'>Redakan Keluhan dengan Latihan</title><content type='html'>&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="bold2" width="*"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;td width="80" align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td height="10"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="text1" valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;table style="width: 209px;" align="left" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="200"&gt;&lt;img src="http://jadilangsing.com/images/article/keluhan2.JPG" width="200" border="0" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="5"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;strong&gt;SEDIKIT &lt;/strong&gt;keluhan  kesehatan sebenarnya bukan alasan tepat untuk mangkir olahraga. Asal  tahu triknya, latihan bahkan bisa membuat keluhan Anda sirna.&lt;br /&gt;Tak diragukan lagi, untuk menjaga kesehatan, setiap orang perlu  olahraga. Ini juga berlaku untuk Anda yang punya masalah kesehatan. Yang  penting, pilih jenis latihan dan cara berlatih yang tepat. Karena itu,  berkonsultasilah lebih dulu dengan dokter dan berlatihlah di bawah  arahan instruktur berpengalaman. Latihan pun tak jadi masalah lagi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gangguan lutut&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ada beberapa penyebab nyeri lutut, misalnya cedera berulang  pada otot sekitar lutut, kelebihan berat badan, atau keseleo. Anda bisa  mencoba penanganan dasar seperti kompres, istirahat, atau obat, untuk  meredakan keluhan ringan. Nah, bila masalah lutut masih ada namun tidak  parah, coba lakukan latihan ini:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Latihan penguatan otot untuk membuat kaki lentur dan  menyeimbangkan sendi pinggul dan lutut. Misalnya, leg extension (tanpa  alat). Caranya : duduk tegak, angkat kaki 900, tahan sebentar, turunkan.  Lakukan 5-10 kali. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Latihan yang berupa rangkaian untuk meningkatkan kemampuan gerak sendi dan otot. Coba yoga untuk pemula atau tai-chi. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Latihan aerobik low-impact untuk membantu menstabilkan dan  menyokong sendi. Misalnya sepeda stasioner tanpa beban, jalan kaki,  berenang, dan olahraga di air. Hindari latihan high-impact seperti lari,  tenis, atau squash. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hindari menggunakan obat pereda nyeri saat latihan.  Dikhawatirkan hal ini membuat Anda tak merasa sakit dan malah memberi  beban berlebihan pada lutut.  &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;strong&gt;Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pain)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang mengalami nyeri punggung berat, sering mengalami serangan  mendadak nyeri punggung, nyeri akibat retak tulang belakang atau syaraf  terjepit tidak dianjurkan melakukan latihan. Namun, pada kondisi nyeri  yang tak terlalu berat, latihan yang tepat akan meringankan nyeri. Ini  tipnya:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Latihan berupa pengulangan yang meliputi otot bagian depan dan  belakang. Latihan ini akan meningkatkan kelenturan, ketahanan tubuh, dan  menguatkan kelompok otot yang dibutuhkan untuk menopang tulang  belakang. Coba sit-up dan back-up. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Latihan aerobik low-impact, seperti jalan kaki, berenang, dan  sepeda stasioner tanpa beban. Ini dapat memperkuat otot perut dan otot  punggung tanpa memberi beban berlebihan pada punggung. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Coba lumbar extension strength training. Contoh gerakannya :  berbaring telungkup, tangan ditekuk di bawah dagu. Angkat kaki kiri dan  kanan bergantian (5-10 hitungan). Lalu angkat tubuh bagian depan (back  up). Setelah itu angkat tangan kanan dan kaki kiri bersamaan (seperti  superman terbang), lakukan pula sebaliknya. Selain untuk otot perut,  jenis latihan ini juga meningkatkan kelenturan area pinggul dan paha  belakang. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Latihan yoga, tai-chi, chi-kung, atau pilates. Karena ada unsur  meditasi, maka bermanfaat memusatkan pikiran untuk mencapai keseimbangan  fisik dan mental yang dapat mencegah nyeri tulang belakang. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;strong&gt;Asma&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Banyak penyandang asma yang bisa melakukan latihan karena  asmanya terkendali. Apalagi latihan secara teratur terbukti mengurangi  angka kekambuhan asma. Tip latihan untuk Anda:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bila asma Anda terkendali dengan baik, sebenarnya program  latihan akan mirip-mirip saja dengan program latihan orang tanpa asma.  Namun, pada mereka yang jadi asma justru saat latihan, sebaiknya lebih  hati-hati mematok intensitas latihan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mulailah latihan dengan perlahan dan tidak memaksakan diri.  Seperti jalan kaki ringan atau berenang. Usahakan teratur agar dapat  meningkatkan intensitas latihan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lakukan pemanasan dan pendinginan. Ini penting karena bermanfaat mencegah gejala asma tiba-tiba muncul. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila Anda sulit bernapas selama latihan, turunkan sedikit intensitas Anda.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pilih latihan yang hanya membutuhkan gerakan aktif dalam jangka  waktu pendek-pendek seperti voli atau baseball. Sebaliknya, hindari dulu  latihan yang mengharuskan terus-menerus aktif seperti futsal, lari  jarak jauh, atau basket. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Latihan dalam ruang bisa, misalnya jalan kaki di treadmill, jadi  pilihan bila asma Anda sering tercetus saat berada di luar ruang yang  berdebu. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Latihan chi kung dan yoga yang berirama membuat dada mengembang,  melatih kontraksi otot-otot pernapasan, dan mengandung teknik meditasi.  Hal ini bermanfaat mengurangi kecemasan (salah satu faktor pemicu  asma), menurunkan kebutuhan akan obat asma, dan meningkatkan daya tahan  tubuh saat terjadi serangan asma.  &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;strong&gt;Tekanan darah rendah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Biasanya pemicunya karena postur tubuh mengalami perubahan tiba-tiba. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan saat berlatih:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Lakukan pemanasan lebih lama. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hindari melakukan gerakan yang menempatkan posisi kepala di  bawah jantung. Misalnya pada latihan beban (bench press, bent-over rows,  atau reverse flies), latihan pengencangan (sit-up), senam aerobic  dance, atau pose-pose tertentu dalam yoga.  Saat kepala terangkat dari  posisi tersebut, bisa jadi sirkulasi darah tak cukup kuat untuk mengirim  darah ke otak, sehingga untuk sesaat Anda merasa pusing. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rasa pusing juga bisa menyerang bila Anda tiba-tiba berhenti  setelah melakukan gerakan yang banyak bertumpu pada kekuatan kaki,  seperti squat, lunge, elliptical machine, atau treadmill. Hal ini  terjadi karena darah terpusat di kaki dan tubuh perlu peregangan otot  kaki untuk memompa darah kembali ke kepala. Perlahan-lahan, turunkan  intensitasnya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk meningkatkan sirkulasi, lakukan gerakan memompa kaki dan  pergelangan kaki beberapa kali sebelum berdiri. Lalu lakukan perlahan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila rasa pusing masih terjadi juga, duduk diam atau berbaring  tanpa bantal. Atau dalam posisi berdiri, silangkan kedua kaki Anda dan  tekan. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;strong&gt;Penting diingat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Lakukan latihan dengan baik, benar, teratur, dan terukur. Ini diperlukan agar latihan memberi efek positif pada kondisi tubuh. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selalu lakukan pemanasan, peregangan, dan pendinginan yang cukup saat latihan, apapun jenis latihan Anda. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hindari melakukan latihan bila keluhan Anda tengah kambuh atau parah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hindari melakukan gerakan yang menimbulkan nyeri pada bagian  tubuh yang  tengah bermasalah. Berhenti dahulu atau lakukan semampu  Anda. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Akan lebih baik bila Anda berkonsultasi pada spesialis kedokteran olahraga untuk program latihan yang tepat. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;sumber : http://jadilangsing.com&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4940965322862212416-4983288492000364020?l=askep-askeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/4983288492000364020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/4983288492000364020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-askeb.blogspot.com/2010/12/redakan-keluhan-dengan-latihan-sedikit.html' title='Redakan Keluhan dengan Latihan'/><author><name>Rahmat Ilham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02475630976015993209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_43hIOHquY0w/SoVxX4wMoiI/AAAAAAAAADk/xD3I8pJqg-0/S220/biodata.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4940965322862212416.post-1831226719950821098</id><published>2010-12-21T09:19:00.001+07:00</published><updated>2010-12-21T09:51:11.695+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Sehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips n trick'/><title type='text'>Fakta Telur dan Warna-warni Telur</title><content type='html'>&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="bold2"&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="bold2" width="*"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;td align="right" width="80"&gt;&lt;a class="remove" href="http://jadilangsing.com/member/login.asp?id=72&amp;amp;bookmark=1"&gt;&lt;/a&gt;                                           &lt;/td&gt;                    &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td height="10"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;                                    &lt;td class="text1" valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;table align="left" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" style="width: 209px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="200"&gt;&lt;img border="0" src="http://jadilangsing.com/images/tips/fakta-telur_b.jpg" width="200" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="5"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Warna-warni Telur&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Setelah mengetahui manfaat telur, ada baiknya Anda juga mengenali kondisi fisik telur untuk mengetahui kuaiitasnya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Merah &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Noda darah pada kuning telur disebabkan oleh pecahnya pembuluh  darah pada permukaan kuning telur yang akan memudar sejalan dengan  waktu. Noda ini menunjukkan bahwa telur masih segar dan aman untuk  dimakan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hijau &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Cincin kehijauan yang terdapat di sekeliling kuning telur rebus  menandakan telur dimasak dengan api terlalu besar, terlalu matang, atau  tidak segera didinginkan ketika matang. Bisa juga disebabkan oleh  tingginya kandungan zat besi dalam air rebusan dan meresap ke dalam  telur. Munculnya warna ini tidak mengubah kualitas telur. Telur tetap  aman dikonsumsi.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cokelat atau putih &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Warna cangkang telur tergantung pada warna bulu ayam yang  memproduksinya. Telur bercangkang cokelat berasai dari ayam berbulu  kemerahan dengan lubang telinga merah. Sedangkan yang putih berasai dari  ayam berbulu putih dengan lubang telinga putih.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Abu-abu &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Warna putih telur segar yang tidak jernih atau ke-abu-abuan  disebabkan oleh kandungan karbondioksida di dalamnya. Warna ini  menunjukkan bahwa telur ayam masih sangat segar dan aman bagi kesehatan.  Semakin lama telur disimpan, kandungan ini akan keluar melalui  pori-pori cangkang telur, sehingga bagian putih telur menjadi jernih.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Merah muda atau biru kehijauan &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Jika menemukan warna ini di bagian putih telur mentah, ada  kemungkinan telur telah terkontaminasi bakteri. Sebaiknya telur seperti  ini tidak dikonsumsi&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Fakta Telur&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;• Setiap butir kulit telur memiliki pori-pori hingga 17.000 pada permukaannya.&lt;br /&gt;• Melalui pori-pori tersebut telur bisa menyerap aroma dari lingkungan sekitarnya.&lt;br /&gt;• Telur lebih cepat rusak ketika diletakkan di suhu ruangan selama sehari dibanding satu minggu di kulkas.&lt;br /&gt;• Telur yang telah berusia satu atau dua minggu akan lebih mudah dikupas kulitnya ketika direbus.&lt;br /&gt;• Untuk melihat apakah telur sudah matang atau belum, putar telur di  dalam air. Jika dapat berputar dengan mudah, berarti sudah matang.&lt;br /&gt;• Bagian kuning dan putih telur paling mudah dipisahkan ketika telur dalam keadaan dingin.&lt;br /&gt;• Putih telur akan mengembang lebih baikjika didiamkan pada suhu ruangan selama 20 - 30 menit sebelum dikocok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;keep ’it right&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Simpan telur dalam kardus atau wadah plastik di kulkas  dengan ujung yang tumpu! berada di atas untuk mencegah telur menyerap  aroma dari lingkungan serta menjaga kuning telur tetap berada di tengah.&lt;br /&gt;• Jangan mencuci telur sebelum menyimpannya, karena justru akan  menghilangkan lapisan pelindung alami di bagian luar cangkang dan  membuat telur lebih cepat rusak.&lt;br /&gt;• Jika terdapat kotoran pada cangkang, sebaiknya dicuci, kemudian, di-keringkan sebelum disimpan di kulkas.&lt;br /&gt;• Usahakan tidak menyimpan telur di bagian pintu kulkas, karena  perubahan suhu ketika kulkas dibuka bisa membuat telur tidak tahan lama.&lt;br /&gt;• Segera pisahkan telur yang retak atau pecah, karena bisa mengkontaminasi telur lain yang masih bagus.&lt;br /&gt;• Telur rebus yang belum dikupas bisa disimpan di kulkas hingga seminggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;http://jadilangsing.com&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4940965322862212416-1831226719950821098?l=askep-askeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/1831226719950821098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/1831226719950821098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-askeb.blogspot.com/2010/12/fakta-telur-dan-warna-warni-telur.html' title='Fakta Telur dan Warna-warni Telur'/><author><name>Rahmat Ilham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02475630976015993209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_43hIOHquY0w/SoVxX4wMoiI/AAAAAAAAADk/xD3I8pJqg-0/S220/biodata.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4940965322862212416.post-7370480460875304448</id><published>2010-12-13T10:58:00.000+07:00</published><updated>2010-12-13T10:58:38.869+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sistem endokrin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sistem tubuh'/><title type='text'>[Fakta] Kondom Tidak Bisa Melindungi Penularan HIV-AIDS</title><content type='html'>&lt;div id="gohan0"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Sekelompok massa yang menamakan Madani Mental Healt Care mengadakan aksi simpatik pada peringatan &lt;a href="http://ruanghati.com/2010/12/01/saat-maut-menjemput-penderita-hiv-jelang-hari-aids-1-desember/" rel="nofollow"&gt;hari AIDS sedunia&lt;/a&gt; pada 1 Desember 2010. Mereka mengkapanyekan progam memerangi &lt;a href="http://ruanghati.com/2010/12/01/saat-maut-menjemput-penderita-hiv-jelang-hari-aids-1-desember/" rel="nofollow"&gt;HIV/AIDS&lt;/a&gt;   dengan keimanan.  “Kita kampanyekan memerangi HIV/AIDS dengan  keimanan,  karena program kondom ternyata tidak mencegah virus HIV,  kondom hanya  mencegah sperma,” kata juru bicara aksi, Ustad Ginanjar  Maulana ketika  ditemui di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu  (01/12/2010).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;img alt="Banyak kalangan berpikir akan aman dari penularan HIV-AIDS dengan menggunakan kondom" class="size-full wp-image-8331" height="329" src="http://ruanghati.com/wp-content/uploads/2010/12/Condom-banana.jpg" title="Banyak kalangan berpikir akan aman dari penularan HIV-AIDS dengan menggunakan kondom" width="517" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_8331" style="text-align: left; width: 527px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Banyak kalangan berpikir akan aman dari penularan HIV-AIDS dengan menggunakan kondom&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Ustad  Ginanjar mengatakan tujuan dari kampanye ini adalah menyadarkan   masyarakat tentang bahaya seks bebas dan penggunaan jarum suntik secara   bergantian. Dirinya menambahkan program pembagian kondom yang dilakukan   pemerintah adalah keliru karena alat itu tidak mencegah penyebaran   virus HIV. “Dari penelitian kondom dapat mencegah bakteri 1/160 mm2   sedangkan virus HIV 1/250 mm2 sehingga tetap nembus,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Pemerintah,  kata ustad Ginanjar, malah mendirikan ATM Kondom yang  dapat dibeli  masyarakat dengan harga cukup terjangkau. “Hal itu malah  merangsang  masyarakat untuk membeli kondom dan melakukan seks bebas,  bayangkan  harga kondom Rp 500 untuk tiga buah dengan tiga rasa, pasti  mereka  tertarik,kan,” tegasnya. Massa yang menggunakan atribut topeng  dan  spanduk tentang bahaya seks bebas itu kemudian membagikan selebaran   kepada pengendara yang melintas di kawasan Bundaran HI.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :http://ruanghati.com/2010/12/01/fakta-kondom-tidak-bisa-melindungi-penularan-hiv-aids/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4940965322862212416-7370480460875304448?l=askep-askeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/7370480460875304448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/7370480460875304448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-askeb.blogspot.com/2010/12/fakta-kondom-tidak-bisa-melindungi.html' title='[Fakta] Kondom Tidak Bisa Melindungi Penularan HIV-AIDS'/><author><name>Rahmat Ilham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02475630976015993209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_43hIOHquY0w/SoVxX4wMoiI/AAAAAAAAADk/xD3I8pJqg-0/S220/biodata.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4940965322862212416.post-8283658840203816004</id><published>2010-12-13T09:57:00.000+07:00</published><updated>2010-12-13T09:57:09.248+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sistem pencernaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Ciri-ciri Tubuh Terkena Sakit Usus Buntu</title><content type='html'>&lt;div class="post-body" id="post-7748028910514994702"&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="400" src="http://images.detik.com/content/2010/12/09/763/sakit-perut3-dalam-ts.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Penyakit  radang usus buntu bisa menyerang  siapa saja mulai dari anak-anak  hingga orang dewasa. Operasi adalah  satu-satunya cara untuk mengatasi  usus buntu yang meradang. Seperti apa  ciri-ciri terkena radang usus  buntu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usus buntu adalah usus yang  menggantung alias buntu tidak  tersambung dengan bagian lain. Meski  begitu usus buntu ini punya  fungsi sebagai rumah bakteri baik yang mana  jika bakteri baik dalam  tubuh terjaga maka kekebalan tubuh juga akan  terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala  utamanya adalah sakit di  bagian perut. Lokasi nyeri yang muncul mungkin  akan bervariasi, hal ini  tergantung pada usia dan posisi usus buntu.  Pada anak kecil atau  perempuan hamil, sakit yang muncul mungkin berada  di tempat berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang ketika perut sakit orang  jarang yang  berpikir itu usus buntu tapi menduganya maag. Tapi  sebenarnya gejala  radang usus buntu sangat khas.&lt;br /&gt;Seperti dikutip dari Medicinet.com dan Mayo Clinic, Rabu (8/12/2010) tanda-tanda gangguan pada usus buntu, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="http://3.bp.blogspot.com/_CmeHXN-EjMQ/TBwZqOoUrbI/AAAAAAAAAwc/TpKciUW3sek/s1600/Usus+Buntu.jpg" src="http://3.bp.blogspot.com/_CmeHXN-EjMQ/TBwZqOoUrbI/AAAAAAAAAwc/TpKciUW3sek/s1600/Usus+Buntu.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;1. Rasa sakit yang dimulai di sekitar pusar dan sering juga di bagian bawah kanan perut.&lt;br /&gt;2. Rasa sakit akan semakin terasa selama beberapa jam.&lt;br /&gt;3. Rasa sakit akan semakin timbul jika daerah perut bagian kanan bawah ditekan dan kemudian tekanan dengan cepat dilepaskan.&lt;br /&gt;4. Nyeri yang memburuk ketika sedang batuk, berjalan atau melakukan gerakan lain yang mengguncang tubuh.&lt;br /&gt;5. Kehilangan nafsu makan&lt;br /&gt;6. Mual dan muntah karena adanya hambatan pada usus.&lt;br /&gt;7. Demam&lt;br /&gt;8. Sembelit&lt;br /&gt;9. Ketidakmampuan untuk membuang gas.&lt;br /&gt;10. Diare&lt;br /&gt;11. Perut yang terlihat membengkak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah makanan biji-bijian penyebab usus buntu?&lt;br /&gt;Selama ini orang banyak beranggapan usus buntu terjadi karena sering makan biji-bijian yang sulit dikunyah halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggapan seperti itu tidak benar tapi juga tidak salah&lt;br /&gt;Memang  radang usus buntu terjadi  karena ada penyumbatan di wilayah ini.  Penyumbatan ini yang paling  sering adalah dari sisa-sisa makanan yang  berupa tinja atau feses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisa-sisa makanan dan tinja yang   mengeras akan terjebak di lubang rongga sehingga menimbulkan   penyumbatan. Penyumbatan ini membuat bakteri atau virus terperangkap di   dalam usus buntu sehingga bisa memicu terjadinya infeksi. Nah, infeksi   inilah yang membuat radang usus buntu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/images/ency/fullsize/1090.jpg" src="http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/images/ency/fullsize/1090.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Konsumsi  cabai atau jambu  beserta bijinya seringkali tidak tercerna dengan  baik, sehingga masuk ke  dalam saluran usus buntu sebagai benda asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya  untuk mencegah  peradangan usus buntu disarankan sering mengonsumsi  makanan berserat  seperti sayuran dan buah. Hal ini karena serat yang  dikonsumsi bisa  membantu proses pencernaan dan mencegah tinja terlalu  lama berada di  dalam usus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa&lt;br /&gt;Dr.  A. Sigit Tjahyono,  Sp.B, Sp.BTKV(K) dalam konsultasi detikHealth  menuturkan pemeriksaan  yang dilakukan untuk mendiagnosisnya adalah  anamnesis (tanya jawab)  yang dilengkapi tes penunjang seperti urinalisa  (untuk membedakan  dengan penyakit lain seperti batu kandung kemih) dan  USG (untuk melihat  usus buntu yang terinfeksi misalnya bengkak atau ada  cairan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika  radang usus buntunya  kronis, maka gejala nyeri perut yang dirasakan  ringan atau bahkan hanya  merasa mual saja. Namun jika sudah akut, maka  akan terasa sakit di ulu  hati yang disertai mual dan muntah. Dalam  waktu 24 jam biasanya terasa  demam dan baru muncul sakit yang menetap  pada perut kanan bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk radang usus buntu akut,   tindakan operasi perlu segera dilakukan mengingat adanya kemungkinan   pecahnya usus buntu. Sedangkan untuk usus buntu kronis waktu operasinya   masih bisa ditunda tergantung dari kondisi pasien, namun disarankan   untuk tidak terlalu lama menundanya.&lt;/span&gt;                &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4940965322862212416-8283658840203816004?l=askep-askeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/8283658840203816004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/8283658840203816004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-askeb.blogspot.com/2010/12/ciri-ciri-tubuh-terkena-sakit-usus.html' title='Ciri-ciri Tubuh Terkena Sakit Usus Buntu'/><author><name>Rahmat Ilham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02475630976015993209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_43hIOHquY0w/SoVxX4wMoiI/AAAAAAAAADk/xD3I8pJqg-0/S220/biodata.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_CmeHXN-EjMQ/TBwZqOoUrbI/AAAAAAAAAwc/TpKciUW3sek/s72-c/Usus+Buntu.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4940965322862212416.post-2656624576564053727</id><published>2010-12-13T09:54:00.001+07:00</published><updated>2010-12-21T09:51:11.697+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Sehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Ikan Teri dan Ceker Ayam Sumber Utama Kalsium Selain Susu</title><content type='html'>&lt;img alt="http://zaifzuned.files.wordpress.com/2010/11/ceker-ayam.jpg" src="http://zaifzuned.files.wordpress.com/2010/11/ceker-ayam.jpg" style="height: 231px; width: 337px;" /&gt;&lt;img alt="http://sani54.files.wordpress.com/2008/12/ikan-teri1.jpg" src="http://sani54.files.wordpress.com/2008/12/ikan-teri1.jpg" style="height: 166px; width: 331px;" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;Selama ini susu dikenal sebagai sumber kalsium yang baik untuk   masyarakat. Tapi bagi orang yang tidak bisa mengonsumsi susu karena   memiliki masalah pencernaan ada alternatif lain dengan mengonsumsi ikan   teri dan ceker ayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang memiliki intoleransi  laktosa  umumnya tidak bisa mengonsumsi susu, karena laktosa yang  terdapat di  dalam susu tidak bisa dicerna dengan baik oleh usus  sehingga menimbulkan  gangguan seperti diare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk orang yang  memiliki intoleransi  susu, sumber kalsium bisa didapat dari ikan  terutama yang tulangnya bisa  dimakan. Dan ikan yang banyak mengandung  kalsium adalah ikan teri,"  ujar dr Samuel Oentoro, MS, SpGK, ahli gizi  klinik FKUI-RSCM dalam acara  peluncuran Logo baru Frisian Flag dan  Kampanye 'Raih Esokmu' di  Ballroom Ritz Charlton, Jakarta, Jumat  (10/12/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dr Samuel  menuturkan kalsium itu banyak terdapat  di tulang, jadi ikan yang bisa  dikonsumsi bersama dengan tulangnya  mengandung kalsium yang tinggi  seperti ikan teri biasanya dimakan  bersama dengan tulang-tulangnya.  Selain itu ceker ayam juga ada  kalsiumnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="http://2.bp.blogspot.com/_vhwCFkjXeNo/SwtDclxSS6I/AAAAAAAAA40/2R7AAV5HuNk/s1600/SOTO+CEKER.jpg" src="http://2.bp.blogspot.com/_vhwCFkjXeNo/SwtDclxSS6I/AAAAAAAAA40/2R7AAV5HuNk/s1600/SOTO+CEKER.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi  sebaiknya jangan  konsumsi ikan teri yang sudah diawetkan (diasinkan)  atau digoreng.  Lebih baik ikan terinya dipepes atau disteam," ujar  dokter yang  berpraktek di di Semanggi Spesialist Clinic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalsium  selama ini  diketahui bermanfaat untuk membangun dan menguatkan tulang.  Tapi  ternyata banyak manfaat dari kalsium bagi tubuh, karena mineral  ini bisa  membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi risiko terkena  diabetes  dan menurunkan berat badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini karena kalsium bisa  membantu  mempercepat proses pembakaran lemak, tapi jika kalsiumnya  berasal dari  susu sebaiknya jangan memilih susu yang mengandung kadar  lemak tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain  itu asupan kalsium harus diperhatikan untuk  menjaga agar jumlah kalsium  dalam darah tetap dalam range normal  sehingga tidak menganbil kalsium  dari sumber lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;b&gt;ver/ir&lt;/b&gt;)      &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #33ccff; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;jadi jangan liat sebelah mata ya gan ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IKAN TERI dan CEKER ayam hheee....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber   :http://www.detikhealth.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4940965322862212416-2656624576564053727?l=askep-askeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/2656624576564053727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/2656624576564053727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-askeb.blogspot.com/2010/12/ikan-teri-dan-ceker-ayam-sumber-utama.html' title='Ikan Teri dan Ceker Ayam Sumber Utama Kalsium Selain Susu'/><author><name>Rahmat Ilham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02475630976015993209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_43hIOHquY0w/SoVxX4wMoiI/AAAAAAAAADk/xD3I8pJqg-0/S220/biodata.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vhwCFkjXeNo/SwtDclxSS6I/AAAAAAAAA40/2R7AAV5HuNk/s72-c/SOTO+CEKER.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4940965322862212416.post-4441821992342022238</id><published>2010-12-13T09:34:00.000+07:00</published><updated>2010-12-13T09:34:16.382+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sistem integumen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Yang Benar dan Keliru Saat Mengobati Luka Sendiri</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_43hIOHquY0w/TQWGGZESKII/AAAAAAAAAic/0iaFwMjTNmY/s1600/luka2-dalam-ts.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_43hIOHquY0w/TQWGGZESKII/AAAAAAAAAic/0iaFwMjTNmY/s1600/luka2-dalam-ts.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; Ketika seseorang terjatuh atau teriris  biasanya plester menjadi pertolongan pertama. Tapi tak selamanya  penggunaan plester itu benar ada juga yang keliru. Yang juga harus  diketahui adalah mitos dan fakta dalam mengobati luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dikutip dari &lt;em&gt;WebMD &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;emedmag.com&lt;/em&gt;, Senin (13/12/2010) ada beberapa hal yang salah dan benar mengenai plester pembalut luka, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;1. Mitos: Membersihkan luka dengan menggunakan alkohol.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selama ini masyarakat menggunakan alkohol untuk membersihkan luka, padahal hal tersebut salah dan hanya sekedar mitos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara  terbaik untuk membersihkan luka terutama yang kecil adalah dengan air  mengalir. Setelah itu bilas luka setidaknya selama 5 menit untuk  mengeluarkan kotoran, debu dan bakteri yang masuk ke dalam luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan  jika luka yang besar atau terus mengeluarkan darah harus ditangani oleh  dokter untuk menghindari pasien mengalami perdarahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;2. Fakta: Menjaga luka agar tetap lembab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hal  ini benar karena menjaga luka tetap lembab bisa membuatnya cepat sembuh  dan membantu menjaga perban agar tetap menempel. Hal ini sangat berguna  untuk luka besar dan goresan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun satu hal yang pasti adalah  luka harus tetap bersih dan menggunakan lapisan tipis dari salep  antibiotik untuk mencegah infeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;3. Mitos: Harus membiarkan luka selalu terbuka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anggapan  ini adalah salah, karena dengan membalut luka sebenarnya bisa  melindungi daerah tersebut dari gesekan-gesekan dengan pakaian, kotoran  dan juga bakteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengurangi risiko infeksi bakteri, selalu  membersihkan luka sebelum menggunakan pembalut serta menggunakan  perekat dengan posisi selebar luka dan bukan memanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;4. Fakta: Harus membuka pembalut luka secara perlahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hal ini adalah benar, karena membuka pembalut luka dengan menariknya secara cepat bisa membuat luka kembali terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika  perban terasa menempel di luka, maka rendam dengan menggunakan air  hangat untuk memudahkan melepaskannya, lalu lepaskan plester secara  perlahan dan lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari rambut di kulit yang  rontok, sebaiknya tarik perban secara bertahap dengan arah yang sama  seperti pertumbuhan rambut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;sumber : http://www.detikhealth.com&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4940965322862212416-4441821992342022238?l=askep-askeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/4441821992342022238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/4441821992342022238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-askeb.blogspot.com/2010/12/yang-benar-dan-keliru-saat-mengobati.html' title='Yang Benar dan Keliru Saat Mengobati Luka Sendiri'/><author><name>Rahmat Ilham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02475630976015993209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_43hIOHquY0w/SoVxX4wMoiI/AAAAAAAAADk/xD3I8pJqg-0/S220/biodata.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_43hIOHquY0w/TQWGGZESKII/AAAAAAAAAic/0iaFwMjTNmY/s72-c/luka2-dalam-ts.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4940965322862212416.post-1048548255274426968</id><published>2010-12-13T09:26:00.001+07:00</published><updated>2010-12-21T09:51:11.698+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Post Partum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Sehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maternitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sistem tubuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips n trick'/><title type='text'>Gizi Tepat Saat Hamil</title><content type='html'>&lt;div class="bodytext" id="item_body"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_43hIOHquY0w/TQWGw7AeS6I/AAAAAAAAAig/wSzYY21urII/s1600/gizi-hamil.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_43hIOHquY0w/TQWGw7AeS6I/AAAAAAAAAig/wSzYY21urII/s1600/gizi-hamil.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #ff6600; font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;KEBUTUHAN GIZI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #0066ff; font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #f80080; font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt; Kalori&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;Selama  hamil, ibu membutuhkan tambahan energi/kalori untuk pertumbuhan dan  perkembangan janin, juga plasenta, jaringan payudara, cadangan lemak,  serta untuk perubahan metabolisme yang terjadi. Di trimester II dan III,  kebutuhan kalori tambahan ini berkisar 300 kalori per hari dibanding  saat tidak hamil. Berdasarkan perhitungan, pada akhir kehamilan  dibutuhkan sekitar 80.000 kalori lebih banyak dari kebutuhan kalori  sebelum hamil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #0066ff; font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #f80080; font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt; Protein&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;Kebutuhan  protein bagi wanita hamil adalah sekitar 60 gram. Artinya, wanita hamil  butuh protein 10-15 gram lebih tinggi dari kebutuhan wanita yang tidak  hamil. Protein tersebut dibutuhkan untuk membentuk jaringan baru, maupun  plasenta dan janin. Protein juga dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan  dan diferensiasi sel.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #0066ff; font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #f80080; font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt; Lemak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;Pertumbuhan  dan perkembangan janin selama dalam kandungan membutuhkan lemak sebagai  sumber kalori utama. Lemak merupakan sumber tenaga yang vital dan untuk  pertumbuhan jaringan plasenta. Pada kehamilan yang normal, kadar lemak  dalam aliran darah akan meningkat pada akhir trimester III. Tubuh wanita  hamil juga menyimpan lemak yang akan mendukung persiapannya untuk  menyusui setelah bayi lahir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #0066ff; font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #f80080; font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt; Karbohidrat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;Karbohidrat  merupakan sumber utama untuk tambahan kalori yang dibutuhkan selama  kehamilan. Pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan  membutuhkan karbohidrat sebagai sumber kalori utama. Pilihan yang  dianjurkan adalah karbohidrat kompleks seperti roti, serealia, nasi dan  pasta. Selain mengandung vitamin dan mineral, karbohidrat kompleks juga  meningkatkan asupan serat yang dianjurkan selama hamil untuk mencegah  terjadinya konstipasi atau sulit buang air besar dan wasir.&lt;span id="more-57"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #0066ff; font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #f80080; font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt; Vitamin dan mineral&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;Wanita  hamil juga membutuhkan lebih banyak vitamin dan mineral dibanding  sebelum hamil. Ini perlu untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan  janin serta proses diferensiasi sel. Tak cuma itu. Tambahan zat gizi  lain yang penting juga dibutuhkan untuk membantu proses metabolisme  energi seperti vitamin B1, vitamin B2, niasin, dan asam pantotenat.  Vitamin B6 dan B12 diperlukan untuk membentuk DNA dan sel-sel darah  merah, sedangkan Vitamin B6 juga berperan penting dalam metabolisme asam  amino.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;Kebutuhan  vitamin A dan C juga meningkat selama hamil. Begitu juga kebutuhan  mineral, terutama magnesium dan zat besi. Magnesium dibutuhkan untuk  mendukung pertumbuhan dari jaringan lunak. Sedangkan zat besi dibutuhkan  untuk membentuk sel darah merah dan sangat penting untuk pertumbuhan  dan metabolisme energi, disamping untuk meminimalkan peluang terjadinya  anemia. Kebutuhan zat besi menjadi dua kali lipat dibandingkan sebelum  hamil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #ff6600; font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;DAMPAK KURANG GIZI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;Kekurangan  asupan gizi pada trimester I dikaitkan dengan tingginya kejadian bayi  lahir prematur, kematian janin, dan kelainan pada sistem saraf pusat  bayi. Sedangkan kekurangan energi terjadi pada trimester II &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;dan  III dapat menghambat pertumbuhan janin atau tak berkembang sesuai usia  kehamilannya. Contoh konkretnya adalah kekurangan zat besi yang  terbilang paling sering dialami saat hamil. Gangguan ini membuat ibu  mengalami anemia alias kekurangan sel darah merah. Kekurangan asam folat  juga dapat menyebabkan anemia, selain kelainan bawaan pada bayi, dan  keguguran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;Padahal,  tak sulit memperoleh tambahan zat besi dan asam folat ini. Selain dari  suplemen, juga dari bahan makanan yang disantapnya. Namun ibu hamil tak  dianjurkan mengonsumsi suplemen multivitamin karena kelebihan vitamin A  dan D dosis tinggi dalam tubuh justru dapat menimbulkan penumpukan yang  berefek negatif. Suplemen dalam bentuk jejamuan juga tidak dianjurkan  jika kebersihan dan keamanan bahannya tidak terjamin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #ff6600; font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;ANJURAN KHUSUS&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;Ibu  hamil sebaiknya mengonsumsi sedikitnya dua gelas susu sehari atau kalau  tidak, santaplah hasil produksi ternak lainnya. Ingat, keanekaragaman  bahan makanan merupakan kunci dari menu makanan bergizi seimbang.  Kebutuhan kalori mudah didapat dari tambahan porsi biji-bijian, sayuran,  buah dan susu rendah lemak. Jika ibu baru mengonsumsi menu bergizi  setelah beberapa minggu kehamilan, diharapkan keterlambatannya tidak  melampui masa trimester II yang merupakan masa pertumbuhan janin  terbesar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;Bagi  ibu hamil sebenarnya tidak ada makanan yang benar-benar harus  dihindari, kecuali alkohol. Namun bila ibu mengalami keluhan  mual-muntah, maka ia tidak dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang  dapat merangsang keluhan mual-muntahnya. Contohnya adalah durian. Jika  tidak ada keluhan, buah ini boleh dikonsumsi selama hamil asalkan  jumlahnya wajar, yaitu sekitar 35 gram dalam sehari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;Olahan  apa pun seperti makanan yang dibakar boleh saja disantap asalkan  benar-benar matang dan tidak dikonsumsi bagian gosongnya. Selanjutnya,  apabila ibu hamil telah mengonsumsi menu makanan sesuai anjuran, maka  camilan tanpa kalori boleh-boleh saja dikonsumsi seperti agar-agar,  gelatin dan sejenisnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;Selain  alkohol, kopi juga tidak dianjurkan diminum selama hamil karena kurang  mengandung zat gizi dan kemungkinan memberikan efek negatif walau hal  ini masih diperdebatkan. Merokok aktif maupun pasif juga harus  dihentikan karena berkaitan dengan tingginya risiko keguguran, bayi  lahir meninggal, lahir prematur, ataupun lahir dengan berat badan rendah  (kurang dari 2.500 gram).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #ff6600; font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;PANTAU KENAIKAN BERAT BADAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;Pada  trimester I biasanya ibu hamil akan mengalami penyesuaian terhadap  perubahan fungsional dalam tubuhnya akibat proses kehamilan. Di  antaranya keluhan mual-muntah dan rasa tidak nyaman lainnya. Dengan  demikian, asupan makanan selama trimester ini belum dapat menaikkan BB  ibu hamil. Normalnya, pada trimester I berat badan diharapkan naik  kurang dari 2 kilogram. Sedangkan pada trimester II dan III sebaiknya  kenaikan BB kurang dari 1/2 kg setiap minggunya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;Ibu  hamil yang tergolong kurus sebelum hamil, diharapkan bisa mencapai  kenaikan BB sebanyak 12,5­18 kg pada akhir kehamilan. Sedangkan untuk  mereka yang tidak kurus dan tidak gemuk alias memiliki berat badan ideal  diharapkan mencapai kenaikan BB sebesar 11,5­16 kg di akhir  kehamilannya. Sedangkan mereka yang kelebihan BB saat sebelum hamil  diharapkan kenaikan BB-nya hanya 7­,115 kg pada akhir kehamilannya.  Sementara wanita hamil yang kegemukan sebelum hamil, kenaikan BB  dianjurkan sebatas 6 kg atau lebih sedikit pada akhir kehamilannya. Agar  kenaikan berat badan terjaga, tentu saja ibu perlu secara berkala dan  rutin menimbang badan bersamaan dengan pemeriksaan kehamilan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="color: #34afb0; font-family: Verdana; font-size: medium;"&gt;&lt;b&gt;MENU SEHARI IBU HAMIL&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;Menu  makanan untuk ibu hamil pada dasarnya tidak banyak berbeda dari menu  sebelum hamil. Jadi seharusnya tidak ada kesulitan berarti dalam  pengaturan menu makanan selama hamil. Nah, berikut bahan makanan yang  dianjurkan dalam sehari:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td width="50%"&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="50%"&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td width="50%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;Kelompok bahan makanan:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="50%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;Porsi:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td width="50%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;roti, serealia, nasi dan mi &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="50%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;6 piring/porsi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td width="50%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;sayuran &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="50%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;3 mangkuk&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td width="50%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;buah &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="50%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;4 potong&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td width="50%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;susu, yogurt, dan atau keju &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="50%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;2 gelas&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td width="50%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;daging, ayam, ikan, telur dan kacang-kacangan &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="50%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;3 potong&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td width="50%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;lemak, minyak &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="50%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;5 sendok teh&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td width="50%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;gula &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="50%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;2 sendok makan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;Berikut tabel contoh menu makanan dalam sehari bagi ibu hamil&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="middle" width="19%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;Bahan makanan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="middle" width="20%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;Porsi hidangan sehari&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="middle" width="61%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;Jenis hidangan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td width="19%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;Nasi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="20%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;5 + 1 porsi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td rowspan="8" width="61%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;Makan pagi: &lt;/b&gt;nasi  1,5 porsi (150 gram) dengan ikan/ daging 1 potong sedang (40 gram),  tempe 2 potong sedang (50 gram), sayur 1 mangkok dan buah 1 potong  sedang&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;Makan selingan:&lt;/b&gt; susu 1 gelas dan buah 1 potong sedang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;Makan siang:&lt;/b&gt; nasi 3 porsi (300 gram), dengan lauk, sayur dan buah sama dengan pagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;Selingan&lt;/b&gt;: susu 1 gelas dan buah 1 potong sedang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;Makan malam:&lt;/b&gt; nasi 2,5 porsi (250 gram) dengan lauk, sayur dan buah sama dengan pagi/siang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;Selingan:&lt;/b&gt; susu 1 gelas&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td width="19%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;Sayuran&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="20%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;3 mangkuk&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td width="19%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;Buah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="20%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;4 potong&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td width="19%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;Tempe&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="20%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;3 potong&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td width="19%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;Daging&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="20%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;3 potong&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td width="19%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;Susu&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="20%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;2 gelas&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td width="19%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;Minyak&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="20%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;5 sendok teh&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td width="19%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;Gula&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="20%"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;2 sendok makan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;Variasikan menu tersebut dengan bahan makanan penukarnya sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="color: #f80080;"&gt;*&lt;/span&gt; 1 porsi nasi (100 gram) dapat ditukar dengan:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;Roti  3 potong sedang (70 gram), kentang 2 biji sedang (210 gram), kue kering  5 buah besar (50 gram), mi basah 2 gelas (200 gram), singkong 1 potong  besar (210 gram), jagung biji 1 piring (125 gram), talas 1 potong besar  (125 gram), ubi 1 biji sedang (135 gram)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="color: #f80080;"&gt;*&lt;/span&gt; 1 potong sedang ikan (40 gram) dapat ditukar dengan:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;1  potong kecil ikan asin (15 gram), 1 sendok makan teri kering (20 gram),  1 potong sedang ayam tanpa kulit (40 gram), 1 buah sedang hati ayam (30  gram), 1 butir telur ayam negeri (55 gram), 1 potong daging sapi (35  gram), 10 biji bakso sedang (170 gram) dan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #f80080;"&gt;*&lt;/span&gt; 1 mangkuk (100 gram) sayuran, &lt;/b&gt;di antaranya buncis, kol, kangkung, kacang panjang, wortel, labu siam, sawi, terong dan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #f80080;"&gt;*&lt;/span&gt; 1 potong buah, &lt;/b&gt;seperti  1 potong besar papaya (110 gram), 1 buah pisang (50 gram), 2 buah jeruk  manis (110 gram), 1 potong besar melon (190 gram), 1 potong besar  semangka (180 gram), 1 buah apel (85 gram), 1 buah besar belimbing (140  gram), 1/4 buah nenas sedang (95 gram), 3/4 buah mangga besar (125  gram), 9 duku buah sedang (80 gram), 1 jambu biji besar (100 gram), 2  buah jambu air sedang (110 gram), 8 buah rambutan (75 gram),&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;2 buah sedang salak (65 gram), 3 biji nangka (45 gram), 1 buah sedang sawo (85 gram), dan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="color: #f80080;"&gt;*&lt;/span&gt; 2 potong sedang tempe (50 gram) dapat ditukar dengan:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;Tahu  1 potong besar (110 gram), 2 potong oncom kecil (40 gram), 2 sendok  makan kacang hijau (20 gram), 2,5 sendok makan kacang kedelai (25 gram),  2 sendok makan kacang merah segar (20 gram), 2 sendok makan kacang  tanah (15 gram), 1,5 sendok makan kacang mete (15 gram), dan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="color: #f80080;"&gt;*&lt;/span&gt; 1 gelas susu susu sapi (200 cc) dapat ditukar dengan:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;4 sendok makan susu skim (20 gram), 2/3 gelas yogurt nonfat (120 gram), 1 potong kecil keju (35 gram), dan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="color: #f80080;"&gt;*&lt;/span&gt; Minyak kelapa 1 sendok teh (5 gram) dapat ditukar dengan:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;avokad  1/2 buah besar (60 gram), 1 potong kecil kelapa (15 gram), 2,5 sendok  makan kelapa parut (15 gram), 1/3 gelas santan (40 gram), dan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="color: #f80080;"&gt;*&lt;/span&gt; Gula pasir 1 sendok makan (13 gram) ditukar dengan:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;1 sendok makan madu (15 gram)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;Konsultan ahli:&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;DR. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;dari Departemen Ilmu Gizi FKUI&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;&amp;nbsp;tabloid-nakita.com&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"&gt;sumber : http://ulinnuha1.blogdetik.com &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4940965322862212416-1048548255274426968?l=askep-askeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/1048548255274426968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/1048548255274426968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-askeb.blogspot.com/2010/12/gizi-tepat-saat-hamil.html' title='Gizi Tepat Saat Hamil'/><author><name>Rahmat Ilham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02475630976015993209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_43hIOHquY0w/SoVxX4wMoiI/AAAAAAAAADk/xD3I8pJqg-0/S220/biodata.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_43hIOHquY0w/TQWGw7AeS6I/AAAAAAAAAig/wSzYY21urII/s72-c/gizi-hamil.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4940965322862212416.post-1735420535843111659</id><published>2010-12-12T10:53:00.000+07:00</published><updated>2010-12-21T09:51:11.700+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SISTEM HORMON'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Sehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sistem pencernaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sistem tubuh'/><title type='text'>Mengapa Pasien Rawat-Inap Tidak Napsu Makan?</title><content type='html'>&lt;span style="color: #333333;"&gt;&lt;strong&gt;Mengapa Pasien Rawat-Inap Tidak Napsu Makan?&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt; &amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt; &amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: #333333;"&gt;Tidak mengherankan bahwa kebanyakan pasien dengan  penyakit sedang atau berat tidak bisa makan dan minum cukup. Berbagai  alasan, antara lain: &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt; &amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: #333333;"&gt;Kebanyakan sudah berada dalam dehidrasi moderat yang menyebabkan lidah kering dan terasa pahit &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: #333333;"&gt;Cemas, depresi atau takut&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: #333333;"&gt;Malaise atau letih&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: #333333;"&gt;Terlalu lemah untuk mengunyah &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: #333333;"&gt;Tidak selera makan, mual atau berada dalam keadaan nyeri&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: #333333;"&gt;Kesadaran menurun&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt; &amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt; &amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;span style="color: #333333;"&gt;Umumnya pasien demikian membutuhkan terapi rumatan untuk memulihkan homeostasis. &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #333333;"&gt;&lt;strong&gt;Rasa haus dan lapar diatur oleh hipotalamus.&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt; &amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;span style="color: #333333;"&gt;Napsu makan (appetite) adalah keinginan untuk  makan, dirasakan sebagai rasa lapar. Napsu makan terdapat pada semua  bentuk kehidupan dan berfungsi mengatur asupan energi yang adekuat untuk  mempertahankan kebutuhan metabolisme. Ini diatur oleh interaksi antara  saluran cerna, jaringan adiposa, dan otak. Napsu makan yang berkurang  dinamakan anoreksia, sedangkan polifagia (atau “hiperfagia”) adalah  makan berlebihan. Kekacauan regulasi pola makan bisa berkontribusi ke  gangguan-gangguan anorexia nervosa, bulimia nervosa, cachexia, kelebihan  makan dan “pesta makan besar”. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt; &amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #333333;"&gt;&lt;strong&gt;Regulasi&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;span style="color: #333333;"&gt;Pengaturan napsu makan telah menjadi subyek  penelitian luas dalam dasa warsa terakhir. Terobosoan-terobosan yang ada  meliputi temuan pada tahun 1994, tentang leptin, suatu hormon yang  terlibat dalam umpan-balik negatif. Kajian-kajian berikutnya  memperlihatkan bahwa regulasi napsu makan merupakan proses yang sangat  kompleks dan melibatkan saluran cerna, banyak hormon, susunan saraf  pusat dan susunan saraf otonom. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt; &amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #333333;"&gt;&lt;strong&gt;Efektor&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;span style="color: #333333;"&gt;Hipotalamus, suatu bagian otak merupakan pusat  pengatur utama dari napsu makan. Neuron-neuron yang mengatur napsu makan  tampaknya didominasi oleh neuron serotoninergik, walaupun neuropeptidea  Y (NPY) dan Agouti-related peptide (AGRP) juga memainkan peran penting.  Cabang-cabang Hypothalamocortical dan hypothalamolimbic projections  berkontribusi terhadap kesadaran adanya rasa lapar. Proses-proses  somatik yang dikendalikan oleh hipotalamus meliputi tonus vagus  (aktivitas sistem saraf parasimpatis), stimulasi tiroid (tiroksin  mengatur laju metabolisme), poros hipotalamus-hipofisis-adrenal serta  sejumlah mekanisme lain. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: #333333;"&gt;&lt;img alt="" height="459" src="http://www.otsuka.co.id/files/Image/Mengapa-tidak-nafsu-makan.jpg" width="480" /&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt; &amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: #333333;"&gt;&lt;strong&gt;Sensor&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;span style="color: #333333;"&gt;Hipotalamus merasakan rangsang-rangsang eksternal  melalui sejumlah hormon, seperti leptin, ghrelin, PYY 3-36, orexin dan  CCK (cholecystokinin); semua ini memodifikasi respon hipotalamus.  Beberapa diproduksi di saluran cerna dan lainnya oleh jaringan adiposa  (leptin). Mediator sistemik, seperti tumor necrosis factor-alpha (TNF&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 18pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: x-small;"&gt;α&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;),  interleukin 1 dan 6 serta corticotropin-releasing hormone (CRH)  mempengaruhi napsu makan secara negatif; mekanisme ini menjelaskan  mengapa orang sakit makan lebih sedikit. Sitokin-sitokin ini bekerja  dengan menambah jumlah serotonin (5-hidroksitriptofan atau 5-HT) di  hipotalamus. Kadar serotonin yang meninggi ini pada gilirannya akan  merangsang sistem melanocortin dan menyebabkan anoreksia. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt; &amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #333333;"&gt;&lt;strong&gt;Bukti baru untuk peran BCAA (Branched Chain Amino Acid)&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt; &amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: #333333;"&gt;BCAA (leucine, isoleucine and valine) melintasi  sawar darah-otak melalui saluran yang sama dengan triptofan (prekursor  serotonin) dan asam-asam amino aromatis lain. Oleh karena itu, jika  diberikan dosis tertentu dari BCAA, mereka akan menghambat secara  kompetitif masuknya triptofan, dan dengan demikian mengurangi kadar  serotonin. Telah ditunjukkan pada uji klinis bahwa BCAA bisa  meningkatkan napsu makan. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt; &amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;span style="color: #333333;"&gt;Sebagai kesimpulan, ada rasionale penambahan  komponen BCAA sebagai bagian dari terapi cairan maintenance di samping  menyediakan elektrolit dan glukosa. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt; &amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt; &amp;nbsp; &lt;/div&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: #333333;"&gt;&lt;strong&gt;dr Iyan Darmawan,&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: #333333;"&gt;Medical Director CN Division Otsuka Indonesia. &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: #333333;"&gt;Email: iyan@ho.otsuka.co.id &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: #333333;"&gt;(ID/2/2007)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4940965322862212416-1735420535843111659?l=askep-askeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/1735420535843111659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/1735420535843111659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-askeb.blogspot.com/2010/12/mengapa-pasien-rawat-inap-tidak-napsu.html' title='Mengapa Pasien Rawat-Inap Tidak Napsu Makan?'/><author><name>Rahmat Ilham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02475630976015993209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_43hIOHquY0w/SoVxX4wMoiI/AAAAAAAAADk/xD3I8pJqg-0/S220/biodata.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4940965322862212416.post-1822308276027768748</id><published>2010-12-12T10:38:00.002+07:00</published><updated>2010-12-12T10:55:57.973+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sistem pencernaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sistem tubuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips n trick'/><title type='text'>Tips Menjaga Metabolisme Tubuh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_43hIOHquY0w/TQQxkRK-PlI/AAAAAAAAAiA/V20ChrcS3U4/s1600/MetabolismEngine.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="148" src="http://4.bp.blogspot.com/_43hIOHquY0w/TQQxkRK-PlI/AAAAAAAAAiA/V20ChrcS3U4/s200/MetabolismEngine.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Belakangan ini Anda merasa mudah sekali lelah dan sakit-sakitan?  Kondisi tubuh Anda harus dijaga. Agar bisa tetap menjalani rutinitas  sehari-hari, coba tips menjaga metabolisme tubuh berikut ini.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jaga pola makan Anda. Makanlah dengan teratur, pagi, siang dan  malam. Anda tidak terbiasa sarapan? Anda bisa mengawali hari dengan jus  buah atau segelas susu. Menu makan siang pun jangan sembarangan. Empat  sehat 5 sempurna ada baiknya Anda coba. Sebisa mungkin hindari fast  food. Anda perlu sumber tenaga, oleh karena itu carilah sumber tenaga  yang terbaik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Penuhi kebutuhan tidar malam Anda. Kurang tidur pastinya membuat  Anda mudah lelah. marah dan tak bisa berkonsentrasi. Usahakan tidur  malam Anda sebanyak 9 jam. Jika porsi tidur ini belum bisa Anda penuhi,  coba gantikan dengan istirahat tidur siang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stres bisa menjadi salah satu faktor yang membuat metabolisme tubuh  Anda melemah. Stres bisa mempermudah penyakin masuk ke dalam tubuh dan  memperlambat proses penyembuhan. Luangkan waktu untuk berbincang dengan  sahabat atau hang out di tempat favorit Anda. Jadilah seseorang yang  selalu diliputi rasa bahagia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Olahraga dengan teratur tentu saja akan meningkatkan kesegaran  tubuh Anda. Lakukan saja olahraga ringan seperti bersepeda atau jogging  bersama sahabat Anda. Lakukan dengan penuh suka cita. Karena olahraga  yang dilakukan secara terpaksa juga tak bisa berbuah maksimal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ini tips yang biasa kita dengar. Minum air putih 8 gelas setiap  hari. Dua liter air yang kita konsumsi itu ternya gunanya untuk mengatur  suhu tubuh, aliran darah dan menyebarkan gizi ke seluruh tubuh Anda.  Jadi tak ada ruginya Anda membiasakan diri mengkonsumsi air putih dengan  takaran yang tepat.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;i&gt;sumber : detik.com&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4940965322862212416-1822308276027768748?l=askep-askeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/1822308276027768748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/1822308276027768748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-askeb.blogspot.com/2010/12/tips-menjaga-metabolisme-tubuh.html' title='Tips Menjaga Metabolisme Tubuh'/><author><name>Rahmat Ilham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02475630976015993209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_43hIOHquY0w/SoVxX4wMoiI/AAAAAAAAADk/xD3I8pJqg-0/S220/biodata.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_43hIOHquY0w/TQQxkRK-PlI/AAAAAAAAAiA/V20ChrcS3U4/s72-c/MetabolismEngine.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4940965322862212416.post-3923162607852003132</id><published>2010-12-11T08:35:00.001+07:00</published><updated>2010-12-21T09:51:11.703+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Sehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maternitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips n trick'/><title type='text'>Cara Menyeduh Susu yang Benar</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_43hIOHquY0w/TQLVt6D19XI/AAAAAAAAAhw/fgAqyvuzAy8/s1600/susu-%2528thinkstock%2529-dlm.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_43hIOHquY0w/TQLVt6D19XI/AAAAAAAAAhw/fgAqyvuzAy8/s1600/susu-%2528thinkstock%2529-dlm.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kebiasaan menyeduh susu dengan air panas bersuhu tinggi banyak dilakukan  orang. Padahal cara tersebut tidaklah benar karena suhu yang terlalu  tinggi justru akan merusak protein di dalam susu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara menyeduh susu yang benar adalah dengan menggunakan air yang tidak terlalu panas atau suhunya di bawah 70 derajat celsius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan  menuangkan air mendidih untuk bikin susu, karena bisa merusak kandungan  proteinnya. Sebaiknya gunakan air hangat yang suhunya di bawah 70  derajat celsius," ujar dr Samuel Oentoro, MS, SpGK, ahli gizi klinik  FKUI-RSCM dalam acara peluncuran Logo baru Frisian Flag dan Kampanye  'Raih Esokmu' di Ballroom Ritz Charlton, Jakarta, Jumat (10/12/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dr  Samuel menambahkan jika menggunakan air panas dari dispenser sebaiknya  jangan langsung menuang air panas dalam susu lalu mencampur air dingin.  Tapi air panas dan dingin dari dispenser dicampur terlebih dahulu baru  air campurannya dibuat untuk menyeduh susu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga jika  ingin menghangatkan susu yang dibeli dalam bentuk susu cair cukup  dihangatkan sebentar saja tidak perlu sampai mendidih. Dan sebaiknya  susu yang dibuat segera diminum, karena kalau dibiarkan akan  memungkinkan terjadinya oksidasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Simpanlah susu di tempat yang  kedap udara dan tidak lembab, misalnya pada susu kaleng pasti sering di  buka tutup, jadi sebaiknya disimpan di tempat yang tidak lembab untuk  menghindari kontaminasi," ujar dokter yang berpraktek di di Semanggi  Spesialist Clinic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu tidak ada kata terlambat untuk  minum susu, karena banyak manfaat yang bisa didapat. Saat masih bayi  susu terutama ASI merupakan sumber nutrisi yang baik. Saat anak-anak dan  remaja susu baik untuk pertumbuhan. Sedangkan saat dewasa susu bisa  membantu menjaga jumlah kalsium di dalam darah agar tetap normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Susu  yang dikonsumsi mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin B1,  B12, A, D dan K, kalsium,mineral dan lactoferin yang sangat penting  untuk menstimulasi sistem kekebalan tubuh terutama pada anak-anak,"  ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang berusia di atas 30 tahun sebaiknya  pilihlah susu low-fat (rendah lemak) sedangkan untuk yang sudah  menopause sebaiknya pilihlah susu yang non-fat (tidak mengandung lemak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dr  Samuel menuturkan saat ini konsumsi susu di Indonesia sudah meningkat  dari 7,7 liter per kapita per tahun pada tahun 2008 menjadi 11,7 liter  per kapita per tahun pada tahun 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian angka ini  masih lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti  Thailand (37,1 liter per kapita per tahun) dan Vietnam (12,1 liter per  tahun per kapita).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;sumber : http://www.detikhealth.com/read/2010/12/11/080255/1522186/766/cara-menyeduh-susu-yang-benar&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4940965322862212416-3923162607852003132?l=askep-askeb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/3923162607852003132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4940965322862212416/posts/default/3923162607852003132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-askeb.blogspot.com/2010/12/cara-menyeduh-susu-yang-benar.html' title='Cara Menyeduh Susu yang Benar'/><author><name>Rahmat Ilham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02475630976015993209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_43hIOHquY0w/SoVxX4wMoiI/AAAAAAAAADk/xD3I8pJqg-0/S220/biodata.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_43hIOHquY0w/TQLVt6D19XI/AAAAAAAAAhw/fgAqyvuzAy8/s72-c/susu-%2528thinkstock%2529-dlm.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4940965322862212416.post-1553076431516347557</id><published>2010-10-28T23:54:00.001+07:00</published><updated>2010-10-28T23:54:53.914+07:00</updated><title type='text'>UNDANG-UNDANG KESEHATAN</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;NOMOR 36 TAHUN 2009&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;TENTANG&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;KESEHATAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 90pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Menimbang    :    a.     bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 90pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;b.     bahwa setiap kegiatan dalam upaya untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dilaksanakan berdasarkan prinsip nondiskriminatif, partisipatif, dan berkelanjutan dalam rangka pembentukan sumber daya manusia Indonesia, serta peningkatan ketahanan dan daya saing bangsa bagi pembangunan nasional;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 90pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;c.     bahwa setiap hal yang menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan pada masyarakat Indonesia akan menimbulkan kerugian ekonomi yang besar bagi negara, dan setiap upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat juga berarti investasi bagi pembangunan negara;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 90pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;d.     bahwa setiap upaya pembangunan harus dilandasi dengan wawasan kesehatan dalam arti pembangunan nasional harus memperhatikan kesehatan masyarakat dan merupakan tanggung jawab semua pihak baik Pemerintah maupun masyarakat;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 90pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;e.     bahwa Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan, tuntutan, dan kebutuhan hukum dalam masyarakat sehingga perlu dicabut dan diganti dengan Undang-Undang tentang Kesehatan yang baru;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 90pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;f.     bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c, huruf d, dan huruf e perlu membentuk Undang-Undang tentang Kesehatan;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 72pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Mengingat    :     Pasal 20, Pasal 28H ayat (1), dan Pasal 34 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Dengan Persetujuan Bersama&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;dan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;MEMUTUSKAN :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 72pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Menetapkan    :    &lt;strong&gt;UNDANG-UNDANG TENTANG KESEHATAN.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;BAB I&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;KETENTUAN UMUM&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 1&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;1.     Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;2.     Sumber daya di bidang kesehatan adalah segala bentuk dana, tenaga, perbekalan kesehatan, sediaan farmasi dan alat kesehatan serta fasilitas pelayanan kesehatan dan teknologi yang dimanfaatkan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yang dilakukan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;3.     Perbekalan kesehatan adalah semua bahan dan peralatan yang diperlukan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;4.     Sediaan farmasi adalah obat, bahan obat, obat tradisional, dan kosmetika.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;5.  Alat kesehatan adalah instrumen, aparatus, mesin dan/atau implan yang tidak mengandung obat yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan dan meringankan penyakit, merawat orang sakit, memulihkan kesehatan pada manusia, dan/atau membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;6.     Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;7.     Fasilitas pelayanan kesehatan adalah suatu alat dan/atau tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;8.     Obat adalah bahan atau paduan bahan, termasuk produk biologi yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi, untuk manusia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;9.     Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (&lt;em&gt;galenik&lt;/em&gt;), atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;10.    Teknologi kesehatan adalah segala bentuk alat dan/atau metode yang ditujukan untuk membantu menegakkan diagnosa, pencegahan, dan penanganan permasalahan kesehatan manusia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;11.    Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan yang dilakukan secara terpadu, terintregasi dan berkesinambungan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, pengobatan penyakit, dan pemulihan kesehatan oleh pemerintah dan/atau masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;12.    Pelayanan kesehatan promotif adalah suatu kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang lebih mengutamakan kegiatan yang bersifat promosi kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;13.    Pelayanan kesehatan preventif adalah suatu kegiatan pencegahan terhadap suatu masalah kesehatan/penyakit.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;14.    Pelayanan kesehatan kuratif adalah suatu kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pengobatan yang ditujukan untuk penyembuhan penyakit, pengurangan penderitaan akibat penyakit, pengendalian penyakit, atau pengendalian kecacatan agar kualitas penderita dapat terjaga seoptimal mungkin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;15.    Pelayanan kesehatan rehabilitatif adalah kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan untuk mengembalikan bekas penderita ke dalam masyarakat sehingga dapat berfungsi lagi sebagai anggota masyarakat yang berguna untuk dirinya dan masyarakat semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;16.    Pelayanan kesehatan tradisional adalah pengobatan dan/atau perawatan dengan cara dan obat yang mengacu pada pengalaman dan keterampilan turun temurun secara empiris yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;17.    Pemerintah Pusat, selanjutnya disebut Pemerintah adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan Pemerintah Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;18.    Pemerintah daerah adalah gubernur, bupati, atau walikota dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;19.    Menteri adalah menteri yang lingkup tugas dan tanggung jawabnya di bidang kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;BAB II&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;ASAS DAN TUJUAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 2&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan berasaskan perikemanusiaan, keseimbangan, manfaat, pelindungan, penghormatan terhadap hak dan kewajiban, keadilan, gender dan nondiskriminatif dan norma-norma agama.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 3&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;BAB III&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;HAK DAN KEWAJIBAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Bagian Kesatu&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Hak&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 4&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Setiap orang berhak atas kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 5&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1) Setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2) Setiap orang mempunyai hak dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3) Setiap orang berhak secara mandiri dan bertanggung jawab menentukan sendiri pelayanan kesehatan yang diperlukan bagi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 6&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Setiap orang berhak mendapatkan lingkungan yang sehat bagi pencapaian derajat kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 7&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Setiap orang berhak untuk mendapatkan informasi dan edukasi tentang kesehatan yang seimbang dan bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 8&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Setiap orang berhak memperoleh informasi tentang data kesehatan dirinya termasuk tindakan dan pengobatan yang telah maupun yang akan diterimanya dari tenaga kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Bagian Kedua&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Kewajiban&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 9&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Setiap orang berkewajiban ikut mewujudkan, mempertahankan, dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pelaksanaannya meliputi upaya kesehatan perseorangan, upaya kesehatan masyarakat, dan pembangunan berwawasan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 10&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Setiap orang berkewajiban menghormati hak orang lain dalam upaya memperoleh lingkungan yang sehat, baik fisik, biologi, maupun sosial.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 11&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Setiap orang berkewajiban berperilaku hidup sehat untuk mewujudkan, mempertahankan, dan memajukan kesehatan yang setinggi-tingginya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 12&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Setiap orang berkewajiban menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan bagi orang lain yang menjadi tanggung jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 13&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Setiap orang berkewajiban turut serta dalam program jaminan kesehatan sosial.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Program jaminan kesehatan sosial sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;BAB IV&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 14&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pemerintah bertanggung jawab merencanakan, mengatur, menyelenggarakan, membina, dan mengawasi penyelenggaraan upaya kesehatan yang merata dan terjangkau oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Tanggung jawab Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikhususkan pada pelayanan publik.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 15&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan lingkungan, tatanan, fasilitas kesehatan baik fisik maupun sosial bagi masyarakat untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggitingginya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 16&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan sumber daya di bidang kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat untuk memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 17&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan akses terhadap informasi, edukasi, dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan dan memelihara derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 18&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Pemerintah bertanggung jawab memberdayakan dan mendorong peran aktif masyarakat dalam segala bentuk upaya kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 19&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan segala bentuk upaya kesehatan yang bermutu, aman, efisien, dan terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 20&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pemerintah bertanggung jawab atas pelaksanaan jaminan kesehatan masyarakat melalui sistem jaminan social nasional bagi upaya kesehatan perorangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Pelaksanaan sistem jaminan sosial sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;BAB V&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;SUMBER DAYA DI BIDANG KESEHATAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Bagian Kesatu&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Tenaga Kesehatan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 21&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pemerintah mengatur perencanaan, pengadaan, pendayagunaan, pembinaan, dan pengawasan mutu tenaga kesehatan dalam rangka penyelenggaraan pelayanan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Ketentuan mengenai perencanaan, pengadaan, pendayagunaan, pembinaan, dan pengawasan mutu tenaga kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Ketentuan mengenai tenaga kesehatan diatur dengan Undang-Undang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 22&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Tenaga kesehatan harus memiliki kualifikasi minimum.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Ketentuan mengenai kualifikasi minimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Menteri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 23&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 22pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Tenaga kesehatan berwenang untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 22pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Kewenangan untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 22pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan wajib memiliki izin dari pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 22pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(4)     Selama memberikan pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilarang mengutamakan kepentingan yang bernilai materi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 22pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(5)     Ketentuan mengenai perizinan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur dalam Peraturan Menteri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 24&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Tenaga kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 harus memenuhi ketentuan kode etik, standar profesi, hak pengguna pelayanan kesehatan, standar pelayanan, dan standar prosedur operasional.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Ketentuan mengenai kode etik dan standar profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur oleh organisasi profesi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Ketentuan mengenai hak pengguna pelayanan kesehatan, standar pelayanan, dan standar prosedur operasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Menteri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 25&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pengadaan dan peningkatan mutu tenaga kesehatan diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat melalui pendidikan dan/atau pelatihan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Penyelenggaraan pendidikan dan/atau pelatihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi tanggung jawab Pemerintah dan pemerintah daerah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Ketentuan mengenai penyelengaraan pendidikan dan/atau pelatihan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dalam Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 26&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pemerintah mengatur penempatan tenaga kesehatan untuk pemerataan pelayanan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Pemerintah daerah dapat mengadakan dan mendayagunakan tenaga kesehatan sesuai dengan kebutuhan daerahnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Pengadaan dan pendayagunaan tenaga kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan dengan memperhatikan:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;a.     jenis pelayanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;b.     jumlah sarana pelayanan kesehatan; dan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;c.     jumlah tenaga kesehatan sesuai dengan beban kerja pelayanan kesehatan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(4) Penempatan tenaga kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan tetap memperhatikan hak tenaga kesehatan dan hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang merata.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai penempatan tenaga kesehatan diatur dalam Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 27&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Tenaga kesehatan berhak mendapatkan imbalan dan pelindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2) Tenaga kesehatan dalam melaksanakan tugasnya berkewajiban mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3) Ketentuan mengenai hak dan kewajiban tenaga kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dalam Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 28&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Untuk kepentingan hukum, tenaga kesehatan wajib melakukan pemeriksaan kesehatan atas permintaan penegak hukum dengan biaya ditanggung oleh negara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2) Pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan pada kompetensi dan kewenangan sesuai dengan bidang keilmuan yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 29&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Dalam hal tenaga kesehatan diduga melakukan kelalaian dalam menjalankan profesinya, kelalaian tersebut harus diselesaikan terlebih dahulu melalui mediasi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Bagian Kedua&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Fasilitas Pelayanan Kesehatan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 30&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Fasilitas pelayanan kesehatan, menurut jenis pelayanannya terdiri atas:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;a.     pelayanan kesehatan perseorangan; dan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;b.     pelayanan kesehatan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Fasilitas pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;a.     pelayanan kesehatan tingkat pertama;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;b.     pelayanan kesehatan tingkat kedua; dan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;c.     pelayanan kesehatan tingkat ketiga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Fasilitas pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan oleh pihak Pemerintah, pemerintah daerah, dan swasta.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(4)     Ketentuan persyaratan fasilitas pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) ditetapkan oleh Pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(5)     Ketentuan perizinan fasilitas pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) ditetapkan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 31&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Fasilitas pelayanan kesehatan wajib:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;a.     memberikan akses yang luas bagi kebutuhan penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan; dan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;b.     mengirimkan laporan hasil penelitian dan pengembangan kepada pemerintah daerah atau Menteri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 32&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1) Dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan kesehatan, baik pemerintah maupun swasta, wajib memberikan pelayanan kesehatan bagi penyelamatan nyawa pasien dan pencegahan kecacatan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2) Dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan kesehatan, baik pemerintah maupun swasta dilarang menolak pasien dan/atau meminta uang muka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 33&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Setiap pimpinan penyelenggaraan fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat harus memiliki kompetensi manajemen kesehatan masyarakat yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Kompetensi manajemen kesehatan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Menteri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 34&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Setiap pimpinan penyelenggaraan fasilitas pelayanan kesehatan perseorangan harus memiliki kompetensi manajemen kesehatan perseorangan yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Penyelenggara fasilitas pelayanan kesehatan dilarang mempekerjakan tenaga kesehatan yang tidak memiliki kualifikasi dan izin melakukan pekerjaan profesi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 35&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pemerintah daerah dapat menentukan jumlah dan jenis fasilitas pelayanan kesehatan serta pemberian izin beroperasi di daerahnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2) Penentuan jumlah dan jenis fasilitas pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh pemerintah daerah dengan mempertimbangkan:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;a.     luas wilayah;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;b.     kebutuhan kesehatan;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;c.     jumlah dan persebaran penduduk;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;d.     pola penyakit;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;e.     pemanfaatannya;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;f.     fungsi sosial; dan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;g.     kemampuan dalam memanfaatkan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3) Ketentuan mengenai jumlah dan jenis fasilitas pelayanan kesehatan serta pemberian izin beroperasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku juga untuk fasilitas pelayanan kesehatan asing.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(4) Ketentuan mengenai jumlah dan jenis fasilitas pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak berlaku untuk jenis rumah sakit khusus karantina, penelitian, dan asilum.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan fasilitas pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Bagian Ketiga&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Perbekalan Kesehatan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 36&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pemerintah menjamin ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan perbekalan kesehatan, terutama obat esensial.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Dalam menjamin ketersediaan obat keadaan darurat, Pemerintah dapat melakukan kebijakan khusus untuk pengadaan dan pemanfaatan obat dan bahan yang berkhasiat obat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 37&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pengelolaan perbekalan kesehatan dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat akan perbekalan kesehatan terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Pengelolaan perbekalan kesehatan yang berupa obat esensial dan alat kesehatan dasar tertentu dilaksanakan dengan memperhatikan kemanfaatan, harga, dan factor yang berkaitan dengan pemerataan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 38&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pemerintah mendorong dan mengarahkan pengembangan perbekalan kesehatan dengan memanfaatkan potensi nasional yang tersedia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Pengembangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diarahkan terutama untuk obat dan vaksin baru serta bahan alam yang berkhasiat obat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Pengembangan perbekalan kesehatan dilakukan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan hidup, termasuk sumber daya alam dan sosial budaya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 39&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Ketentuan mengenai perbekalan kesehatan ditetapkan dengan Peraturan Menteri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 40&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pemerintah menyusun daftar dan jenis obat yang secara esensial harus tersedia bagi kepentingan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Daftar dan jenis obat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditinjau dan disempurnakan paling lama setiap 2 (dua) tahun sesuai dengan perkembangan kebutuhan dan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Pemerintah menjamin agar obat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tersedia secara merata dan terjangkau oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(4)     Dalam keadaan darurat, Pemerintah dapat melakukan kebijakan khusus untuk pengadaan dan pemanfaatan perbekalan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(5)     Ketentuan mengenai keadaan darurat sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dilakukan dengan mengadakan pengecualian terhadap ketentuan paten sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang mengatur paten.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(6)     Perbekalan kesehatan berupa obat generik yang termasuk dalam daftar obat esensial nasional harus dijamin ketersediaan dan keterjangkauannya, sehingga penetapan harganya dikendalikan oleh Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(7)     Ketentuan lebih lanjut mengenai perbekalan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (6) diatur dengan Peraturan Menteri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 41&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pemerintah daerah berwenang merencanakan kebutuhan perbekalan kesehatan sesuai dengan kebutuhan daerahnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Kewenangan merencanakan kebutuhan perbekalan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tetap memperhatikan pengaturan dan pembinaan standar pelayanan yang berlaku secara nasional.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Bagian Keempat&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Teknologi dan Produk Teknologi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 42&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1) Teknologi dan produk teknologi kesehatan diadakan, diteliti, diedarkan, dikembangkan, dan dimanfaatkan bagi kesehatan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2) Teknologi kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup segala metode dan alat yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit, mendeteksi adanya penyakit, meringankan penderitaan akibat penyakit, menyembuhkan, memperkecil komplikasi, dan memulihkan kesehatan setelah sakit.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3) Ketentuan mengenai teknologi dan produk teknologi kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi standar yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 43&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1) Pemerintah membentuk lembaga yang bertugas dan berwenang melakukan penapisan, pengaturan, pemanfaatan, serta pengawasan terhadap penggunaan teknologi dan produk teknologi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2) Pembentukan lembaga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 44&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Dalam mengembangkan teknologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 dapat dilakukan uji coba teknologi atau produk teknologi terhadap manusia atau hewan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Uji coba sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan jaminan tidak merugikan manusia yang dijadikan uji coba.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Uji coba sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan oleh orang yang berwenang dan dengan persetujuan orang yang dijadikan uji coba.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(4)     Penelitian terhadap hewan harus dijamin untuk melindungi kelestarian hewan tersebut serta mencegah dampak buruk yang tidak langsung bagi kesehatan manusia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(5)     Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan uji coba terhadap manusia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 45&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Setiap orang dilarang mengembangkan teknologi dan/atau produk teknologi yang dapat berpengaruh dan membawa risiko buruk terhadap kesehatan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Ketentuan lebih lanjut mengenai pengembangan teknologi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;BAB VI&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;UPAYA KESEHATAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Bagian Kesatu&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Umum&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 46&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Untuk mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi masyarakat, diselenggarakan upaya kesehatan yang terpadu dan menyeluruh dalam bentuk upaya kesehatan perseorangan dan upaya kesehatan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 47&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Upaya kesehatan diselenggarakan dalam bentuk kegiatan dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang dilaksanakan secara terpadu, menyeluruh, dan berkesinambungan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 48&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Penyelenggaraan upaya kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47 dilaksanakan melalui kegiatan:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;a.     pelayanan kesehatan;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;b.     pelayanan kesehatan tradisional;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;c.     peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;d.     penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;e.     kesehatan reproduksi;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;f.     keluarga berencana;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;g.     kesehatan sekolah;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;h.     kesehatan olahraga;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;i.     pelayanan kesehatan pada bencana;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;j.     pelayanan darah;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;k.     kesehatan gigi dan mulut;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;l.     penanggulangan gangguan penglihatan dan gangguan pendengaran;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;m.     kesehatan matra;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;n.     pengamanan dan penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;o.     pengamanan makanan dan minuman;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;p.     pengamanan zat adiktif; dan/atau&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;q.     bedah mayat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Penyelenggaraan upaya kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didukung oleh sumber daya kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 49&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat bertanggung jawab atas penyelenggaraan upaya kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Penyelenggaraan upaya kesehatan harus memperhatikan fungsi sosial, nilai, dan norma agama, sosial budaya, moral, dan etika profesi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 50&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pemerintah dan pemerintah daerah bertanggung jawab meningkatkan dan mengembangkan upaya kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Upaya kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurang-kurangnya memenuhi kebutuhan kesehatan dasar masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Peningkatan dan pengembangan upaya kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan berdasarkan pengkajian dan penelitian.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(4)     Ketentuan mengenai peningkatan dan pengembangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan melalui kerja sama antar-Pemerintah dan antarlintas sektor.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 51&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1) Upaya kesehatan diselenggarakan untuk mewujudkan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi individu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;atau masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2) Upaya kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;didasarkan pada standar pelayanan minimal kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai standar pelayanan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;minimal kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Bagian Kedua&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pelayanan Kesehatan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Paragraf Kesatu&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pemberian Pelayanan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 52&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pelayanan kesehatan terdiri atas:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;a.     pelayanan kesehatan perseorangan; dan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;b.     pelayanan kesehatan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi kegiatan dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 53&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pelayanan kesehatan perseorangan ditujukan untuk menyembuhkan penyakit dan memulihkan kesehatan perseorangan dan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Pelayanan kesehatan masyarakat ditujukan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit suatu kelompok dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Pelaksanaan pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus mendahulukan pertolongan keselamatan nyawa pasien disbanding kepentingan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 54&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Penyelenggaraan pelayanan kesehatan dilaksanakan secara bertanggung jawab, aman, bermutu, serta merata dan nondiskriminatif.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Pemerintah dan pemerintah daerah bertanggung jawab atas penyelenggaraan pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Pengawasan terhadap penyelenggaraan pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 55&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pemerintah wajib menetapkan standar mutu pelayanan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Standar mutu pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Paragraf Kedua&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Perlindungan Pasien&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 56&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Setiap orang berhak menerima atau menolak sebagian atau seluruh tindakan pertolongan yang akan diberikan kepadanya setelah menerima dan memahami informasi mengenai tindakan tersebut secara lengkap.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Hak menerima atau menolak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku pada:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;a.     penderita penyakit yang penyakitnya dapat secara cepat menular ke dalam masyarakat yang lebih luas;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;b.     keadaan seseorang yang tidak sadarkan diri; atau&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;c.     gangguan mental berat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3) Ketentuan mengenai hak menerima atau menolak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 57&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1) Setiap orang berhak atas rahasia kondisi kesehatan pribadinya yang telah dikemukakan kepada penyelenggara pelayanan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2) Ketentuan mengenai hak atas rahasia kondisi kesehatan pribadi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku dalam hal:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;a.     perintah undang-undang;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;b.     perintah pengadilan;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;c.     izin yang bersangkutan;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;d.     kepentingan masyarakat; atau&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;e.     kepentingan orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 58&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Setiap orang berhak menuntut ganti rugi terhadap seseorang, tenaga kesehatan, dan/atau penyelenggara kesehatan yang menimbulkan kerugian akibat kesalahan atau kelalaian dalam pelayanan kesehatan yang diterimanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Tuntutan ganti rugi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku bagi tenaga kesehatan yang melakukan tindakan penyelamatan nyawa atau pencegahan kecacatan seseorang dalam keadaan darurat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Ketentuan mengenai tata cara pengajuan tuntutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Bagian Ketiga&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pelayanan Kesehatan Tradisional&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 59&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Berdasarkan cara pengobatannya, pelayanan kesehatan tradisional terbagi menjadi:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;a.     pelayanan kesehatan tradisional yang menggunakan keterampilan; dan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;b.     pelayanan kesehatan tradisional yang menggunakan ramuan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Pelayanan kesehatan tradisional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibina dan diawasi oleh Pemerintah agar dapat dipertanggungjawabkan manfaat dan keamanannya serta tidak bertentangan dengan norma agama.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)    Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara dan jeni pelayanan kesehatan tradisional sebagaimana dimaksudpada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 60&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Setiap orang yang melakukan pelayanan kesehatan tradisional yang menggunakan alat dan teknologi harus mendapat izin dari lembaga kesehatan yang berwenang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Penggunaan alat dan teknologi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dapat dipertanggungjawabkan manfaat dan keamanannya serta tidak bertentangan dengan norma agama dan kebudayaan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 61&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Masyarakat diberi kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengembangkan, meningkatkan dan menggunakan pelayanan kesehatan tradisional yang dapat dipertanggungjawabkan manfaat dan keamanannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Pemerintah mengatur dan mengawasi pelayanan kesehatan tradisional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan didasarkan pada keamanan, kepentingan, dan perlindungan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Bagian Keempat&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Peningkatan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 62&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Peningkatan kesehatan merupakan segala bentuk upaya yang dilakukan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat untuk mengoptimalkan kesehatan melalui kegiatan penyuluhan, penyebarluasan informasi, atau kegiatan lain untuk menunjang tercapainya hidup sehat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Pencegahan penyakit merupakan segala bentuk upaya yang dilakukan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat untuk menghindari atau mengurangi risiko, masalah, dan dampak buruk akibat penyakit.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Pemerintah dan pemerintah daerah menjamin dan menyediakan fasilitas untuk kelangsungan upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(4)     Ketentuan lebih lanjut tentang upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit diatur dengan Peraturan Menteri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Bagian Kelima&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Penyembuhan Penyakit dan Pemulihan Kesehatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 63&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan diselenggarakan untuk mengembalikan status kesehatan, mengembalikan fungsi tubuh akibat penyakit dan/atau akibat cacat, atau menghilangkan cacat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan dilakukan dengan pengendalian, pengobatan, dan/atau perawatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Pengendalian, pengobatan, dan/atau perawatan dapat dilakukan berdasarkan ilmu kedokteran dan ilmu keperawatan atau cara lain yang dapat dipertanggungjawabkan kemanfaatan dan keamanannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(4)     Pelaksanaan pengobatan dan/atau perawatan berdasarkan ilmu kedokteran atau ilmu keperawatan hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(5)     Pemerintah dan pemerintah daerah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan pengobatan dan/atau perawatan atau berdasarkan cara lain yang dapat dipertanggungjawabkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 64&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1) Penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan dapat dilakukan melalui transplantasi organ dan/atau jaringan tubuh, implan obat dan/atau alat kesehatan, bedah plastik dan rekonstruksi, serta penggunaan sel punca.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Transplantasi organ dan/atau jaringan tubuh sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan hanya untuk tujuan kemanusiaan dan dilarang untuk dikomersialkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Organ dan/atau jaringan tubuh dilarang diperjualbelikan dengan dalih apapun.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 65&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Transplantasi organ dan/atau jaringan tubuh hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu dan dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Pengambilan organ dan/atau jaringan tubuh dari seorang donor harus memperhatikan kesehatan pendonor yang bersangkutan dan mendapat persetujuan pendonor dan/atau ahli waris atau keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Ketentuan mengenai syarat dan tata cara penyelenggaraan transplantasi organ dan/atau jaringan tubuh sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 66&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Transplantasi sel, baik yang berasal dari manusia maupun dari hewan, hanya dapat dilakukan apabila telah terbukti keamanan dan kemanfaatannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 67&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pengambilan dan pengiriman spesimen atau bagian organ tubuh hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan serta dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Ketentuan mengenai syarat dan tata cara pengambilan dan pengiriman spesimen atau bagian organ tubuh sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 68&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pemasangan implan obat dan/atau alat kesehatan ke dalam tubuh manusia hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan serta dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Ketentuan mengenai syarat dan tata cara penyelenggaraan pemasangan implan obat dan/atau alat kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 69&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Bedah plastik dan rekonstruksi hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Bedah plastik dan rekonstruksi tidak boleh bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat dan tidak ditujukan untuk mengubah identitas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Ketentuan mengenai syarat dan tata cara bedah plastic dan rekonstruksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 70&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1) Penggunaan sel punca hanya dapat dilakukan untuk tujuan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan, serta dilarang digunakan untuk tujuan reproduksi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2) Sel punca sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak boleh berasal dari sel punca embrionik.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai penggunaan sel punca sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Peraturan Menteri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Bagian Keenam&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Kesehatan Reproduksi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 71&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Kesehatan reproduksi merupakan keadaan sehat secara fisik, mental, dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi pada lakilaki dan perempuan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Kesehatan reproduksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;a.     saat sebelum hamil, hamil, melahirkan, dan sesudah melahirkan;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;b.     pengaturan kehamilan, alat konstrasepsi, dan kesehatan seksual; dan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;c.     kesehatan sistem reproduksi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Kesehatan reproduksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan melalui kegiatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 72&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Setiap orang berhak:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;a.     menjalani kehidupan reproduksi dan kehidupan seksual yang sehat, aman, serta bebas dari paksaan dan/atau kekerasan dengan pasangan yang sah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;b.     menentukan kehidupan reproduksinya dan bebas dari diskriminasi, paksaan, dan/atau kekerasan yang menghormati nilai-nilai luhur yang tidak merendahkan martabat manusia sesuai dengan norma agama.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;c.     menentukan sendiri kapan dan berapa sering ingin bereproduksi sehat secara medis serta tidak bertentangan dengan norma agama.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;d.     memperoleh informasi, edukasi, dan konseling mengenai kesehatan reproduksi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 73&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Pemerintah wajib menjamin ketersediaan sarana informasi dan sarana pelayanan kesehatan reproduksi yang aman, bermutu, dan terjangkau masyarakat, termasuk keluarga berencana.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 74&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Setiap pelayanan kesehatan reproduksi yang bersifat promotif, preventif, kuratif, dan/atau rehabilitatif, termasuk reproduksi dengan bantuan dilakukan secara aman dan sehat dengan memperhatikan aspek-aspek yang khas, khususnya reproduksi perempuan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Pelaksanaan pelayanan kesehatan reproduksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan tidak bertentangan dengan nilai agama dan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Ketentuan mengenai reproduksi dengan bantuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 75&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Setiap orang dilarang melakukan aborsi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Larangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dikecualikan berdasarkan:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;a.     indikasi kedaruratan medis yang dideteksi sejak usia dini kehamilan, baik yang mengancam nyawa ibu dan/atau janin, yang menderita penyakit genetik berat dan/atau cacat bawaan, maupun yang tidak dapat diperbaiki sehingga menyulitkan bayi tersebut hidup di luar kandungan; atau&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;b.     kehamilan akibat perkosaan yang dapat menyebabkan trauma psikologis bagi korban perkosaan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) hanya dapat dilakukan setelah melalui konseling dan/atau penasehatan pra tindakan dan diakhiri dengan konseling pasca tindakan yang dilakukan oleh konselor yang kompeten dan berwenang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(4)     Ketentuan lebih lanjut mengenai indikasi kedaruratan medis dan perkosaan, sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 76&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Aborsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 hanya dapat dilakukan:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;a.     sebelum kehamilan berumur 6 (enam) minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir, kecuali dalam hal kedaruratan medis;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;b.     oleh tenaga kesehatan yang memiliki keterampilan dan kewenangan yang memiliki sertifikat yang ditetapkan oleh menteri;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;c.    dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;d.     dengan izin suami, kecuali korban perkosaan; dan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;e.     penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Menteri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 77&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Pemerintah wajib melindungi dan mencegah perempuan dari aborsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 ayat (2) dan ayat (3) yang tidak bermutu, tidak aman, dan tidak bertanggung jawab serta bertentangan dengan norma agama dan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Bagian Ketujuh&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Keluarga Berencana&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 78&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pelayanan kesehatan dalam keluarga berencana dimaksudkan untuk pengaturan kehamilan bagi pasangan usia subur untuk membentuk generasi penerus yang sehat dan cerdas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Pemerintah bertanggung jawab dan menjamin ketersediaan tenaga, fasilitas pelayanan, alat dan obat dalam memberikan pelayanan keluarga berencana yang aman, bermutu, dan terjangkau oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Ketentuan mengenai pelayanan keluarga berencana dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangundangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Bagian Kedelapan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Kesehatan Sekolah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 79&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Kesehatan sekolah diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup sehat sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh, dan berkembang secara harmonis dan setinggitingginya menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Kesehatan sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan melalui sekolah formal dan informal atau melalui lembaga pendidikan lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Ketentuan mengenai kesehatan sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Bagian Kesembilan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Kesehatan Olahraga&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 80&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Upaya kesehatan olahraga ditujukan untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Peningkatan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan upaya dasar dalam meningkatkan prestasi belajar, kerja, dan olahraga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Upaya kesehatan olahraga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan melalui aktifitas fisik, latihan fisik, dan/atau olahraga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 81&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Upaya kesehatan olahraga lebih mengutamakan pendekatan preventif dan promotif, tanpa mengabaikan pendekatan kuratif dan rehabilitatif.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Penyelenggaraan upaya kesehatan olahraga diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Bagian Kesepuluh&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pelayanan Kesehatan Pada Bencana&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 82&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat bertanggung jawab atas ketersediaan sumber daya, fasilitas, dan pelaksanaan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan berkesinambungan pada bencana.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi pelayanan kesehatan pada tanggap darurat dan pascabencana.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mencakup pelayanan kegawatdaruratan yang bertujuan untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah kecacatan lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(4)     Pemerintah menjamin pembiayaan pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(5)     Pembiayaan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN), anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), atau bantuan masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 83&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Setiap orang yang memberikan pelayanan kesehatan pada bencana harus ditujukan untuk penyelamatan nyawa, pencegahan kecacatan lebih lanjut, dan kepentingan terbaik bagi pasien.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Pemerintah menjamin perlindungan hukum bagi setiap orang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 84&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Ketentuan lebih lanjut tentang penyelenggaraan pelayanan kesehatan pada bencana diatur dengan Peraturan Menteri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 85&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan kesehatan, baik pemerintah maupun swasta wajib memberikan pelayanan kesehatan pada bencana bagi penyelamatan nyawa pasien dan pencegahan kecacatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan pada bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilarang menolak pasien dan/atau meminta uang muka terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Bagian Kesebelas&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pelayanan Darah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 86&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1) Pelayanan darah merupakan upaya pelayanan kesehatan yang memanfaatkan darah manusia sebagai bahan dasar dengan tujuan kemanusiaan dan tidak untuk tujuan komersial.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2) Darah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperoleh dari pendonor darah sukarela yang sehat dan memenuhi kriteria seleksi pendonor dengan mengutamakan kesehatan pendonor.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3) Darah yang diperoleh dari pendonor darah sukarela sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sebelum digunakan untuk pelayanan darah harus dilakukan pemeriksaan laboratorium guna mencegah penularan penyakit.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 87&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Penyelenggaraan donor darah dan pengolahan darah dilakukan oleh Unit Transfusi Darah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Unit Transfusi Darah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau organisasi sosial yang tugas pokok dan fungsinya di bidang kepalangmerahan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 88&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pelayanan transfusi darah meliputi perencanaan, pengerahan pendonor darah, penyediaan, pendistribusian darah, dan tindakan medis pemberian darah kepada pasien untuk tujuan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Pelaksanaan pelayanan transfusi darah dilakukan dengan menjaga keselamatan dan kesehatan penerima darah dan tenaga kesehatan dari penularan penyakit melalui transfusi darah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 89&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Menteri mengatur standar dan persyaratan pengelolaan darah untuk pelayanan transfusi darah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 90&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pemerintah bertanggung jawab atas pelaksanaan pelayanan darah yang aman, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Pemerintah menjamin pembiayaan dalam penyelenggaraan pelayanan darah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Darah dilarang diperjualbelikan dengan dalih apapun.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 91&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Komponen darah dapat digunakan untuk tujuan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan melalui proses pengolahan dan produksi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)    Hasil proses pengolahan dan produksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikendalikan oleh Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 92&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai pelayanan darah diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Bagian Kedua Belas&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Kesehatan Gigi dan Mulut&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 93&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pelayanan kesehatan gigi dan mulut dilakukan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk peningkatan kesehatan gigi, pencegahan penyakit gigi, pengobatan penyakit gigi, dan pemulihan kesehatan gigi oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat yang dilakukan secara terpadu, terintegrasi dan berkesinambungan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Kesehatan gigi dan mulut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan melalui pelayanan kesehatan gigi perseorangan, pelayanan kesehatan gigi masyarakat, usaha kesehatan gigi sekolah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 94&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Pemerintah dan pemerintah daerah wajib menjamin ketersediaan tenaga, fasilitas pelayanan, alat dan obat kesehatan gigi dan mulut dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang aman, bermutu, dan terjangkau oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Bagian Ketiga Belas&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Penanggulangan Gangguan Penglihatan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;dan Gangguan Pendengaran&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 95&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Penanggulangan gangguan penglihatan dan gangguan pendengaran merupakan semua kegiatan yang dilakukan meliputi pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan indera penglihatan, dan pendengaran masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2) Penyelenggaraan kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi tanggung jawab bersama Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 96&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai penanggulangan gangguan penglihatan dan pendengaran diatur dengan Peraturan Menteri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Bagian Keempat Belas&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Kesehatan Matra&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 97&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Kesehatan matra sebagai bentuk khusus upaya kesehatan diselenggarakan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dalam lingkungan matra yang serba berubah maupun di lingkungan darat, laut, dan udara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Kesehatan matra meliputi kesehatan lapangan, kesehatan kelautan dan bawah air, serta kesehatan kedirgantaraan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Penyelenggaraan kesehatan matra harus dilaksanakan sesuai dengan standar dan persyaratan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(4)     Ketentuan mengenai kesehatan matra sebagaimana dimaksud dalam pasal ini diatur dengan Peraturan Menteri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Bagian Kelima Belas&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pengamanan dan Penggunaan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 98&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Sediaan farmasi dan alat kesehatan harus aman, berkhasiat/bermanfaat, bermutu, dan terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Setiap orang yang tidak memiliki keahlian dan kewenangan dilarang mengadakan, menyimpan, mengolah, mempromosikan, dan mengedarkan obat dan bahan yang berkhasiat obat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Ketentuan mengenai pengadaan, penyimpanan, pengolahan, promosi, pengedaran sediaan farmasi dan alat kesehatan harus memenuhi standar mutu pelayanan farmasi yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(4)     Pemerintah berkewajiban membina, mengatur, mengendalikan, dan mengawasi pengadaan, penyimpanan, promosi, dan pengedaran sebagaimana dimaksud pada ayat (3).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 99&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Sumber sediaan farmasi yang berasal dari alam semesta dan sudah terbukti berkhasiat dan aman digunakan dalam pencegahan, pengobatan, dan/atau perawatan, serta pemeliharaan kesehatan tetap harus dijaga kelestariannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Masyarakat diberi kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengolah, memproduksi, mengedarkan, mengembangkan, meningkatkan, dan menggunakan sediaan farmasi yang dapat dipertanggungjawabkan manfaat dan keamanannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Pemerintah menjamin pengembangan dan pemeliharaan sediaan farmasi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 100&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Sumber obat tradisional yang sudah terbukti berkhasiat dan aman digunakan dalam pencegahan, pengobatan, perawatan, dan/atau pemeliharaan kesehatan tetap dijaga kelestariannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Pemerintah menjamin pengembangan dan pemeliharaan bahan baku obat tradisional .&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 101&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Masyarakat diberi kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengolah, memproduksi, mengedarkan, mengembangkan, meningkatkan, dan menggunakan obat tradisional yang dapat dipertanggungjawabkan manfaat dan keamanannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Ketentuan mengenai mengolah, memproduksi, mengedarkan, mengembangkan, meningkatkan, dan menggunakan obat tradisional diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 102&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Penggunaan sediaan farmasi yang berupa narkotika dan psikotropika hanya dapat dilakukan berdasarkan resep dokter atau dokter gigi dan dilarang untuk disalahgunakan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Ketentuan mengenai narkotika dan psikotropika dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 103&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Setiap orang yang memproduksi, menyimpan, mengedarkan, dan menggunakan narkotika dan psikotropika wajib memenuhi standar dan/atau persyaratan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Ketentuan mengenai produksi, penyimpanan, peredaran, serta penggunaan narkotika dan psikotropika sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 104&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1) Pengamanan sediaan farmasi dan alat kesehatan diselenggarakan untuk melindungi masyarakat dari bahaya yang disebabkan oleh penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan yang tidak memenuhi persyaratan mutu dan/atau keamanan dan/atau khasiat/kemanfaatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2) Penggunaan obat dan obat tradisional harus dilakukan secara rasional.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 105&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Sediaan farmasi yang berupa obat dan bahan baku obat harus memenuhi syarat farmakope Indonesia atau buku standar lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Sediaan farmasi yang berupa obat tradisional dan kosmetika serta alat kesehatan harus memenuhi standar dan/atau persyaratan yang ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 106&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Sediaan farmasi dan alat kesehatan hanya dapat diedarkan setelah mendapat izin edar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Penandaan dan informasi sediaan farmasi dan alat kesehatan harus memenuhi persyaratan objektivitas dan kelengkapan serta tidak menyesatkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Pemerintah berwenang mencabut izin edar dan memerintahkan penarikan dari peredaran sediaan farmasi dan alat kesehatan yang telah memperoleh izin edar, yang kemudian terbukti tidak memenuhi persyaratan mutu dan/atau keamanan dan/atau kemanfaatan, dapat disita dan dimusnahkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 107&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai pengamanan sediaan farmasi dan alat kesehatan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 108&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Praktik kefarmasiaan yang meliputi pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Ketentuan mengenai pelaksanaan praktik kefarmasian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Bagian Keenam Belas&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pengamanan Makanan dan Minuman&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 109&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Setiap orang dan/atau badan hukum yang memproduksi, mengolah, serta mendistribusikan makanan dan minuman yang diperlakukan sebagai makanan dan minuman hasil teknologi rekayasa genetik yang diedarkan harus menjamin agar aman bagi manusia, hewan yang dimakan manusia, dan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 110&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Setiap orang dan/atau badan hukum yang memproduksi dan mempromosikan produk makanan dan minuman dan/atau yang diperlakukan sebagai makanan dan minuman hasil olahan teknologi dilarang menggunakan kata-kata yang mengecoh dan/atau yang disertai klaim yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 111&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Makanan dan minuman yang dipergunakan untuk masyarakat harus didasarkan pada standar dan/atau persyaratan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Makanan dan minuman hanya dapat diedarkan setelah mendapat izin edar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Setiap makanan dan minuman yang dikemas wajib diberi tanda atau label yang berisi:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;a.     Nama produk;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;b.     Daftar bahan yang digunakan;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;c.     Berat bersih atau isi bersih;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;d.     Nama dan alamat pihak yang memproduksi atau memasukan makanan dan minuman kedalam wilayah Indonesia; dan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;e.     Tanggal, bulan dan tahun kadaluwarsa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(4)     Pemberian tanda atau label sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilakukan secara benar dan akurat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(5)     Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemberian label sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(6) Makanan dan minuman yang tidak memenuhi ketentuan standar, persyaratan kesehatan, dan/atau membahayakan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar dan disita untuk dimusnahkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 112&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Pemerintah berwenang dan bertanggung jawab mengatur dan mengawasi produksi, pengolahan, pendistribusian makanan,ndan minuman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 109, Pasal 110, dan Pasal 111.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Bagian Ketujuh Belas&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pengamanan Zat Adiktif&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 113&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pengamanan penggunaan bahan yang mengandung zat adiktif diarahkan agar tidak mengganggu dan membahayakan kesehatan perseorangan, keluarga, masyarakat, dan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Zat adiktif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi tembakau, produk yang mengandung tembakau, padat, cairan, dan gas yang bersifat adiktif yang penggunaannya dapat menimbulkan kerugian bagi dirinya dan/atau masyarakat sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Produksi, peredaran, dan penggunaan bahan yang mengandung zat adiktif harus memenuhi standar dan/atau persyaratan yang ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 114&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Setiap orang yang memproduksi atau memasukkan rokok ke wilayah Indonesia wajib mencantumkan peringatan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 115&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1) Kawasan tanpa rokok antara lain:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;a.     fasilitas pelayanan kesehatan;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;b.     tempat proses belajar mengajar;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;c.     tempat anak bermain;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;d.     tempat ibadah;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;e.     angkutan umum;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;f.     tempat kerja; dan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;g.     tempat umum dan tempat lain yang ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2) Pemerintah daerah wajib menetapkan kawasan tanpa rokok di wilayahnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 116&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Bagian Kedelapan Belas&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Bedah Mayat&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 117&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Seseorang dinyatakan mati apabila fungsi sistem jantungsirkulasi dan sistem pernafasan terbukti telah berhenti secara permanen, atau apabila kematian batang otak telah dapat dibuktikan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 118&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Mayat yang tidak dikenal harus dilakukan upaya identifikasi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat bertanggung jawab atas upaya identifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Ketentuan lebih lanjut mengenai upaya identifikasi mayat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Menteri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 119&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1) Untuk kepentingan penelitian dan pengembangan pelayanan kesehatan dapat dilakukan bedah mayat klinis di rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Bedah mayat klinis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditujukan untuk menegakkan diagnosis dan/atau menyimpulkan penyebab kematian.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Bedah mayat klinis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan atas persetujuan tertulis pasien semasa hidupnya atau persetujuan tertulis keluarga terdekat pasien.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(4)     Dalam hal pasien diduga meninggal akibat penyakit yang membahayakan masyarakat dan bedah mayat klinis mutlak diperlukan untuk menegakkan diagnosis dan/atau penyebab kematiannya, tidak diperlukan persetujuan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 120&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Untuk kepentingan pendidikan di bidang ilmu kedokteran dan biomedik dapat dilakukan bedah mayat anatomis di rumah sakit pendidikan atau di institusi pendidikan kedokteran.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Bedah mayat anatomis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat dilakukan terhadap mayat yang tidak dikenal atau mayat yang tidak diurus oleh keluarganya, atas persetujuan tertulis orang tersebut semasa hidupnya atau persetujuan tertulis keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Mayat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus telah diawetkan, dipublikasikan untuk dicarikan keluarganya, dan disimpan sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan sejak kematiannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(4)     Ketentuan lebih lanjut mengenai bedah mayat anatomis sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Menteri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 121&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Bedah mayat klinis dan bedah mayat anatomis hanya dapat dilakukan oleh dokter sesuai dengan keahlian dan kewenangannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Dalam hal pada saat melakukan bedah mayat klinis dan bedah mayat anatomis ditemukan adanya dugaan tindak pidana, tenaga kesehatan wajib melaporkan kepada penyidik sesuai dengan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 122&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1) Untuk kepentingan penegakan hukum dapat dilakukan bedah mayat forensik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2) Bedah mayat forensik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh dokter ahli forensik, atau oleh dokter lain apabila tidak ada dokter ahli forensik dan perujukan ke tempat yang ada dokter ahli forensiknya tidak dimungkinkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3) Pemerintah dan pemerintah daerah bertanggung jawab atas tersedianya pelayanan bedah mayat forensik di wilayahnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan bedah mayat forensik diatur dengan Peraturan Menteri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 123&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pada tubuh yang telah terbukti mati batang otak dapat dilakukan tindakan pemanfaatan organ sebagai donor untuk kepentingan transplantasi organ.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Tindakan pemanfaatan organ donor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Ketentuan lebih lanjut mengenai penentuan kematian dan pemanfaatan organ donor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Peraturan Menteri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 124&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Tindakan bedah mayat oleh tenaga kesehatan harus dilakukan sesuai dengan norma agama, norma kesusilaan, dan etika profesi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 125&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Biaya pemeriksaan kesehatan terhadap korban tindak pidana dan/atau pemeriksaan mayat untuk kepentingan hokum ditanggung oleh pemerintah melalui APBN dan APBD.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;BAB VII&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;KESEHATAN IBU, BAYI, ANAK,&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;REMAJA, LANJUT USIA, DAN PENYANDANG CACAT&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Bagian Kesatu&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Kesehatan ibu, bayi, dan anak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 126&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Upaya kesehatan ibu harus ditujukan untuk menjaga kesehatan ibu sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas serta mengurangi angka kematian ibu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Upaya kesehatan ibu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Pemerintah menjamin ketersediaan tenaga, fasilitas, alat dan obat dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan ibu secara aman, bermutu, dan terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(4)     Ketentuan lebih lanjut mengenai pelayanan kesehatan ibu diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 127&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1) Upaya kehamilan di luar cara alamiah hanya dapat dilakukan oleh pasangan suami istri yang sah dengan ketentuan:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;a.     hasil pembuahan sperma dan ovum dari suami istri yang bersangkutan ditanamkan dalam rahim istri dari mana ovum berasal;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;b.     dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu; dan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;c.     pada fasilitas pelayanan kesehatan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2) Ketentuan mengenai persyaratan kehamilan di luar cara alamiah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 128&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Setiap bayi berhak mendapatkan air susu ibu eksklusif sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, kecuali atas indikasi medis.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Selama pemberian air susu ibu, pihak keluarga, Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat harus mendukung ibu bayi secara penuh dengan penyediaan waktu dan fasilitas khusus.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Penyediaan fasilitas khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diadakan di tempat kerja dan tempat sarana umum.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 129&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pemerintah bertanggung jawab menetapkan kebijakan dalam rangka menjamin hak bayi untuk mendapatkan air susu ibu secara eksklusif.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Ketentuan lebih lanjut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 130&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Pemerintah wajib memberikan imunisasi lengkap kepada setiap bayi dan anak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 131&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Upaya pemeliharaan kesehatan bayi dan anak harus ditujukan untuk mempersiapkan generasi yang akan datang yang sehat, cerdas, dan berkualitas serta untuk menurunkan angka kematian bayi dan anak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Upaya pemeliharaan kesehatan anak dilakukan sejak anak masih dalam kandungan, dilahirkan, setelah dilahirkan, dan sampai berusia 18 (delapan belas) tahun.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Upaya pemeliharaan kesehatan bayi dan anak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) menjadi tanggung jawab dan kewajiban bersama bagi orang tua, keluarga, masyarakat, dan Pemerintah, dan pemerintah daerah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 132&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1) Anak yang dilahirkan wajib dibesarkan dan diasuh secara bertanggung jawab sehingga memungkinkan anak tumbuh dan berkembang secara sehat dan optimal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Ketentuan mengenai anak yang dilahirkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Setiap anak berhak memperoleh imunisasi dasar sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk mencegah terjadinya penyakit yang dapat dihindari melalui imunisasi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(4)     Ketentuan lebih lanjut mengenai jenis-jenis imunisasi dasar sebagaimana dimaksud pada ayat (3) ditetapkan dengan Peraturan Menteri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 133&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Setiap bayi dan anak berhak terlindungi dan terhindar dari segala bentuk diskriminasi dan tindak kekerasan yang dapat mengganggu kesehatannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat berkewajiban untuk menjamin terselenggaranya perlindungan bayi dan anak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan menyediakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 134&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1) Pemerintah berkewajiban menetapkan standar dan/atau kriteria terhadap kesehatan bayi dan anak serta menjamin pelaksanaannya dan memudahkan setiap penyelenggaraan terhadap standar dan kriteria tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2) Standar dan/atau kriteria sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus diselenggarakan sesuai dengan pertimbangan moral, nilai agama, dan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 135&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat wajib menyediakan tempat dan sarana lain yang diperlukan untuk bermain anak yang memungkinkan anak tumbuh dan berkembang secara optimal serta mampu bersosialisasi secara sehat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Tempat bermain dan sarana lain yang diperlukan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib dilengkapi sarana perlindungan terhadap risiko kesehatan agar tidak membahayakan kesehatan anak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Bagian Kedua&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Kesehatan Remaja&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 136&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Upaya pemeliharaan kesehatan remaja harus ditujukan untuk mempersiapkan menjadi orang dewasa yang sehat dan produktif, baik sosial maupun ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Upaya pemeliharaan kesehatan remaja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) termasuk untuk reproduksi remaja dilakukan agar terbebas dari berbagai gangguan kesehatan yang dapat menghambat kemampuan menjalani kehidupan reproduksi secara sehat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Upaya pemeliharaan kesehatan remaja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 137&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pemerintah berkewajiban menjamin agar remaja dapat memperoleh edukasi, informasi, dan layanan mengenai kesehatan remaja agar mampu hidup sehat dan bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Ketentuan mengenai kewajiban Pemerintah dalam menjamin agar remaja memperoleh edukasi, informasi dan layanan mengenai kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan pertimbangan moral nilai agama dan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Bagian Ketiga&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Kesehatan Lanjut Usia dan Penyandang Cacat&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 138&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Upaya pemeliharaan kesehatan bagi lanjut usia harus ditujukan untuk menjaga agar tetap hidup sehat dan produktif secara sosial maupun ekonomis sesuai dengan martabat kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Pemerintah wajib menjamin ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan memfasilitasi kelompok lanjut usia untuk dapat tetap hidup mandiri dan produktif secara sosial dan ekonomis.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 139&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Upaya pemeliharaan kesehatan penyandang cacat harus ditujukan untuk menjaga agar tetap hidup sehat dan produktif secara sosial, ekonomis, dan bermartabat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Pemerintah wajib menjamin ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan memfasilitasi penyandang cacat untuk dapat tetap hidup mandiri dan produktif secara sosial dan ekonomis.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 140&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Upaya pemeliharaan kesehatan bagi lanjut usia dan penyandang cacat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138 dan Pasal 139 dilakukan oleh Pemerintah, pemerintah daerah,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;dan/atau masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;BAB VIII&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;GIZI&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 141&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Upaya perbaikan gizi masyarakat ditujukan untuk peningkatan mutu gizi perseorangan dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Peningkatan mutu gizi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;a.     perbaikan pola konsumsi makanan yang sesuai dengan gizi seimbang;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;b.     perbaikan perilaku sadar gizi, aktivitas fisik, dan kesehatan;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;c.     peningkatan akses dan mutu pelayanan gizi yang sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi; dan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;d.     peningkatan sistem kewaspadaan pangan dan gizi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat bersama-sama menjamin tersedianya bahan makanan yang mempunyai nilai gizi yang tinggi secara merata dan terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(4)     Pemerintah berkewajiban menjaga agar bahan makanan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) memenuhi standar mutu gizi yang ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(5)     Penyediaan bahan makanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara lintas sektor dan antarprovinsi, antarkabupaten atau antarkota.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 142&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Upaya perbaikan gizi dilakukan pada seluruh siklus kehidupan sejak dalam kandungan sampai dengan lanjut usia dengan prioritas kepada kelompok rawan:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;a.     bayi dan balita;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;b.     remaja perempuan; dan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;c.     ibu hamil dan menyusui.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Pemerintah bertanggung jawab menetapkan standar angka kecukupan gizi, standar pelayanan gizi, dan standar tenaga gizi pada berbagai tingkat pelayanan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Pemerintah bertanggung jawab atas pemenuhan kecukupan gizi pada keluarga miskin dan dalam situasi darurat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(4)     Pemerintah bertanggung jawab terhadap pendidikan dan informasi yang benar tentang gizi kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(5)     Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat melakukan upaya untuk mencapai status gizi yang baik.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 143&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Pemerintah bertanggung jawab meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dan pengaruhnya terhadap peningkatan status gizi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;BAB IX&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;KESEHATAN JIWA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 144&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Upaya kesehatan jiwa ditujukan untuk menjamin setiap orang dapat menikmati kehidupan kejiwaan yang sehat, bebas dari ketakutan, tekanan, dan gangguan lain yang dapat mengganggu kesehatan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Upaya kesehatan jiwa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas preventif, promotif, kuratif, rehabilitatif pasien gangguan jiwa dan masalah psikososial.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Upaya kesehatan jiwa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi tanggung jawab bersama Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(4)     Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat bertanggung jawab menciptakan kondisi kesehatan jiwa yang setinggi-tingginya dan menjamin ketersediaan, aksesibilitas, mutu dan pemerataan upaya kesehatan jiwa sebagaimana dimaksud dalam pada ayat (2).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(5)     Pemerintah dan pemerintah daerah berkewajiban untuk mengembangkan upaya kesehatan jiwa berbasis masyarakat sebagai bagian dari upaya kesehatan jiwa keseluruhan, termasuk mempermudah akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 145&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat menjamin upaya kesehatan jiwa secara preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif, termasuk menjamin upaya kesehatan jiwa di tempat kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 144 ayat (3).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 146&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Masyarakat berhak mendapatkan informasi dan edukasi yang benar mengenai kesehatan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Hak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditujukan untuk menghindari pelanggaran hak asasi seseorang yang dianggap mengalami gangguan kesehatan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Pemerintah dan pemerintah daerah berkewajiban menyediakan layanan informasi dan edukasi tentang kesehatan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 147&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Upaya penyembuhan penderita gangguan kesehatan jiwa merupakan tanggung jawab Pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Upaya penyembuhan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh tenaga kesehatan yang berwenang dan di tempat yang tepat dengan tetap menghormati hak asasi penderita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Untuk merawat penderita gangguan kesehatan jiwa, digunakan fasilitas pelayanan kesehatan khusus yang memenuhi syarat dan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 148&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Penderita gangguan jiwa mempunyai hak yang sama sebagai warga negara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Hak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi persamaan perlakuan dalam setiap aspek kehidupan, kecuali peraturan perundang-undangan menyatakan lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 149&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Penderita gangguan jiwa yang terlantar, menggelandang, mengancam keselamatan dirinya dan/atau orang lain, dan/atau mengganggu ketertiban dan/atau keamanan umum wajib mendapatkan pengobatan dan perawatan di fasilitas pelayanan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat wajib melakukan pengobatan dan perawatan di fasilitas pelayanan kesehatan bagi penderita gangguan jiwa yang terlantar, menggelandang, mengancam keselamatan dirinya dan/atau orang lain, dan/atau mengganggu ketertiban dan/atau keamanan umum.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Pemerintah dan pemerintah daerah bertanggung jawab atas pemerataan penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan jiwa dengan melibatkan peran serta aktif masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(4)     Tanggung jawab Pemerintah dan pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) termasuk pembiayaan pengobatan dan perawatan penderita gangguan jiwa untuk masyarakat miskin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 150&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pemeriksaan kesehatan jiwa untuk kepentingan penegakan hukum (&lt;em&gt;visum et repertum psikiatricum&lt;/em&gt;) hanya dapat dilakukan oleh dokter spesialis kedokteran jiwa pada fasilitas pelayanan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Penetapan status kecakapan hukum seseorang yang diduga mengalami gangguan kesehatan jiwa dilakukan oleh tim dokter yang mempunyai keahlian dan kompetensi sesuai dengan standar profesi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 151&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai upaya kesehatan jiwa diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;BAB X&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;PENYAKIT MENULAR DAN TIDAK MENULAR&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Bagian Kesatu&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Penyakit Menular&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 152&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakatbertanggung jawab melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan pemberantasan penyakit menular serta akibat yang ditimbulkannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2) Upaya pencegahan, pengendalian, dan pemberantasan penyakit menular sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan untuk melindungi masyarakat dari tertularnya penyakit, menurunkan jumlah yang sakit, cacat dan/atau meninggal dunia, serta untuk mengurangi dampak sosial dan ekonomi akibat penyakit menular.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan penyakit menular sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui kegiatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif bagi individu atau masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(4)     Pengendalian sumber penyakit menular sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan terhadap lingkungan dan/atau orang dan sumber penularan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(5)     Upaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan harus berbasis wilayah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(6)     Pelaksanaan upaya sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan melalui lintas sektor.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(7)     Dalam melaksanakan upaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Pemerintah dapat melakukan kerja sama dengan negara lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(8)     Upaya pencegahan pengendalian, dan pemberantasan penyakit menular sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 153&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Pemerintah menjamin ketersediaan bahan imunisasi yang aman, bermutu, efektif, terjangkau, dan merata bagi masyarakat untuk upaya pengendalian penyakit menular melalui imunisasi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 154&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pemerintah secara berkala menetapkan dan mengumumkan jenis dan persebaran penyakit yang berpotensi menular dan/atau menyebar dalam waktu yang singkat, serta menyebutkan daerah yang dapat menjadi sumber penularan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Pemerintah dapat melakukan surveilans terhadap penyakit menular sebagaimana dimaksud pada ayat (1).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Dalam melaksanakan surveilans sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Pemerintah dapat melakukan kerja sama dengan masyarakat dan negara lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(4)    Pemerintah menetapkan jenis penyakit yang memerlukan karantina, tempat karantina, dan lama karantina.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 155&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pemerintah daerah secara berkala menetapkan dan mengumumkan jenis dan persebaran penyakit yang berpotensi menular dan/atau menyebar dalam waktu yang singkat, serta menyebutkan daerah yang dapat menjadi sumber penularan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Pemerintah daerah dapat melakukan surveilans terhadap penyakit menular sebagaimana dimaksud pada ayat (1).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Dalam melaksanakan surveilans sebagaimana dimaksud pada ayat (2), pemerintah daerah dapat melakukan kerja sama dengan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(4)     Pemerintah daerah menetapkan jenis penyakit yang memerlukan karantina, tempat karantina, dan lama karantina.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(5)     Pemerintah daerah dalam menetapkan dan mengumumkan jenis dan persebaran penyakit yang berpotensi menular dan/atau menyebar dalam waktu singkat dan pelaksanaan surveilans serta menetapkan jenis penyakit yang memerlukan karantina, tempat karantina, dan lama karantina berpedoman pada ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 156&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1) Dalam melaksanakan upaya pencegahan, pengendalian, dan pemberantasan penyakit menular sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154 ayat (1), Pemerintah dapat menyatakan wilayah dalam keadaan wabah, letusan, atau kejadian luar biasa (KLB).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2) Penentuan wilayah dalam keadaan wabah, letusan, atau kejadian luar biasa (KLB) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilakukan berdasarkan hasil penelitian yang diakui keakuratannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3) Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat melakukan upaya penanggulangan keadaan wabah, letusan, atau kejadian luar biasa sebagaimana dimaksud pada ayat (2).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(4) Penentuan wilayah dalam keadaan wabah, letusan, atau kejadian luar biasa dan upaya penanggulangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (3), dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 157&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pencegahan penularan penyakit menular wajib dilakukan oleh masyarakat termasuk penderita penyakit menular melalui perilaku hidup bersih dan sehat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Dalam pelaksanaan penanggulangan penyakit menular, tenaga kesehatan yang berwenang dapat memeriksa tempat-tempat yang dicurigai berkembangnya vektor dan sumber penyakit lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Ketentuan lebih lanjut mengenai penyakit menular sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Menteri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Bagian Kedua&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Penyakit Tidak Menular&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 158&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan penyakit tidak menular beserta akibat yang ditimbulkannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Upaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan berperilaku sehat dan mencegah terjadinya penyakit tidak menular beserta akibat yang ditimbulkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)    Upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan penyakit tidak menular sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui kegiatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif bagi individu atau masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(4)     Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 159&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pengendalian penyakit tidak menular dilakukan dengan pendekatan surveilan faktor risiko, registri penyakit, dan surveilan kematian.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan memperoleh informasi yang esensial serta dapat digunakan untuk pengambilan keputusan dalam upaya pengendalian penyakit tidak menular.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui kerja sama lintas sektor dan dengan membentukjejaring, baik nasional maupun internasional.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 160&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pemerintah, pemerintah daerah bersama masyarakat bertanggung jawab untuk melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi yang benar tentang faktor risiko penyakit tidak menular yang mencakup seluruh fase kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Faktor risiko sebagaimana dimaksud pada ayat (1) antara lain meliputi diet tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, merokok, mengkonsumsi alkohol, dan perilaku berlalu lintas yang tidak benar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 161&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Manajemen pelayanan kesehatan penyakit tidak menular meliputi keseluruhan spektrum pelayanan baik promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Manajemen pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikelola secara profesional sehingga pelayanan kesehatan penyakit tidak menular tersedia, dapat diterima, mudah dicapai, berkualitas dan terjangkau oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Manajemen pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dititikberatkan pada deteksi dini dan pengobatan penyakit tidak menular.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;BAB XI&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;KESEHATAN LINGKUNGAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 162&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Upaya kesehatan lingkungan ditujukan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, baik fisik, kimia, biologi, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 163&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat menjamin ketersediaan lingkungan yang sehat dan tidak mempunyai risiko buruk bagi kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Lingkungan sehat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup lingkungan permukiman, tempat kerja, tempat rekreasi, serta tempat dan fasilitas umum.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Lingkungan sehat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) bebas dari unsur-unsur yang menimbulkan gangguan kesehatan, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;a.     limbah cair;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;b.     limbah padat;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;c.     limbah gas;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;d.     sampah yang tidak diproses sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan pemerintah;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;e.     binatang pembawa penyakit;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;f.     zat kimia yang berbahaya;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;g.     kebisingan yang melebihi ambang batas;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;h.     radiasi sinar pengion dan non pengion;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;i.     air yang tercemar;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;j.     udara yang tercemar; dan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;k.     makanan yang terkontaminasi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(4)     Ketentuan mengenai standar baku mutu kesehatan lingkungan dan proses pengolahan limbah sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dan ayat (3), ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;BAB XII&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;KESEHATAN KERJA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 164&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Upaya kesehatan kerja ditujukan untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Upaya kesehatan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi pekerja di sektor formal dan informal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Upaya kesehatan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku bagi setiap orang selain pekerja yang berada di lingkungan tempat kerja.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(4)     Upaya kesehatan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) berlaku juga bagi kesehatan pada lingkungan tentara nasional Indonesia baik darat, laut, maupun udara serta kepolisian Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(5)     Pemerintah menetapkan standar kesehatan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(6)     Pengelola tempat kerja wajib menaati standar kesehatan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dan menjamin lingkungan kerja yang sehat serta bertanggung jawab atas terjadinya kecelakaan kerja.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(7)     Pengelola tempat kerja wajib bertanggung jawab atas kecelakaan kerja yang terjadi di lingkungan kerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 165&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pengelola tempat kerja wajib melakukan segala bentuk upaya kesehatan melalui upaya pencegahan, peningkatan, pengobatan dan pemulihan bagi tenaga kerja.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Pekerja wajib menciptakan dan menjaga kesehatan tempat kerja yang sehat dan menaati peraturan yang berlaku di tempat kerja.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Dalam penyeleksian pemilihan calon pegawai pada perusahaan/instansi, hasil pemeriksaan kesehatan secara fisik dan mental digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(4)     Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 166&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Majikan atau pengusaha wajib menjamin kesehatan pekerja melalui upaya pencegahan, peningkatan, pengobatan dan pemulihan serta wajib menanggung seluruh biaya pemeliharaan kesehatan pekerja.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Majikan atau pengusaha menanggung biaya atas gangguan kesehatan akibat kerja yang diderita oleh pekerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Pemerintah memberikan dorongan dan bantuan untuk perlindungan pekerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;BAB XIII&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;PENGELOLAAN KESEHATAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 167&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pengelolaan kesehatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah dan/atau masyarakat melalui pengelolaan administrasi kesehatan, informasi kesehatan, sumber daya kesehatan, upaya kesehatan, pembiayaan kesehatan, peran serta dan pemberdayaan masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan, serta pengaturan hukum kesehatan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Pengelolaan kesehatan dilakukan secara berjenjang di pusat dan daerah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Pengelolaan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat dalam suatu sistem kesehatan nasional.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(4)     Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Presiden.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;BAB XIV&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;INFORMASI KESEHATAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 168&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yang efektif dan efisien diperlukan informasi kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Informasi kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui sistem informasi dan melalui lintas sektor.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Ketentuan lebih lanjut mengenai sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 169&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Pemerintah memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memperoleh akses terhadap informasi kesehatan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;BAB XV&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;PEMBIAYAAN KESEHATAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 170&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Pembiayaan kesehatan bertujuan untuk penyediaan pembiayaan kesehatan yang berkesinambungan dengan jumlah yang mencukupi, teralokasi secara adil, dan termanfaatkan secara berhasil guna dan berdaya guna untuk menjamin terselenggaranya pembangunan kesehatan agar meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Unsur-unsur pembiayaan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas sumber pembiayaan, alokasi, dan pemanfaatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Sumber pembiayaan kesehatan berasal dari Pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, swasta dan sumber lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 171&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Besar anggaran kesehatan Pemerintah dialokasikan minimal sebesar 5% (lima persen) dari anggaran pendapatan dan belanja negara di luar gaji.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Besar anggaran kesehatan pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota dialokasikan minimal 10% (sepuluh persen) dari anggaran pendapatan dan belanja daerah di luar gaji.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Besaran anggaran kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diprioritaskan untuk kepentingan pelayanan publik yang besarannya sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari anggaran kesehatan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara dan anggaran pendapatan dan belanja daerah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 172&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1) Alokasi pembiayaan kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 171 ayat (3) ditujukan untuk pelayanan kesehatan di bidang pelayanan publik, terutama bagi penduduk miskin, kelompok lanjut usia, dan anak terlantar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara alokasi pembiayaan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 173&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Alokasi pembiayaan kesehatan yang bersumber dari swasta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (3) dimobilisasi melalui sistem jaminan sosial nasional dan/atau asuransi kesehatan komersial.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Ketentuan mengenai tata cara penyelenggaraan system jaminan sosial nasional dan/atau asuransi kesehatan komersial sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;BAB XVI&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;PERAN SERTA MASYARAKAT&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 174&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Masyarakat berperan serta, baik secara perseorangan maupun terorganisasi dalam segala bentuk dan tahapan pembangunan kesehatan dalam rangka membantu mempercepat pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Peran serta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup keikutsertaan secara aktif dan kreatif.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;BAB XVII&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;BADAN PERTIMBANGAN KESEHATAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Bagian Kesatu&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Nama dan Kedudukan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 175&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Badan pertimbangan kesehatan merupakan badan independen, yang memiliki tugas, fungsi, dan wewenang di bidang kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 176&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(1)     Badan pertimbangan kesehatan berkedudukan di Pusat dan daerah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(2)     Badan pertimbangan kesehatan pusat dinamakan Badan Pertimbangan Kesehatan Nasional selanjutnya disingkat BPKN berkedudukan di ibukota Negara Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(3)     Badan pertimbangan kesehatan daerah selanjutnya disingkat BPKD berkedudukan di provinsi dan kabupaten/kota.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;(4)     Kedudukan BPKN dan BPKD sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) berada sampai pada tingkat kecamatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Bagian Kedua&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Peran, Tugas, dan Wewenang&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Pasal 177&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='c
